My Hot Maid

My Hot Maid
Klarifikasi


__ADS_3

Di sebuah gedung yang di padati oleh wartawan, Moris bersama dengan seluruh keluarganya mulai menunjukkan wajah mereka. Dengan senyuman Moris mulai menjelaskan terkait masalah yang menyangkut Yurika.


"Saya di sini ingin menjelaskan kesalahan pahaman antara saya dengan Pak Samuel," ucap Moris seraya melihat Samuel yang berada di sampingnya. "Permasalahan antara Yurika dengan Pak Samuel tidak ada hubungannya dengan keluarga Boenavista karena Yurika bukanlah bagian dari keluarga kami." Jelas Moris.


"Tapi di akun Instagram Yurika, dia selalu mengatakan jika dirinya adalah bagian dari keluarga Boenavista? Bagaimana bisa sekarang tidak?" tanya seorang wartawan.


Bianca pun langsung maju ke depan, "Yurika adalah anak pembantu di rumah kami, karena dia seumuran dengan ku maka ayah dan ibu ku juga ikut membesarkannya dan memberikan pendidikan kepadanya, tapi setelah itu ia merasa menjadi bagian dari keluarga kami tapi kenyataannya tidak sama sekali." Jawab Bianca.


"Lalu tersiar kabar jika Nona Bianca adalah anak angkat dari keluarga Boenavista, apa itu benar?" Tanya wartawan.


Moris pun langsung menjawab dengan nada tegas. "Bianca adalah anak kandung kami, bukan anak angkat. Dan itu hanya rumor yang di sebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak menyukai keluarga saya."


Para wartawan hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka langsung mengalihkan pandangan ke arah Samuel.


"Bagaimana Pak Samuel tanggapan anda terhadap Nona Yurika?"


"Saya sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Yurika kepada saya, dan semua yang Yurika lakukan tidak ada hubungannya dengan keluarga Boenavista." Jelas Samuel.


Setelah klarifikasi yang di lakukan oleh keluarga Boenavista, mereka langsung pergi meninggalkan kerumunan Wartawan yang masih terus mengajukan banyak pertanyaan.


"Bianca, ayo kita pulang bersama ku." ajak Samuel dengan senyuman, saat ia ingin memegang tangan Bianca. Moris langsung menepis tangan pria itu agar tidak menyentuh tangan putrinya.


"Maaf Pak Samuel, tapi saya tidak ingin merepotkan Anda dan Bianca akan pulang bersama kami." Ucap Moris yang membawa Bianca pergi.

__ADS_1


"Tapi-" Ucap Bianca dan langsung di potong oleh Daniela.


"Ayo pulang." Ucap Daniela yang langsung membawa paksa putrinya pulang.


Moris langsung menatap ke arah Samuel, "Pak Samuel saya sangat berterimakasih atas bantuan anda kepada kami." Ucap Moris dengan senyuman penuh arti.


"Sama-sama Pak Moris." Jawab Samuel.


"Kalau begitu saya pamit dulu." Moris langsung melenggang pergi begitu saja meninggalkan Samuel.


Di dalam mobil, Bianca menatap heran ke arah Daniela dan juga Moris. "Ayah, kenapa aku tidak boleh pulang bersama dengan Samuel?" tanya Bianca seraya mengerutkan keningnya.


Moris hanya diam dan enggan untuk menjawab pertanyaan dari anaknya.


"Bianca, bukankah kau sudah punya kekasih? Siapa namanya, ah George. Dimana dia sekarang? Kapan-kapan kau aja George makan malam di rumah." Ucap Daniela.


"Iya, ayah sangat suka dengan Goerge. Kau bawa kekasih mu itu datang ke rumah." Sambung Moris dengan senyuman di wajahnya.


"Aku dan George sudah putus." Jawab Bianca.


"Putus? Kok bisa, Bianca menurut Mama George itu pria yang sangat baik dan tampan. Kenapa kau putus dengan pria itu?" tanya Daniela.


"Karena aku tidak mencintainya." Jawab Bianca dengan nada polos.

__ADS_1


"Lalu siapa pria yang kau cintai?" tanya Daniel dengan senyuman menggoda.


"Samuel." Jawab Bianca dengan antusias.


Seketika senyuman di wajah Daniela luntur saat mendengar nama Samuel, begitu juga dengan Moris ia lebih memilih diam dan enggan untuk menanggapi perkataan dari Bianca.


Sesampainya di rumah Daniela langsung mengajak Bianca untuk masuk ke dalam kamar, "Ma, ada apa sih?" tanya Bianca kesal.


"Buka pakaian mu!" Ucap Daniela.


"What? Enggak mau, malu Ma. Ngapain sih harus buka pakaian?" tanya Bianca seraya mengerutkan keningnya.


"Hanya buka pakaian, kau tidak perlu membuka yang lainnya." Jawab Daniela dengan nada tegas.


Bianca pun langsung melepaskan kemeja yang ia gunakan, kini ia hanya menggunakan bra. Daniela terdiam saat melihat tanda merah di area dada milik Bianca.


"Bekas c*pang siapa itu?" tanya Daniela dengan ekspresi yang serius.


Bianca terdiam, ia baru ingat jika kemarin dirinya dan Samuel berciuman meski tidak sampai melakukan hal seperti itu tapi Samuel meninggalkan tanda merah di bagian dada miliknya.


"Emmm..." Bianca tidak bisa menjawabnya.


"Apa bekas Samuel?" tanya Daniel, Bianca hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih yang berjajar rapi.

__ADS_1


Daniela hanya bisa menghela nafas dengan kasar, lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Bianca.


Sementara Bianca hanya diam seraya memonyongkan bibirnya, karena ia tidak mengerti kenapa ibunya bersikap seperti itu.


__ADS_2