My Hot Maid

My Hot Maid
Rahasia Yurika


__ADS_3

Samuel duduk terdiam dengan kompres es batu di pipinya, setelah pulang ke rumah Samuel langsung menyadari jika pipinya bengkak karena di tampar terus menerus oleh Bianca.


"Wanita sialan!" Maki Samuel dengan nada kesal.


Lalu Samuel melihat handphone miliknya, ia melihat pesan chat dari Yurika karena selama beberapa hari Samuel sama sekali tidak menjawab panggilan dari Yurika.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, Samuel langsung bergegas pergi menuju kantor meski pipinya masih bengkak.


Sesampainya di kantor, banyak orang yang melihat Samuel dengan tatapan mata yang bingung dan heran saat melihat pipi bos nya bengkak.


Saat Samuel membuka pintu ruangannya, ia sudah melihat Yurika berada di sofa dengan senyuman hangat menyambut kedatangannya.


Tapi tatapan mata Yurika tertuju pada pipi Samuel yang bengkak, "Sayang, kamu kenapa?" tanya Yurika panik.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Yurika, Samuel malah balik bertanya.


"Tentu saja aku sangat merindukanmu, selama beberapa hari kau tidak pernah bisa di hubungi."


Samuel langsung mengabaikan Yurika, ia langsung duduk di kursi kebesarannya. Yurika dengan lembut berjalan dan memijat pundak Samuel, "Sayang, kapan kau akan menikahi ku? Keluarga ku terus bertanya."


"Sudah berapa kali ku bilang, aku akan menikah jika anak itu memang anak ku."


"Sayang, anak ini jelas-jelas anakmu. Kau tidak percaya kepada ku?"


"Yurika sebaiknya kau pulang, aku masih banyak pekerjaan."


"Emm.. Baiklah."


Yurika dengan wajah kesal langsung keluar dari ruang kerja Samuel, melihat kepergian Yurika. Pria itu langsung menelpon bawahannya untuk mengikuti kemana Yurika pergi.


Juna tiba-tiba masuk ke ruang kerja Samuel, pria itu hanya menatap dingin sepupunya yang masuk tanpa meminta izin.

__ADS_1


"Apa itu kekasih mu?"


"Emm.."


"Waw... Jadi kapan kau akan menikah dengannya?"


"Aku tidak akan menikah dengannya, tapi aku butuh bantuan mu."


"Apa?"


"Cari tahu darimana dia bisa mengenal Oma."


"Hah? Apa maksudmu aku tidak paham."


Samuel pun langsung menjelaskan bahwa Oma nya tiba-tiba menghubunginya dan menanyakan tentang Yurika. Wanita tua itu seakan memberikan restu untuk hubungan mereka berdua, dan Samuel sangat heran karena seingatnya Omanya paling menentang hubungannya dengan Yurika.


"Baiklah, tapi aku ingin meminta bayaran."


"Aku ingin pelayan cantikmu, kau tahukan selama ini aku sudah menjomblo dan sepertinya pelayan cantik mu itu cocok untuk di jadikan istri ku."


Brak...


Samuel langsung menggebrak meja dengan kencang, tatapan matanya langsung tertuju pada Juna. "Kau boleh meminta yang lain kecuali Bianca, jika kau masih menginginkan nya maka aku akan mematahkan kedua kaki mu!" Ancam Samuel dengan tatapan mata yang tajam dan aura membunuh.


Juna hanya bisa menelan air ludahnya sendiri, ia sempat gemetar melihat reaksi Samuel.


"Hahaha.. Aku becanda, aku hanya ingin mobil baru."


"Iya, aku akan membelinya nanti."


***

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Yurika tengah duduk di cafe tak beberapa lama seorang pria yang sama dengan waktu itu kembali datang.


"Bagaimana, apa kau mendapatkan informasi wanita yang bersama dengan Samuel?"


Panji tersenyum, "Aku tidak mendapatkan siapa wanita itu, tapi aku mendapatkan foto-foto ini."


Panji langsung memberikan sebuah amplop coklat kepada Yurika, wanita itu langsung membukanya. Seketika matanya langsung membulat sempurna saat melihat foto dua orang yang sangat ia kenal.


"Bianca, apa yang dia lakukan bersama dengan Samuel."


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka memiliki hubungan yang istimewa." Bisik Panji dengan senyuman di wajahnya.


Amarah mulai menyelimuti pikiran Yurika, tatapan matanya menunjukkan kebencian yang luar biasa.


"Tapi aku tidak peduli, lagi pula aku sudah mendapatkan dukungan dari Omanya Samuel dan kami akan melangsungkan pernikahan secepatnya."


Seketika Panji langsung tertawa terbahak-bahak, "Apa kau pikir aku tidak tahu kenapa wanita tua itu mendukung mu, kau memang licik Yurika. Tapi ingat bisa saja Samuel meninggalkan mu setelah ia tahu anak siapa yang ada di kandungan mu itu."


"Tutup mulutmu itu, ini anak Samuel."


"Hahaha... Iya iya terserah kau saja, tapi yang jelas aku tahu itu anak siapa."


Yurika terdiam dengan mata yang menatap tajam pria di depannya itu, "Yurika, kita sudah sangat lama tidak melakukan hal itu." Bisik Panji dengan mata yang menatap ke bagian tubuh Yurika.


"Kau gila yah?!" Maki Yurika dengan wajah kesal melihat tingkah kurang ajar Panji.


"Baiklah, jika kau tidak mau. Aku bisa membeberkan semua rahasia mu kepada Samuel, bagaimana?" Ancam Panji dengan senyuman di wajahnya.


Yurika mendengus kasar, "Baiklah, kita pergi ke hotel yang biasa. Aku akan memesan kamarnya sekarang!"


Yurika pun langsung bangkit dari tempat duduk dan pergi meninggalkan Panji begitu saja, pria itu tersenyum seraya menyalakan sebatang rokok miliknya lalu ia pun ikut pergi menuju tempat janjiannya dengan Yurika.

__ADS_1


__ADS_2