My Hot Maid

My Hot Maid
Tidak merestui


__ADS_3

Bianca berjalan masuk ke dalam rumah, wajahnya memancarkan perasaan senang dan bahagia. Tangannya terus memegang kalung yang terpasang di leher jenjangnya, untuk pertama kalinya Bianca sangat bahagia ketika mendapatkan sebuah hadiah dari seseorang.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat Ayah dan Ibunya sudah berdiri di ruang tamu dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.


"Ayah Ibu, ada apa?" tanya Bianca yang merasa heran karena ia merasakan tatapan tidak bersahabat dari kedua orang tuanya.


"Darimana saja kau?" tanya Daniela dengan tatapan dingin.


Bianca termenung sejenak, ia heran melihat ekspresi Daniela yang tidak biasa karena seingatnya Daniela tidak pernah berbicara dengan ekspresi atau nada yang sedingin itu.


"Aku habis jalan-jalan." Jawab Bianca, ia merasa tidak nyaman dengan tatapan dan pertanyaan yang di lontarkan oleh kedua orang tuanya.


"Dengan pria itu?" tanya Moris dengan tatapan mata yang tidak kalah dingin, Bianca hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Memangnya siapa yang mengizinkan mu untuk pergi dengan pria itu?" Sambung Moris.


Bianca menyipitkan matanya, "Ayah, Samuel itu kekasih ku dan lagi Ayah jangan kekanak-kanakan dong sampe ngelarang aku berhubungan dengan Samuel."

__ADS_1


Moris menghela nafas, "Sekarang kau bisa menyebut ayah mu ini kekanak-kanakan karena kau belum menjadi orang tua, dan lagi setelah apa yang keluarga nya lakukan kepada mu, kau masih menginginkan pria itu?" tanya Moris dengan emosi yang membara di hatinya.


"Ayah aku sudah berkali-kali menjelaskan, semua itu aku yang merencanakannya dan tidak ada hubungannya dengan Samuel."


"Jelas ada! Jika dia bisa bersikap lebih bijak, hal seperti itu tidak akan terjadi." Jawab Moris dengan nada yang tinggi.


Bianca yang kesal langsung pergi begitu saja meninggalkan Moris dan Daniela, ia sangat kesal dan benci dengan sikap kedua orang tuanya yang mengekang hubungan asmaranya.


Ia sudah dewasa dan ia bisa memiliki pasangan hidupnya, kenapa hidupnya harus di atur seperti itu.


Daniela berjalan pelan memasuki kamar Bianca, ia melihat putrinya tengah berbaring di atas ranjang dengan suara isak tangis.


Bianca tidak menoleh dan menjawab sama sekali, wanita itu memilih untuk diam dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal.


"Mama tahu kau pasti marah dengan apa yang di katakan oleh ayahmu, tapi semua itu kami lakukan demi kebaikan mu."


Bianca langsung berbalik, "Kebaikan ku? Bukan untuk kebaikan ku tapi untuk ego kalian." Jawab Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bianca mungkin menurut mu kami jahat, tapi ini memang naluri seorang orang tua. Memangnya orang tua mana yang tidak akan marah jika ada anggota keluarga dari kekasih anaknya menghina putri mereka? Dan Bianca, jika suatu saat kau menjadi seorang Ibu. Apakah kau akan menyetujui hal itu?"


Bianca terdiam sesaat, "Tapi Ma, Samuel itu berbeda. Dia pasti akan menjaga ku dengan baik, dia sangat mencintai ku."


"Oke, jika benar Samuel mencintai mu. Tapi kenapa hal seperti itu sampai terjadi? Jika dia bisa mencintaimu, dia pasti bisa membujuk Oma nya untuk menyukai mu. Bukan malah kau yang berusaha sampai di permalukan seperti itu. Satu lagi jika dia mencintai mu dan ingin menikah denganmu, apakah dia sudah berusaha untuk menunjukkan keseriusan nya kepada kami? Tidak, bahkan sampai detik ini setiap kali kalian dari rumah. Kau malah pergi secara diam-diam. Harusnya jika dia menghargai kami sebagai orang tua mu, dia sendiri yang datang langsung dan meminta izin kepada ku dan ayahmu. Bukan malah diam di depan rumah dan meminta mu untuk pergi secara diam-diam."


Bianca termenung, ia tidak menyangka jika Ibunya memiliki pikiran yang se kritis itu.


"Ma, bukan Samuel yang menyuruh ku untuk pergi diam-diam. Tapi itu keinginan ku sendiri," ucap Bianca.


"Stop Bianca, jangan pernah membela pria itu. Jika pun itu keinginan mu, harusnya Samuel melarang mu melakukan hal seperti itu dan bukan malah mendukung mu untuk pergi secara diam-diam."


Bianca semakin bingung, mau bagaimana dia membela Samuel di mata kedua orang tuanya nama Samuel sudah sangat baik.


"Dan Bianca apa kau ingat saat makan malam ketika Samuel masih bersama dengan Yurika, anak itu bahkan tidak menunjukkan sopan santun sama sekali kepada ku dan ayahmu." Sambung Daniela.


Bianca pun bangkit, ia berusaha untuk menjelaskan jika Samuel bukan orang yang buruk. Dia adalah pria yang sangat baik dan mencintainya, tapi Daniela hanya menggelengkan kepalanya dan enggan untuk mendengarkan penjelasan dari Bianca.

__ADS_1


Daniela langsung bangkit dan segera keluar dari kamar Bianca, kini Bianca hanya bisa duduk termenung dengan pemikiran yang kacau. Ia tidak menyangka apa yang dia lakukan malah berimbas kepada Samuel dan kini nama Samuel malah di cap jelek oleh kedua orang tuanya.


__ADS_2