
Samuel langsung mengerutkan keningnya, ia merasakan wajah Bianca tengah bergerak-gerak di dada bidang bidang miliknya. Dengan cepat pria itu memegang kepala Bianca dan menjauhkannya dari dirinya.
Bukannya air mata tapi sebuah senyuman mesum terlihat jelas di wajah Bianca, "Bianca! kau menipu ku lagi?!" maki Samuel dengan suara lantang.
"Aku tidak penipu mu, tapi kau yang ingin memeluk ku. Jadi di sini akulah korban nya, jadi peluk aku lagi!" Rengek Bianca seraya merentangkan tangannya.
"Tidak!" Samuel langsung bangkit dan hendak pergi.
"Tuan." Panggil Bianca.
"Ada apa?" tanya Samuel dengan nada malas.
"Sepertinya kau harus segera mencari pembantu baru."
Samuel langsung terdiam, ia pun melihat ke arah Bianca dengan tatapan dingin tapi di dalam benaknya ia terkejut.
"Apa maksudmu?" tanya Samuel.
"Setelah akhir pekan ini aku akan keluar dan mencari majikan baru." Jawab Bianca seraya memonyongkan bibirnya.
"Majikan baru? Kenapa?" tanya Samuel dengan tatapan mata serius.
"Iya karena kau akan menikah dan sudah memiliki kekasih, jadi aku akan mencari majikan baru yang masih jomblo." Jawab Bianca tanpa rasa malu sama sekali.
Mendengar hal itu Samuel tidak suka, ia tidak ingin melihat Bianca bekerja di tempat lain.
"Tidak, kau tidak bisa berhenti bekerja dari tempat ku!" Ucap Samuel dengan nada tinggi.
"Kenapa tidak bisa, ini hak ku. Lagi pula sekarang kau sudah memiliki kekasih jadi aku tidak mungkin menggoda mu lagi seperti dulu." Jawab Bianca yang berjalan ke arah lemari pakaian miliknya.
Samuel langsung menghampiri Bianca, ia langsung memegang tangan Bianca. "Aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk berhenti."
__ADS_1
"Kenapa? Bukankah kau harusnya senang karena setelah aku pergi, kau bisa mendapatkan pembantu yang bekerja dengan benar tidak seperti ku! Bukankah kau selalu menghina ku karena tidak bisa menjadi pembantu yang benar." Bianca langsung melepaskan tangannya dari tangan Samuel.
"Aku bilang tidak ya tidak!"
Bianca yang tengah membelakangi Samuel langsung tersenyum tipis, lalu wanita itu kembali berbalik dengan mata yang menatap ke arah Samuel.
"Kenapa?" tanya Bianca dengan senyuman di wajahnya.
Samuel terdiam, ia baru sadar depan apa yang telah ia lakukan.
"Tidak kenapa-kenapa!" Bentak Samuel, pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Bianca.
Setelah kepergian Samuel, Bianca langsung tertawa. Ia masih membayangkan wajah panik Samuel kepadanya, "Apa pria itu mulai menyukai ku dan tidak ingin aku jauh darinya." Gumam Bianca.
Samuel kini berada di kamarnya, ia tengah duduk di atas ranjang dengan tangan yang mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Apa yang ku lakukan? Kenapa aku malah melarang wanita itu pergi? Harusnya aku senang jika dia mengundurkan diri."
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Samuel, pria itu sudah menebak pasti Bianca.
Dengan ekspresi datar dan tatapan tajam, Samuel langsung membuka pintu.
Di depannya sudah berdiri Bianca dengan raut wajah yang aneh, "Ada apa?" tanya Samuel dengan mata yang menatap tajam wanita di depannya.
"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?"
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung Samuel tiba-tiba berdetak kencang, saat mendengar perkataan Bianca. Apakah Bianca akan menanyakan perasaannya kepada wanita itu?"
__ADS_1
"Pria yang di Inggris saat itu siapa?" tanya Bianca dengan wajah polos.
Seketika atmosfer berubah menjadi dingin, Bianca yang melihat perubahan pada diri Samuel langsung terdiam.
"Tuan, kau kenapa?" tanya Bianca.
"Memangnya untuk apa kau bertanya tentang pria itu?" tanya Samuel dengan nada tinggi dan ekspresi yang datar.
"Iya bisa saja kan, pria itu kekurangan pembantu jadi aku akan melamar menjadi pembantu di tempatnya."
Mendengar hal itu membuat Samuel semakin marah dan jengkel, ia langsung menarik Bianca masuk ke dalam kamar dan melemparkannya ke atas ranjang.
Bianca terdiam, lalu Samuel mendekati Bianca dan mencengkram dagu wanita itu.
"Apakah kau ingin menggoda pria itu sama seperti kau menggoda ku?" tanya Samuel dengan mata yang menatap tajam ke arah Bianca.
Dan dengan bodohnya Bianca menganggukkan kepalanya yang membuat Samuel semakin murka.
"Pria itu tidak akan membutuhkan pembantu seperti mu!" Jawab Samuel kesal.
Bianca hanya diam, ia tidak berani melawan perkataan Samuel yang kini tengah marah. Lalu tiba-tiba Samuel mencium bibir Bianca yang membuat Bianca terkejut.
Perlahan Samuel ******* bibir wanita itu dan Bianca pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung membalas ciuman dari pria di depannya.
Hingga Samuel tersadar atas apa yang tengah ia lakukan, secara perlahan Samuel melepaskan cengkraman tangan. Ia melihat ke arah Bianca yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Samuel tanpa banyak bicara langsung pergi begitu saja meninggalkan Bianca, "Tuan tadi baru saja mencium ku?" ucap Bianca dengan tatapan mata yang tidak percaya.
Samuel kini berjalan seraya mengambil kunci mobilnya, ia masih berpikir keras. Kenapa dirinya malah mencium wanita itu?
"Arg.. Sial! Apa yang ku lakukan, kenapa aku malah mencium wanita itu."
__ADS_1
Samuel langsung masuk ke dalam mobil, dengan perasaan yang campur aduk Samuel langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat untuk melampiaskan semua amarah dan kekesalannya.