
Samuel berjalan mendekati rumah Bianca, ia sudah membulatkan tekadnya untuk bertemu Bianca hari ini meski para penjaga akan menghalanginya.
Tapi Samuel merasa heran saat para penjaga rumah Bianca malah mengizinkan nya masuk, hingga Samuel masuk ke dalam rumah Bianca tapi bukan Bianca yang ia lihat melainkan sosok Moris yang tengah duduk di atas sofa seraya menunggu nya.
"Selamat siang, ayah mertua." Sapa Samuel dengan senyuman di wajahnya, ia berusaha untuk bersikap sopan kepada Moris.
Moris menatap Samuel dengan tatapan kesal dan marah, ia langsung bangkit. Tanpa memberikan aba-aba, Moris langsung memberikan tinjuan tepat di perut Samuel.
"Arg..." Samuel yang belum siap menerima pukulan langsung terjatuh dengan tangan yang memegang perutnya.
Moris yang masih belum puas kembali berjalan ke arah Samuel, ia menendangi pria itu tanpa rasa ampun.
Bianca yang berada di kamar mendengar keributan dari lantai bawah, ia dengan rasa malas langsung keluar dari kamar tapi tatapan matanya langsung tertuju pada Moris yang tengah menendangi Samuel.
"Ayah hentikan!" Teriak Bianca seraya berlari ke arah Samuel.
Moris yang mendengar teriakan Bianca langsung berhenti, ia kini melihat putrinya langsung berlari ke arah Samuel.
"Samuel, apa kau baik-baik saja?" tanya Bianca seraya membantu pria itu untuk bangkit.
"Iya aku baik." Jawab Samuel, meski sebenarnya ia merasa kesakitan karena di pukuli oleh Moris habis-habisan.
"Ayah, apa yang kau lakukan? Kenapa kau malah memukuli Samuel." Bianca kini mengalihkan pandangannya ke arah Moris.
__ADS_1
"Itu wajar ku lakukan dan kamu jangan melindungi pria itu, gara-gara keluarga nya kau di hina habis-habisan seperti itu. Ayah mana yang tidak akan marah jika anak kesayangannya yang ku rawat dengan baik tapi malah di hina seperti itu!" Maki Moris dengan emosi yang meluap-luap.
"Ayah mertua, aku sama sekali tidak mengetahui jika Bianca di aniaya oleh Oma ku. Aku baru saja mengetahui nya tadi pagi," ucap Samuel berusaha untuk membela dirinya.
"Alasan!" Jawab Moris yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Samuel.
"Stop ayah, jangan menyalahkan Samuel. Dia memang tidak tahu dan aku sengaja tidak memberitahukan nya tentang hal ini." Ucap Bianca.
"Kenapa kau melakukan hal itu? Bianca, kau adalah wanita yang sangat cantik. Jangan pernah membuat dirimu jadi rendah bahkan sampai mengemis-ngemis cinta kepada pria itu dan juga keluarganya." Ucap Moris dengan nada tinggi, ia masih tidak terima dengan perlakuan Oma Ilona terhadap putrinya.
"Ayah mertua jika aku mengetahui apa yang di lakukan oleh Oma terhadap Bianca, aku juga pasti akan menghentikan aksi mereka tapi aku sama sekali tahu." Samuel kembali membela dirinya.
"Stop Ayah, kita bicarakan masalah ini nanti. Aku ingin mengobati luka Samuel," ucap Bianca.
"Ayah, please."
Moris hanya bisa menghela nafas, ia pun mengalah dan pergi meninggalkan Bianca bersama dengan Samuel di ruang tamu.
"Kenapa kau malah datang ke sini, apa kau lupa bagaimana galaknya ayah ku." Omel Bianca seraya mengobati luka Samuel.
"Aw.. Pelan-pelan, tentu saja aku khawatir kepada mu. Selama beberapa hari kau tidak ada kabar dan aku melihat video mu di hina oleh Oma Ilona. Kenapa kau tidak bilang kepada ku jika wanita tua itu membully mu?"
Bianca melihat ke arah Samuel, ia heran kenapa pria itu tidak marah kepadanya. "Kau tidak marah kepada ku?" tanya Bianca.
__ADS_1
"Marah? Untuk apa aku marah."
"Iya karena gara-gara aku, Oma mu kini menjadi bahan bullyan netizen di internet."
"Itu semua salah mereka, harusnya kau memberitahu ku. Aku merasa tidak berguna sebagai kekasih karena tidak bisa melindunginya mu." Samuel terdiam dengan tatapan mata yang sedikit sendu.
"Aku hanya tidak ingin kau khawatir kepada ku, tapi bagaimana keadaan Oma Ilona?" Bianca merasa penasaran dengan kondisi wanita tua itu setelah apa yang dia lakukan.
"Oma sekarang tengah di rawat di rumah sakit, setelah kejadian itu penyakit jantung nya kambuh."
Bianca terdiam dengan tatapan mata yang membulat sempurna, ia tidak menyangka apa yang dia lakukan membuat wanita tua itu kini masuk ke rumah sakit.
"Aku sangat menyesal karena ulah ku, Oma malah masuk ke rumah sakit." Bianca menundukkan kepalanya, ia yakin jika Samuel pasti akan membencinya.
"Kenapa harus menyesal, sekali-kali memang wanita tua itu harus di berikan pelajaran. Dari dulu sikapnya tidak pernah berubah selalu saja membully orang-orang yang tidak dia sukai dengan cara yang sadis," ucap Samuel dengan nada santai.
Bianca menatap tajam ke arah Samuel, "Kau gila yah, dia Oma mu."
"Aku tidak peduli, yang terpenting adalah Kekasih ku baik-baik saja."
"Dasar cucu durhaka, kau ingin di kutuk jadi batu!"
Samuel seketika tertawa saat mendengar perkataan dari Bianca, lalu ia memeluk Bianca dan membelai rambut wanita itu.
__ADS_1