My Hot Maid

My Hot Maid
Ajakan makan malam


__ADS_3

Bianca tengah duduk di sebuah restoran mewah, di sebelahnya sudah ada sebuah paper bag berwarna putih. Wajahnya menunjukkan perasaan senang yang luar biasa, selama 4 hari ia berkomunikasi dengan Oma Samuel.


Awalnya Bianca kira jika wanita itu akan membencinya, tapi Bianca salah. Bahkan Oma Samuel sangat baik kepadanya dan sekarang wanita itu mengajaknya untuk bertemu.


"Selamat siang, Oma." sapa Bianca seraya mengulurkan tangannya.


Oma Ilona tersenyum lalu ia membalas jabatan tangan Bianca, "Maaf membuatmu menunggu lama."


"Tidak masalah, saya sangat senang dengan undangan makan siang dari anda. Ah, ini saya juga membawakan sedikit hadiah." Bianca langsung memberikan paper bag yang ada di sampingnya.


Ilona menerima dengan senyuman tipis. "Terimakasih, jadi saya mengundang anda untuk memberikan sedikit kesempatan. Apakah kau layak untuk cucu ku atau tidak."


"Baik, saya sangat senang dengan kesempatan yang anda berikan."


"Tentu, besok lusa saya akan ada perjamuan makan malam dengan kerabat. Apakah kau bersedia untuk datang menemaniku?" tanya Ilona.


"Tentu saja."


"Aku senang mendengarnya."


Setelah acara makan siang, Bianca dengan antusias mencari gaun yang cocok untuk makan malam bersama dengan Oma Ilona. Wanita itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Bianca kini berada di sebuah butik, ia terus mencari pakaian yang cocok untuknya sampai Bianca lupa mengabari Samuel.


Setelah selesai membeli sebuah gaun, Bianca langsung pulang tapi ia terdiam saat melihat kedua orangtuanya sudah pulang dari luar kota. Mereka menatap Bianca dengan tatapan menyelidik, "Bianca, apa selama kami pergi kau bertemu dengan pria itu?" tanya Moris.


"Tentu saja tidak, bagaimana bisa aku bertemu dengannya. Bukankah aku terus di kurung." Jawab Bianca.

__ADS_1


"Lalu sekarang kau habis pergi darimana?"


"Aku hanya membeli beberapa pakaian, besok lusa aku ada acara bersama dengan teman ku."


"Teman mu?"


"Tentu."


Bianca langsung masuk ke dalam kamar, ia sudah tidak sabar untuk menghadiri perjamuan makan malam bersama dengan Ilona.


Selama ini yang berusaha untuk memperbaiki hubungan hanyalah Samuel, dan kini ia juga harus berusaha untuk mengambil hati Oma Ilona agar hubungannya dengan Samuel bisa berjalan dengan lancar.


***


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Bianca sudah berdandan cantik untuk menghadiri acara makan malam bersama dengan Ilona.


Sesampainya di lokasi, Bianca langsung masuk ke dalam sebuah restoran.


"Bianca, kenapa kau berhenti? Kemari lah." Ilona memanggil Bianca yang tengah terdiam.


Lalu wanita itu pun langsung mendekati Ilona dan menyapanya. "Selamat malam Oma," sapa Bianca.


"Emm.."


Lalu Ilona langsung memperkenalkan Bianca kepada teman-temannya dan mengajak Bianca untuk masuk ke sebuah ruangan VIP, ia melihat beberapa pria dan wanita yang umurnya sebaya dengan Oma Ilona.


"Jadi ini kekasih Samuel?" tanya seseorang, Ilona hanya tersenyum tanpa menjawab.

__ADS_1


Di dalam perjamuan, nampak Yurika antusias untuk berbicara. Bianca yang melihat hal itu hanya terdiam, beberapa kali ia berbicara tapi orang-orang seakan mengabaikan dirinya.


"Bianca, apakah kau bisa menuangkan anggur untuk kami semua." Ilona tersenyum seraya melihat ke arah Bianca.


Dengan senyuman dan perasaan canggung, Bianca langsung bangkit dan mengambil sebotol anggur mahal.


Lalu ia menuangkan anggur kepada setiap orang yang ada di meja makan, Bianca juga melihat beberapa teman-teman Ilona tengah menertawakannya.


"Terimakasih, Bianca." Ucap Yurika seraya meminum anggur miliknya.


Di saat Bianca ingin kembali duduk ke tempatnya, tamu yang ada di sampingnya tiba-tiba menumpahkan anggur di gaun milik Bianca.


"Maafkan saya Nona Bianca, saya sungguh tidak sengaja."


Bianca hanya bisa tersenyum canggung. "Iya tidak apa-apa."


"Bianca, kau bisa membersihkan gaun mu di belakang."


"Baik Oma."


Bianca pun langsung pergi keluar dari ruang VIP untuk membersihkan gaun miliknya, ia membutuhkan waktu yang lama agar gaun itu kembali bersih.


Setelah di rasa tidak ada lagi noda, Bianca langsung kembali ke ruangan yang tadi tapi tatapannya sedikit terkejut saat melihat tidak ada satupun orang.


"Maaf, kemana perginya orang-orang yang ada di ruangan ini?" tanya Bianca pada seorang pelayan yang tengah membereskan ruangan tersebut.


"Mereka sudah selesai makan malam dan kini sudah pulang."

__ADS_1


Bianca seketika terdiam dengan raut wajah sendu, ia menyunggingkan ujung bibirnya saat menyadari perbuatan Ilona kepadanya.


Lalu Bianca langsung pergi meninggalkan restoran itu, sesampainya di dalam mobil. Bianca langsung menangis, entah kenapa hatinya terasa sangat sakit dan kecewa.


__ADS_2