
Bianca tengah berjalan santai, sebuah senyuman mungkin di wajahnya. Lalu matanya melihat ke arah pria yang tengah memegang tangannya dengan lembut.
"Kau menipu para penjaga ku, bagaimana jika mereka tahu?" tanya Bianca dengan senyuman di wajahnya.
"Aku tidak peduli, lagi pula kau juga senang kan jalan-jalan di sore hari bersama ku?"
"Emm.. Senang." Jawab Bianca seraya menggandeng tangan kekasihnya.
Matanya melihat mata hari yang mulai tenggelam, lalu ia mengajak Samuel untuk duduk di kursi taman.
"Aku haus." Bisik Bianca dengan kepala yang bersandar di pundak Samuel.
"Kau tunggu di sini, aku akan membelikan minuman untuk mu."
Bianca tersenyum, lalu Samuel langsung pergi untuk membeli minuman. Di saat menunggu Bianca melihat seorang wanita bersama dengan wanita tua melihat ke arahnya, tatapan mata Bianca seketika berubah tidak ramah saat melihat wanita yang sangat ia kenal.
"Bianca, bagaimana kabarmu." Sapa Yurika dengan senyuman lembut.
Tapi Bianca hanya tersenyum tipis, ia tahu bagaimana watak wanita itu.
"Kabar ku sangat baik," jawab Bianca seraya tersenyum.
"Emm.. Baguslah dan kenalkan ini Nenek mertua ku." Yurika langsung mengenalkan wanita tua yang bersamanya.
__ADS_1
Bianca hanya tersenyum, ia melihat tatapan mata wanita tua di hadapannya. Ia melihat sebuah tatapan ketidaksukaan wanita tua itu terhadapnya.
"Baguslah jika kau sudah menemukan keluarga baru." Ucap Bianca seraya tersenyum memberikan selamat.
"Tentu dan kami sebentar lagi akan menikah, ku harap kau datang ke pernikahan kami."
"Tentu."
"Tapi kau tidak penasaran dengan siapa aku menikah." Bianca langsung terdiam saat mendengar pertanyaan dari Yurika.
"Memangnya siapa calon suami mu?" tanya Bianca.
"Tentu saja kekasih ku, Samuel. Ah dan ini adalah Oma Samuel, Nyonya Ilona Ristiani." Yurika tersenyum saat mengatakan hal itu, ia bahagia melihat ekspresi keterkejutan di wajah Bianca.
"Oma, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Samuel dengan tatapan tidak suka terutama saat melihat wanita yang berada di samping Ilona.
"Aku hanya sedang jalan-jalan bersama dengan Cucu menantu ku. Lalu apa yang sedang kau lakukan bersama dengan wanita itu?" tanya Ilona dengan tatapan tidak suka.
Samuel tanpa ragu langsung merangkul pinggang Bianca, "Tentu saja berjalan-jalan bersama kekasih ku." Jawab Samuel dengan rasa bangga.
Mendengar hal itu Ilona memasang ekspresi tidak suka, "Memangnya siapa yang mengizinkan mu untuk bersama dengan wanita itu? Lagi pula kau adalah Kekasih Yurika, bagaimana bisa kau berselingkuh dari Yurika saat dia sedang hamil."
Mendengar penjelasan dari Ilona, Bianca langsung melihat ke arah Samuel untuk meminta penjelasan.
__ADS_1
"Aku tidak akan menikah dengan wanita itu, bahkan anaknya saja bukan anak ku."
Samuel langsung menarik tangan Bianca untuk pergi dari area taman, saat berada di perjalanan pulang Bianca terus meminta penjelasan dari Samuel terkait masalah ini karena pria itu mengatakan jika ia sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Yurika.
Tapi kenyataan yang Bianca lihat malah berbeda, bahkan Yurika kini memiliki hubungan yang dekat dengan Ilona.
"Aku bahkan tidak tahu jika wanita itu kini malah semakin nempel kepada wanita tua itu." Samuel berusaha untuk meyakinkan Bianca jika ia tidak tahu tentang kedekatan Ilona dengan Yurika.
"Awas saja yah jika kau masih berstatus kekasihnya, aku tidak akan pernah memaafkan mu dan tidak ingin bertemu dengan mu!" Ancam Bianca dengan raut wajah serius.
"Aku bersumpah jika aku sudah memutuskan hubungan ku dengannya saat ia ketahuan tidur dengan pria lain di hotel."
"Oke aku tahu, tapi kenapa Oma mu masih mengganggap wanita itu sebagai calon Cucu menantunya. Lalu bagaimana dengan ku? Jika Oma mu tidak setuju dengan hubungan kita, bagaimana?"
"Bianca kita pikirkan itu lain kali, yang terpenting adalah niat kita. Kita sudah berjanji akan menjalankan hubungan ini kejenjang serius, lagi pula bukan hanya Oma ku yang bermasalah tapi kedua orang tua mu juga."
Bianca hanya bisa terdiam seraya memijat pelipisnya, ia merasa pusing dengan hubungannya dan Samuel.
***
Yurika tersenyum dengan segelas anggur di tangannya, kini ia hidup senang di rumah Ilona. Ia berhasil satu langkah dari Bianca dan pastinya Samuel akan jatuh ke dalam pelukannya, terlebih lagi Ilona sudah tunduk di bawah kakinya.
"Ingat Oma, aku harap kau menepati janji mu. Jika kau tidak ingin semua orang tahu tentang hal itu."
__ADS_1
Ilona hanya diam melihat ke arah Yurika. "Tentu saja."