My Hot Maid

My Hot Maid
Mengunjungi diam-diam


__ADS_3

Bianca berjalan menyusuri lorong rumah sakit, setelah mengetahui jika Yurika sakit. Bianca sangat penasaran dengan penyakit Yurika saat ini.


Hingga kaki Bianca berhenti tepat di sebuah ruang rawat biasa, dari sela-sela gorden Bianca mengintip keadaan Yurika. Matanya langsung membulat sempurna saat melihat wajah Yurika yang pucat dengan tubuh yang kurus kering.


Seorang suster pun langsung menghampiri Bianca dan menepuk pundak wanita itu, Bianca yang terkejut hanya tersenyum.


"Maaf, anda ingin bertemu dengan siapa yah?" tanya Suster.


"Tidak, tapi apa boleh tahu. Wanita yang sedang di rawat di kamar ini, dia sedang sakit apa yah?" tanya Bianca penasaran.


Suster pun langsung menjelaskannya tentang kondisi Yurika dan juga biaya administrasi rumah sakit yang belum di bayar hingga saat ini.


Bianca hanya diam saat mendengar hal itu, lalu ia langsung pergi meninggalkan ruang rawat Yurika begitu saja.


Kini Bianca berada di tempat pembayaran administrasi rumah sakit, Bianca langsung melunasi semua tunggakan rumah sakit Yurika dan meminta pihak rumah sakit untuk melakukan pengobatan agar Yurika sembuh tapi Bianca juga meminta agar pihak rumah sakit menyembunyikan hal ini kepada Yurika.


Samuel yang mengetahui apa yang di lakukan oleh Bianca langsung menegur wanita itu, ia tidak setuju dengan apa yang di lakukan oleh Bianca.

__ADS_1


Baginya sikap buruk Yurika kepada Bianca sudah sangat keterlaluan dan Yurika memang pantas mendapatkan karma seperti itu.


"Samuel, aku tahu jika kau marah. Tapi aku hanya merasa kasihan dengan Yurika," jawab Bianca seraya menundukkan kepalanya.


"Baiklah untuk kali ini aku mengizinkan mu untuk membantu wanita itu, tapi setelah kau menikah dengan ku. Aku tidak mau lagi mendengar kau berhubungan lagi dengan wanita itu," ucap Samuel dengan nada tegas.


"Baiklah sayang."


Setelah itu Samuel langsung mengantarkan Bianca untuk pulang ke rumah, dan Daniela juga sudah menunggu kepulangan Bianca.


"Aku habis jalan-jalan sama Samuel."


Daniela langsung menjewer telinga Bianca, "Aww... Mama sakit." Rengek Bianca kesal.


"Sayang, kau sebentar lagi akan menikah dengan Samuel jadi kau tidak boleh bertemu dengan pria itu."


"What? Aturan dari mana itu?" tanya Bianca kesal.

__ADS_1


"Itu sudah aturan dari sana nya, jadi kau tidak boleh bertemu dengan Samuel. Jangankan bertemu, kau juga tidak boleh keluar dari rumah."


"Ma, ini jaman modern. Ngapain sih masih ngikutin tradisi aneh kayak gitu, lagi pula aku hidup di tahun 2023 bukan di tahun 90-an."


Setelah itu Bianca langsung kembali ke kamar, ia mulai berbaring di atas ranjang dengan tangan yang memegang cincin dari Samuel.


Entah kenapa semakin hari Bianca semakin gugup, sebentar lagi ia akan menikah dan ia semakin gugup menghadapi pernikahan.


Bahkan kadang Bianca berpikir untuk membatalkan pernikahan nya saja dengan Samuel karena dia belum siap menikah, "Arg.. Bagaimana ini, aku sangat gugup." Ucap Bianca setengah menjerit.


Bianca mulai memikirkan masa depannya dengan Samuel kelak, ia takut jika pernikahannya tidak akan seindah yang ia bayangkan selama ini.


"Bagaimana jika setelah aku menikah, dan Samuel malah selingkuh dengan wanita lain?" Ucap Bianca seraya memasang wajah panik.


"Arg... enggak bisa, aku gak mau kayak gitu. Tapi bagaimana jika setelah aku hamil, tubuh ku akan jelek lalu Samuel akan meninggal ku? Arg..."


Bianca hanya bisa merengek dan menjerit, ia tidak bisa membayangkan hal buruk tentang pernikahan nya dengan Samuel.

__ADS_1


__ADS_2