
"Kau gila yah, lepaskan!" Maki Bianca saat tangannya di tarik dan tubuhnya pun di dorong untuk masuk ke dalam mobil.
Samuel langsung menutup pintu mobil dengan kencang, ia berjalan ke kursi pengemudi dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Samuel, apa yang kau lakukan! Pelan kan mobilnya, aku tidak ingin mati muda." Teriak Bianca dengan ekspresi ketakutan.
"Sekarang kau berani memanggil nama ku? Ingat aku masih majikan mu!"
"Enggak, aku sudah mengundurkan diri. Jadi jangan ganggu aku dan sebaiknya kau urus Yurika kesayangan mu itu."
Samuel langsung menghentikan mobilnya, ia melihat ke arah Bianca dengan tatapan mata yang tajam.
"Sejak kapan kau bersama dengan pria brengsek itu?!" Tanya Samuel dengan ekspresi wajah yang marah.
"Bukan urusanmu! Dan jangan kau campuri urusan ku, sebaiknya kau segera menikahi kekasih kesayangan mu itu sebelum perutnya membesar."
"Bianca jangan menguji kesabaran ku!"
"Siapa yang menguji kesabaran mu, bukankah ini yang selalu kau inginkan? Kau sangat tidak suka dengan kehadiran ku, jadi aku akan menghilang dari hidup mu dan aku akan menikah dengan pria yang mencintai ku. Lalu kami akan bahagia di Inggris!"
Mendengar hal itu Samuel semakin marah. "Jangan berharap kau bisa menikah dengan pria itu! Aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk menikah dengannya."
"Heh." Bianca tersenyum mengejek saat mendengar perkataan dari Samuel. "Memangnya aku butuh izin darimu untuk menikah? Kau bukan siapa-siapa di hidup ku, dan lagi kenapa kau bisa menikah dengan Yurika sementara aku tidak boleh menikah dengan pria lain! Kau bukan ayah ku, kau juga juga bukan ibu. Kau hanya orang asing yang sebentar lagi akan menjadi adik ipar ku."
__ADS_1
Samuel kembali melajukan mobilnya, Bianca tersenyum pahit melihat ke bungkaman Samuel tentang perkataannya.
"Waw.. Sekarang kau bahkan tidak mengelak sama sekali, jadi ku harap kau menderita bersama dengan Yurika!" Maki Bianca dengan nada tinggi.
Samuel hanya diam, ia tetap mengemudikan mobilnya hingga berhenti di sebuah rumah yang sangat jauh dari perkotaan.
"Dimana ini?" tanya Bianca dengan mata yang mulai waspada.
Samuel langsung turun dari mobil, ia langsung membuka pintu mobil Bianca dan menarik paksa wanita itu.
"Lepaskan, apa yang kau lakukan!" maki Bianca yang memukul-mukul tangan Samuel.
Tapi pria itu lebih kuat darinya, ia menarik tangan Bianca dan membawanya masuk ke dalam rumah yang sudah lama tidak di huni.
"Kau akan tinggal di sini dan aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk keluar dari rumah ini." Ucap Samuel dengan kedua tangan yang mencengkram pundak Bianca.
"Aku punya hak." Jawab Samuel dengan tatapan mata yang serius.
"Aku tidak mau di kurung di sini, sebaiknya kau kurung kekasih mu itu! Bukan aku. Jika sampai George tapi apa yang kau lakukan kepada ku, dia tidak akan pernah memaafkan mu."
Mata Samuel langsung menatap tajam saat mendengar namanya George, "Memangnya dia akan tahu dimana kau berada?" Samuel pun langsung mengambil tas Bianca dan menyita handphonenya.
"Samuel, kembalikan. Apa kau gila?!"
__ADS_1
"Iya gila! Kenapa? Kau selama ini selalu menggoda ku dan mengatakan jika kau hanya akan menggoda ku saja. Tapi kenyataannya kau malah bersama dengan pria itu!" Teriak Samuel dengan ekspresi yang kesal.
Bianca ketakutan untuk pertama kalinya ia melihat sosok Samuel yang seperti ini.
"Iya karena kau kekasih adik ku! Aku tidak mungkin menggoda adik ipar ku sendiri." Jawab Bianca.
"Sudah berapa kali ku katakan, aku tidak akan menikah dengan Yurika."
Bianca hanya bisa menghela nafas, ia tidak habis pikir dengan perilaku Samuel yang sangat nekat bahkan pria itu malah menculiknya ke tempat terpencil.
"Samuel, ku mohon. Antar kan aku pulang." pinta Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.
Samuel langsung menatap Bianca dengan tatapan mata yang iba, ia melihat wanita kecil itu kini hanya menundukkan kepalanya.
"Sudah ku bilang, kau akan tinggal di sini." Bisik Samuel dengan nada yang lembut.
"Kenapa kau melakukan ini kepada ku? Apakah kau belum puas membuat ku sakit hati, kau selalu menghina ku habis-habisan bahkan kau juga menghamili adik ku."
Bianca langsung berbalik membelakangi Samuel, ia mulai menangis. Samuel merasa sangat kasihan, pria itu langsung memeluk Bianca dari belakang dengan lembut.
"Ku mohon, berhentilah menangis." Pinta Samuel dengan bibir yang mencium leher Bianca.
Tapi Bianca malah menangis lebih keras, wanita itu langsung berbalik dan memukul-mukul dada Samuel seraya menangis.
__ADS_1
"Kau jahat! Aku membencimu.. Hiks... Hiks.. Hiks..."
Samuel hanya diam dengan tangan yang memeluk erat tubuh Bianca.