My Hot Maid

My Hot Maid
Bulan madu


__ADS_3

Bianca tengah duduk seraya melihat hamparan Padang rumput yang luas dari jendela kamarnya, ia sangat senang karena bisa bulan madu bersama dengan Samuel.


Hingga sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.


"Kau sudah bangun, sayang?" tanya Samuel dengan mata yang masih menutup, tangan nakal nya mulai berjalan-jalan ke area sensitif milik Bianca.


"Hentikan, kita baru saja melakukan hal itu. Aku sangat lelah sekarang," bisik Bianca dengan tangan yang membelai wajah suaminya.


"Tubuhmu itu seperti sebuah magnet untuk ku yang selalu membuat ku bergairah saat melihat mu." Ucap Samuel yang kembali bermanja-manja pada Bianca.


Bianca tersenyum senang, ia mulai menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Kenapa kau memilih ku?" tanya Bianca dengan mata yang berbinar-binar, ia menginginkan sebuah jawaban yang mampu membuat hatinya terasa sangat senang.


"Karena kau wanita yang cantik, kau lucu dan kau sangat mesum." Jawab Samuel seraya menarik Bianca dan mencium bibirnya.


Bianca tertawa saat mendengar hal itu, ia memang mengakui jika dulu dirinya selalu menggoda Samuel habis-habisan.


"Sudah hentikan, aku tidak bisa bernafas." Jawab Bianca.


Samuel pun langsung menghentikan aksinya, tapi kedua tangannya tetap memeluk pinggang Bianca dengan erat.


"Saat kau bersikap dingin kepada ku, aku sangat sedih. Bahkan aku berpikir untuk berpisah denganmu," ucap Bianca dengan nada sendu.

__ADS_1


Samuel menatap Bianca dengan tatapan bersalah, "Maafkan aku sayang, bahkan jika kau tahu. Aku tidak tahan harus bersikap dingin kepada mu, jika bukan karena ingin memberikan kejutan untuk mu. Aku sama sekali tidak ingin melakukan hal itu," Ucap Samuel yang langsung memeluk Bianca dengan erat, ia membenamkan wajahnya di leher jenjang Bianca.


Samuel sama sekali tidak menginginkan jika Bianca pergi darinya, ia sangat mencintai wanita itu. Semua tentang wanita itu membuat Samuel jatuh cinta, Bianca pun tersenyum ia membelai pipi Samuel dengan lembut.


"Tapi kau berjanji kan tidak akan melakukan hal itu lagi?" tanya Bianca memastikan.


"Tentu saja aku tidak akan pernah melakukan hal itu lagi," jawab Samuel dengan lembut.


Lalu sebuah kecupan pun di berikan oleh Samuel, "Setelah ini, aku menginginkan sesuatu." Sambung Samuel dengan tatapan serius.


Bianca tersenyum canggung saat mendengar hal itu, ia lalu mengerutkan keningnya karena sama sekali tidak paham dengan perkataan Samuel.


"Sesuatu? Kau menginginkan apa?" tanya Bianca heran.


"Aku menginginkan seorang anak kecil yang lucu seperti mu," bisik Samuel yang membuat wajah Bianca memerah sempurna, ia tidak pernah membayangkan jika suatu saat dirinya akan mengandung seorang anak.


"Iya sayang, apakah istri ku mau mengabulkan permintaan suami mu ini?" tanya Samuel dengan nada manja.


Bianca dengan senyuman lembut langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju, karena baginya pernikahan ini memang kurang lengkap tanpa hadirnya seorang bayi.


Samuel yang melihat Bianca setuju pun tersenyum, ia langsung kembali memeluk Bianca dan ingin mengajaknya untuk berhubungan intim lagi.


Tapi Bianca menolak karena mereka baru saja melakukan hal itu, hingga terdengar suara ketukan di pintu kamar.

__ADS_1


Samuel pun langsung bangkit, ia melihat seorang pelayan datang dan membawakan sebuah nampak yang masih di tutupi.


"Kau memesan makanan?" tanya Bianca karena ia masih belum lapar.


"Iya, aku tidak ingin membuat istri ku kelaparan." Jawab Samuel.


Bianca tersenyum, lalu pelayan tersebut langsung membuka tutup nampan. Seketika Bianca terdiam dengan mata yang membulat sempurna, ketika melihat benda yang berada di atas piring.


"Apa ini?" tanya Bianca dengan nada yang masih tidak percaya.


"Apa kau menyukainya?" tanya Samuel senang.


"Ini untuk ku?"


"Tentu saja, aku membelikan kalung ini untuk istri ku yang paling cantik."


Samuel langsung mengambil sebuah kalung yang di hiasi oleh permata inda, ia langsung memasang kalung tersebut di leher jenjang milik Bianca.


"Terimakasih sayang," ucap Bianca dengan senyuman hangat.


"Kau tidak boleh mengatakan terimakasih, karena ini adalah hadiah dari ku untuk wanita yang paling ku cintai di dunia ini."


Samuel langsung memegang tangan Bianca dan mencium punggung tangan istrinya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Bianca."


Bianca tersenyum saat mendengar hal itu, "Aku juga mencintaimu, Samuel."


__ADS_2