My Hot Maid

My Hot Maid
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.


__ADS_3

Selama 2 hari Bianca hanya duduk terdiam di dalam kamar, ia seperti tidak memiliki gairah dalam melakukan kegiatan.


Moris dan Daniela merasa sangat sedih melihat kegalauan Bianca, tapi mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada Bianca.


Daniela berjalan menghampiri Bianca, ia berusaha untuk menghibur Bianca yang terus murung tanpa sebab.


Daniela juga melihat ponsel Bianca terus berdering tapi wanita itu mengabaikan panggilan dari seseorang, Daniela yang penasaran langsung melihat siapa yang menelpon putrinya.


Raut wajahnya seketika berubah saat melihat nama Samuel yang ada di layar ponsel Bianca, Daniela sudah menebak jika Samuel lah yang membuat putrinya murung seperti itu.


Daniela langsung mengatakan kepada Moris, pria itu seketika marah. Ia sudah menebak jika berandalan itulah yang membuat putrinya murung.


Di saat Moris hendak pergi, Bianca memanggil namanya.


"Ayah." Panggil Bianca.


Daniela dan Moris langsung berbalik, mereka tersenyum senang saat melihat putrinya sudah tidak murung lagi.


"Sayang, Mama sangat cemas kepada mu. Selama 2 hari ini kau terus murung dan tidak mau keluar kamar." Daniela memeluk putrinya dengan lembut, ia mengelus rambut Bianca.


"Maaf Ma, aku telah membuat kalian khawatir."


"Tidak apa-apa sayang, tapi coba jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi kepada mu?"

__ADS_1


"Aku hanya sedang datang bulan jadi suasana hati ku tidak menentu." Bianca tersenyum seraya memegang tangan Daniela, ia berusaha meyakinkan ibunya agar tidak khawatir tentang dirinya.


"Baiklah, Mama percaya kepadamu. Tapi jika ada apa-apa, kau harus ceritakan semuanya. Mama janji akan membantumu dalam menghadapi masalah."


Bianca tersenyum, lalu ia mengajak kedua orang tuanya untuk makan siang bersama.


***


Kini Bianca tengah duduk di dalam kamar, ia melihat pesan chat yang masuk dari Samuel tapi wanita itu memilih untuk mengabaikan semua pesan chat dari pria itu.


Hingga satu pesan chat langsung menarik perhatiannya, sebuah senyuman tiba-tiba muncul di wajah Bianca.


"Bianca, maafkan Oma yah. Saat makan malam Oma malah pulang duluan karena ada teman Oma yang mengajak untuk berbelanja."


Bianca langsung membalasnya dengan ramah, kini Oma Ilona mengajak Bianca untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang ada di mall.


Di sisi lain, Samuel merasa cemas dan gelisah. Ia terus menghubungi Bianca tapi wanita itu tidak menjawab satupun panggilan darinya, bahkan pesan chat darinya hanya di baca tanpa di balas.


"Bianca, ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba mengacuhkan ku." Gumam Samuel, ia takut jika Bianca salah paham tentang hubungan Yurika dan Ilona.


Sejujurnya Samuel juga terkejut dengan kedekatan Yurika dan Ilona, ia tidak habis pikir jika wanita itu bisa mendekati Ilona di saat mereka sudah tidak memiliki hubungan sama sekali.


Hingga terdengar ketukan di pintu masuk, Samuel dengan malas langsung menyuruh orang tersebut untuk masuk.

__ADS_1


Tapi tatapannya seketika berubah saat melihat Ilona bersama dengan Yurika.


"Untuk apa kalian datang ke sini?" tanya Samuel dengan tatapan mata tajam.


"Tentu saja untuk membahas pernikahan mu dengan Yurika." Jawab Ilona seraya duduk di atas sofa.


"Memangnya siapa yang akan menikahi wanita yang sudah tidur dengan puluhan pria. Maaf tadi aku terlalu berharga untuk bisa di miliki oleh wanita murahan seperti Yurika." Jawab Samuel dengan senyuman mengejek.


"Samuel jaga mulutmu."


"Oma tahu siapa aku dari kecil?! Oma juga tahu bagaimana watak ku, meski kau memaksa ku. Aku tidak akan pernah mau menikahi Yurika."


"Tapi dia sedang hamil anakmu." Ilona langsung meninggikan nada bicaranya.


"Aku tidak peduli, tapi yang jelas aku tidak akan pernah menikahi wanita yang sudah tidur dengan pria lain. Dan Oma, apa yang kau dapatkan dari wanita itu?" tanya Samuel dengan tatapan mata yang tajam.


"Apa maksudmu?"


"Kau terus memaksa ku untuk menikah dengan wanita itu, dan aku yakin kau juga tidak tuli atau buta. Kau pasti tahu scandal apa yang sudah di lakukan oleh Yurika. Tapi kau masih tetap ingin menjadikan wanita itu sebagai cucu menantu mu? Lalu bagaimana tanggapan orang-orang yang mengetahui setiap scandal Yurika?"


Ilona terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Samuel.


"Mas, kau tidak boleh seperti itu. Oma sudah tua dan kau tidak bisa menekannya, bagaimana jika Oma malah sakit." Yurika langsung membela Ilona.

__ADS_1


"Siapa kau? Aku sedang tidak bertanya kepada mu."


Melihat tanggapan Samuel yang seperti itu, Yurika langsung mengajak Ilona untuk segera pergi dari ruang kerja Samuel.


__ADS_2