
Selama 1 minggu Bianca di kurung di rumah, setelah kejadian waktu itu Moris semakin kesal dan marah kepada Samuel karena pria itu sempat-sempatnya ingin menghamili Bianca agar hubungan mereka di restui.
Moris tidak henti-hentinya mengoceh dan memaki Bianca atas apa yang di lakukan oleh Samuel.
Kini Moris dan Daniela harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis, mereka menitipkan Bianca kepada kepala pelayan. Melihat kedua orang tuanya pergi, Bianca tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Ia lantas menghubungi Samuel agar menjemputnya di depan rumah, tapi yang kini ia harus pikirkan adalah bagaimana caranya agar ia bisa bertemu dengan Samuel karena penjagaan dari ayahnya sangat ketat.
Lalu terselip sebuah ide cemerlang di otak kecil Bianca, ia lantas menghubungi Samuel agar melakukan apa yang dia katakan.
Para penjaga yang ada di luar rumah, melihat seorang pria datang dengan pakaian berwarna. Ia membawa sebuah kotak berwarna hitam dengan ukuran yang cukup besar.
"Maaf, anda mau bertemu dengan siapa?" tanya Satpam seraya menghalangi jalan Samuel.
"Maaf Pak, saya si telpon oleh Nona Bianca ia meminta perawatan kuku di rumah." jawab Samuel.
Lalu Satpam pun langsung berbalik masuk ke dalam rumah untuk menanyakan hal itu, setelah melakukan konfirmasi kepada Bianca. Satpam langsung mempersilahkan Samuel untuk masuk ke dalam rumah.
Samuel berjalan dengan penyamaran yang sempurna, ia menggunakan sebuah kumis palsu dan tompel besar di pipinya.
Lalu Samuel di arahkan ke kamar Bianca oleh seorang pelayan, terlihat Bianca sudah menunggu di dalam kamar.
"Bi, kau bisa keluar. Aku ingin menikmati perawatan kuku tanpa gangguan dari siapa pun." Ucap Bianca.
"Baik Nona."
__ADS_1
Pelayan pun langsung pergi seraya menutup pintu kamar, Bianca langsung buru-buru mengunci pintu kamarnya.
Ia seketika tertawa melihat tampilan jelek Samuel, "Berhenti tertawa Bianca!" Ucap Samuel dengan tangan yang melepaskan tompel dan kumis palsu miliknya.
"Baiklah." Jawab Bianca.
Wanita itu langsung memeluk leher Samuel, ia tersenyum senang saat melihat kedatangan Samuel.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Samuel senang tangan yang memeluk pinggang kekasihnya.
"Entahlah, bagaimana jika kita santai-santai saja." Jawab Bianca.
"Baiklah."
Samuel langsung berbaring di atas ranjang dengan kepala yang berada di atas paha Bianca.
"Kenapa kau malah menyalahkan ku?" tanya Samuel yang merasa tidak berdosa.
"Ya tentu saja ini salah mu, kau malah bilang ingin DP duluan. Bahkan setelah itu untuk keluar rumah pun aku tidak bisa, harusnya jika kau ingin mengambil hati ayah ku, kau jangan bersikap seperti itu." Ucap Bianca yang berusaha untuk menasehati Samuel.
"Baiklah, tapi aku sungguh tak menyangka jika ayahmu itu sangat galak seperti seekor gorila."
Plak...
Samuel kembali memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh Bianca, "Kenapa kau malah menampar ku?" tanya Samuel yang kesal karena setiap ada apa-apa Bianca selalu saja menamparnya.
__ADS_1
"Tentu saja karena kau menyebut ayah ku seperti seekor gorila, jika ayah ku seekor gorila lalu aku apa? Monyet?" tanya Bianca yang kesal.
"Tentu saja kau juga seekor gorila, lagi pula mana ada gorila melahirkan seekor monyet."
Jawaban Samuel malah membuat Bianca semakin kesal, ia langsung mengambil bantal dan memukul wajah Samuel dengan keras.
Samuel seketika langsung bangkit, ia tersenyum senang melihat Bianca yang tengah kesal.
Lalu Bianca mengambil boneka dan bantal lain miliknya, ia langsung melemparkan semuanya ke arah Samuel.
"Ets.. Tidak kena." Ucap Samuel seraya tertawa meledak.
"Arg.. Samuel sialan, beraninya kau menyebut ku anak gorila!" Maki Bianca yang terus melemparkan bantal-bantal miliknya.
Hingga tangan Bianca meraba-raba di sekeliling ranjangnya dan sudah tidak ada lagi satu bantal pun yang tersisa.
Samuel tersenyum, ia langsung memungut bantal dengan sebuah senyuman mematikan pria itu malah melemparkan balik bantalnya ke wajah Bianca hingga wanita itu terjatuh ke atas ranjang.
Bukannya berhenti Samuel malah terus melemparkannya ke arah Bianca, wanita itu pun langsung bangkit dan melemparkan balik bantal-bantal itu ke arah Samuel.
Terdengar suara tawa dari keduanya, hingga Samuel berlari dan menerjang tubuh Bianca. Kemudian kedua tangannya menggelitiki pinggang Bianca hingga wanita itu tertawa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hahahaha... Hentikan Samuel,"
"Ini adalah hubungan yang pantas untukmu, aku tidak akan berhenti."
__ADS_1
Bianca terus tertawa, ia tidak kuat dengan rasa geli yang di berikan oleh Samuel kepadanya.