My Hot Maid

My Hot Maid
Menahan rasa malu


__ADS_3

Samuel tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, di sampingnya ada Bianca yang tengah duduk seraya memegangi perutnya.


Lalu pikiran Samuel teringat dengan momen saat Bianca kembali memakinya habis-habisan.


Flashback.


"Membeli pembalut, tapi tempat ini sangat jauh dari super market." Ucap Samuel.


"Itu semua salahmu, kenapa kau membawa ku ke tempat terpencil seperti ini. Dan aku tidak mau tahu, bawa pembalut untuk ku!"


"Oke oke, tapi mungkin akan memakan waktu berjam-jam."


"Kau gila yah!? Kau ingin aku mati di sini, cepat bawakan tas milik ku."


Samuel langsung berjalan ke meja rias dan mengambil tas milik Bianca, lalu wanita itu mengeluarkan sebuah benda putih dari tas nya.


"Kenapa kau diam di sana? Kau ingin mengintip ku memakai pembalut? cepat keluar?!" Teriak Bianca dengan nada tinggi.


Flashback off.


Samuel hanya bisa menghela nafas seraya menahan emosi di hatinya, harusnya wanita itu bilang dari awal jika ia memiliki pembalut tapi Bianca malah marah-marah kepadanya.


Cukup lama melajukan mobilnya, Samuel berhenti di sebuah Alfamart. Lalu matanya melihat ke arah Bianca yang tengah duduk seraya memainkan handphone milik wanita itu.


"Sudah sampai, cepat turun!" Ucap Samuel.


Mendengar hal itu Bianca menyipitkan matanya lalu melihat ke arah Samuel. "Kau menyuruhku untuk membeli pembalut?" tanya Bianca.


"Tentu saja."


"Apa kau tidak punya hati, aku sedang sakit perut dan kau malah menyuruh ku."


"Jadi maksudmu, aku yang harus beli."


"Tentu saja, siapa lagi."

__ADS_1


"Apa kau gila, aku seorang pria. Bagaimana tanggapan orang-orang yang ada di Alfamart, mereka pasti akan menertawakan ku, lagi pula untuk apa kau beli pembalut lagu. Bukankah tadi kau sudah menggunakannya."


"Kau gila yah, mana mungkin aku menggunakan pembalut yang sama selama 1 Minggu, kau ingin barang milik ku terkena penyakit atau bakteri. Cepat turun!"


Samuel dengan tatapan tajam dan kesal langsung turun, ia membanting pintu mobil dengan kencang.


Pria itu mulai berjalan ke dalam Alfamart, mata Samuel melihat banyak pengunjung yang tengah berbelanja. Lalu ia mengambil keranjang belanjaan, mata Samuel melihat ke area pembalut wanita.


"Sial!" Samuel berjalan pergi ke area minuman, Samuel langsung mengambil sebotol Good day dan memasukkannya ke keranjang.


Kini kaki Samuel kembali melangkah ke area pembalut, ia bingung mau mengambil yang mana.


Tanpa banyak pikir Samuel mengambil 1 bungkus pembalut dari setiap merek yang ada di Alfamart.


Dengan wajah yang memerah menahan rasa malu, Samuel langsung berjalan ke arah kasir. Kasir Alfamart yang melihat pembalut pun hanya tersenyum.


"Ada yang mau di tambah lagi kak, kami sekarang ada promo-"


"Tidak ada, cepat hitung dan bungkus." Jawab Samuel dengan tatapan mata tajam seraya menahan malu.


"Baik."


Dengan wajah kesal Samuel mengambil kopi Good day miliknya dan meminumnya.


"Kau membeli pembalut sebanyak ini?" tanya Bianca seraya tertawa.


"Jangan banyak ngomong, pakai saja. Sekalian kau pakai 10 lapis." Maki Samuel.


"Etz.. Santai dong, kok marah-marah gitu sih!"


Samuel tersenyum dengan mata yang menatap ke arah Bianca. "Aku tidak marah-marah kok, lalu sekarang kita ke mana. Tuan putri?"


"Hehehe.. Aku ingin pergi ke toko pakaian dalam."


Samuel langsung mengerutkan keningnya saat mendengar toko pakaian dalam. "Untuk apa?"

__ADS_1


"Tentu saja untuk membeli CD baru! Punya ku sudah kotor dan ingin ganti yang baru."


"Bukankah kau punya banyak di rumah ku untuk apa beli yang baru." Tanya Samuel karena ia merasakan firasat buruk.


"Enggak mau, pokoknya aku mau beli yang baru."


Samuel hanya bisa kembali menghela nafas, ia langsung melajukan mobilnya ke toko pakaian dalam.


Sesampainya di sebuah mall, Samuel kembali di suruh untuk membela CD dan obat untuk Bianca.


Pria itu dengan wajah yang memerah terus berjalan masuk ke sebuah toko pakaian dalam wanita, banyak wanita yang tengah berada di toko langsung melihat ke arah Samuel.


"Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Sambut pelayan dengan senyuman ramah.


"Tolong carikan CD wanita untuk ku ukuran L." Bisik Samuel.


Pelayan pun tersenyum, lalu ia mengajak Samuel untuk ke bagian pakaian dalam yang Samuel minta.


"Kami memiliki beberapa varian, anda ingin yang seperti apa, Tuan?"


Samuel melihat di depannya terdapat banyak varian CD yang sangat hot dan membuat wajah Samuel memerah.


"Carikan yang biasa saja, jangan yang seperti ini."


"Baik Tuan," ucap pelayan yang langsung mengambilkan 12 CD untuk Samuel.


Setelah selesai Samuel langsung membayar dan bergegas pergi meninggalkan toko pakaian dalam dengan wajah yang memerah sempurna.


"Sialan, kau Bianca!" Maki Samuel, lalu Samuel langsung pergi ke apotek untuk membeli obat.


Setelah semua selesai, Samuel tidak lupa membeli beberapa cemilan untuk Bianca. Lalu Samuel langsung kembali ke parkiran, ia melihat Bianca dengan senyuman bodoh tengah menyambutnya.


"Mana pesanan ku?"


"Ini!" Samuel langsung melemparkan paper bag ke arah Bianca.

__ADS_1


Bianca hanya memonyongkan bibirnya tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali, kemudian Samuel langsung mengemudikan mobilnya menuju perumahan tempatnya tinggal.


"Ini adalah hari terburuk dalam hidup ku." Gumam Samuel dengan wajah kusut.


__ADS_2