My Hot Maid

My Hot Maid
Jatuh sakit


__ADS_3

Yurika tengah berada di rumah kontrakannya, sudah beberapa hari ia tidak keluar dari rumah. Perutnya terasa sangat sakit setelah melakukan ab*rsi, wanita itu hanya bisa berbaring di atas ranjang.


Beberapa kali Yurika meminum obat yang di berikan dokter, tapi rasa sakit di perutnya tidak hilang sama sekali.


Bahkan dari area sensitifnya terus keluar darah yang belum berhenti sampai sekarang, Yurika.


Yurika langsung menelpon Gani untuk meminta pria itu membawa dirinya ke rumah sakit, tapi selama beberapa kali telpon dari Yurika tidak di angkat.


"Arg.. Sial, kemana sih pria itu?" tanya Yurika kesal, ia langsung membanting kan handphone nya ke atas ranjang.


Wanita itu kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang, ia merasakan sakit yang luar biasa.


Lalu tangannya memegang kening nya yang terasa panas, Yurika kembali bangkit ia melihat ke arah cermin. Wajahnya kini terlihat sangat pucat dan juga kurus, wanita itu hanya bisa membaringkan tubuhnya dengan di balut sehelai selimut.


Air mata Yurika mulai mengalir deras, ia berusaha menahan sakit yang luar biasa. Tapi tak beberapa lama mata Yurika mulai terpejam dan ia terlelap tidur.


2 hari kemudian...


Yurika kini berada di rumah sakit, ia di bawa ke rumah sakit oleh ibu pemilik kontrakan yang menemukan Yurika sudah pingsan dengan darah yang keluar dari ************ wanita itu.


Dengan tubuh lemah dan wajah yang pucat, Yurika hanya bisa diam di atas ranjang rumah sakit. Tapi meski begitu, Yurika tetap berusaha untuk menghubungi Gani tapi pria tua itu sama sekali tidak bisa di hubungi.


Hingga seorang Dokter menghampiri Yurika dan menjelaskan tentang penyakitnya, wanita itu mengalami infeksi rahim akibat ab*RSI yang di lakukan nya dan bukan hanya itu. Yurika juga mengidap penyakit sifilis atau raja singa sebuah penyakit infeksi yang terjadi karena hubungan seksual.

__ADS_1


Seketika Yurika langsung menangis sejadi-jadinya, ia tidak terima dengan nasib buruknya.


Dokter dan suster hanya bisa diam melihat Yurika yang terus menangis dan memberontak, di tambah lagi Yurika sama sekali tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatannya.


"Nona Yurika, anda sudah beberapa hari tinggal di rumah sakit. Jika anda tidak bisa membayar maka anda harus keluar dari rumah sakit ini." Ucap Suster menjelaskan.


"Tidak mau, kalian harus mengobati ku sampai sembuh." Jawab Yurika dengan dana tinggi.


"Tentu kami akan mengobati anda tapi setelah anda membayar semua biaya administrasi rumah sakit."


Yurika mulai berpikir, lalu ia teringat dengan seseorang. "Telpon ayah dan ibu ku, mereka keluarga Boenavista dan aku anak mereka. Katakan jika aku sedang di rawat di rumah sakit." Ucap Yurika dengan senyuman penuh harap, ia berharap jika keluarga angkatnya dulu mau menolongnya.


Suster hanya bisa menghela nafas, lalu ia langsung pergi begitu saja untuk menghubungi keluarga Boenavista.


Bianca dan Daniela tengah mempersiapkan pernikahan Bianca yang akan di laksanakan dalam 3 bulan lagi, tapi meski begitu semua persiapan sudah di lakukan jauh-jauh hari.


Hingga seorang pelayan datang menghampiri Daniela, wanita itu mengerutkan keningnya saat mendapatkan telpon dari pihak rumah sakit.


"Selamat siang, apa ini degan keluarga Boenavista?"


"Iya, saya Daniela. Ada apa yah?"


"Mohon maaf, Bu Daniela. Anda harus segera melunasi biaya rumah sakit putri anda."

__ADS_1


Daniela mengerutkan keningnya saat mendengar kata 'putri anda' karena Bianca baik-baik saja bahkan ia sekarang ada di sampingnya.


"Maaf sepertinya anda salah orang, putri saya baik-baik saja."


"Tapi dia mengatakan jika dirinya putri anda, namanya Yurika Boenavista."


Seketika senyuman Daniela memudar saat mendengar nama Yurika Boenavista.


"Maaf anda salah orang, saya tidak memiliki putri bernama Yurika. Dan katakan para orang itu jangan pernah mengaku-ngaku sebagai bagian dari keluarga Boenavista."


Setelah itu Daniela langsung menutup panggilan dari pihak rumah sakit, Bianca mengerutkan keningnya saat melihat Ibunya nampak marah setelah menerima panggilan dari seseorang.


"Siapa tadi?" tanya Bianca penasaran.


"Bukan siapa-siapa sayang, ayo kita pilih lagi gaun-gaun untuk pernikahan mu." Ajak Daniela.


Bianca mulai curiga jika orang yang menelpon Ibunya adalah Yurika, Bianca hanya bisa menahan kesal di hatinya.


Setelah menyakiti ibunya habis-habisan Yurika bahkan tidak tahu malu masih berani menghubungi ibunya.


"Apa tadi Yurika?" tanya Bianca dengan tatapan serius.


Daniela hanya bisa jujur kepada Bianca, dan Bianca langsung penasaran memangnya Yurika sakit apa sampai harus di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


"Sudah jangan pikirkan wanita itu, meski dia sakit parah dan hampir mati sekalipun itu bukan urusan kita." Ucap Daniela yang tidak suka melihat Bianca memikirkan kondisi Yurika.


__ADS_2