My Hot Maid

My Hot Maid
Mengusir secara terhormat


__ADS_3

keesokan harinya...


Bianca berjalan keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi, para pelayan sudah berada di ruang keluarga dengan Yurika bersama mereka.


Dua buah koper milik Yurika sudah berada di samping wanita itu, Bianca langsung menyuruh para pelayan untuk membawakan koper Yurika ke dalam mobil.


Kini Yurika dan Bianca saling bertatapan satu sama lain, "Aku akan mengantarmu, ke tempat dimana kau pertama kali menjadi bagian dari keluarga ini." Ucap Bianca yang langsung melangkah maju melewati Yurika.


Yurika tersenyum mengejek, lalu ia langsung masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil, Bianca hanya diam. Ia enggan untuk mengobrol dengan Yurika, meski mereka berada di mobil yang sama.


"Jadi sejak kapan kau menggoda kekasih ku? Apa kau tidak tahu malu?" Tanya Yurika dengan nada memaki.


Mendengar hal itu Bianca melirik dengan tatapan malas, "Kau bisa tanya kepada kekasih mu itu, tapi harusnya kau cepat-cepat berkaca karena kau itu adalah orang yang tidak tahu malu."


"Jaga mulutmu itu!" Jawab Yurika kesal.


"Ingat Yurika yang membawamu dari kehidupan yang mengerikan itu adalah aku! Tanpa aku, kau bukan siapa-siapa bahkan mungkin jika saat itu aku tidak membawamu dari jalanan, kau mungkin sekarang sudah menjadi seorang gembel atau bahkan p*lacur supir truk." Ucap Bianca.


"Kau sangat percaya diri meski tanpa keluarga mu, aku akan tetap hidup dan menjadi wanita terkenal seperti sekarang dan bahkan aku bisa mendapatkan banyak kenalan dari kalangan atas!"


"Sungguh? Kau bisa mengatakan hal ini sekarang setelah kau mendapatkan bantuan dari keluarga ku tapi jika saat itu kau tidak di adopsi, apa kau masih mampu mengatakan hal yang sama?" tanya Bianca dengan senyuman mengejek.


Yurika menatap penuh rasa benci kepada Bianca, tak beberapa lama mobil pun berhenti di sebuah jalan sepi di bawah jembatan layang.

__ADS_1


Supir pun langsung menurunkan koper milik Yurika, wanita itu langsung menatap Bianca dengan tatapan kesal dan marah.


"Kau harus berterimakasih kepada ku, setidaknya aku mengusir mu dengan cara baik-baik dan bahkan aku mengantarkan mu ke tempat asal mu."


"Kau lihat saja, aku akan membalas penghinaan ini!" Maki Yurika.


"Terserah kau, tapi mungkin kau butuh 100 tahun untuk bisa kembali berada di posisi mu saat menjadi bagian keluarga Boenavista lalu kau bisa balas dendam kepada ku, karena dengan kondisi mu saat ini? Aku ragu bahkan kau tidak mampu untuk beli satu nasi bungkus sekalipun."


Bianca langsung berbalik pergi dan masuk ke dalam mobil mewah miliknya, saat pintu mobil di tutup Bianca langsung menurunkan kaca mobil miliknya, ia tersenyum ke arah Yurika seraya melambaikan tangannya dengan anggun.


"Selamat menikmati hidup baru menjadi gelandangan, Yurika adik ku tersayang. Ups, sorry maksudnya mantan adik ku tersayang."


Bianca tersenyum lalu mobil miliknya pun langsung melaju secara perlahan meninggalkan Yurika yang tengah mengamuk seraya melemparkan batu-batuan di sampingnya.


Kini Bianca berada di kediaman Samuel, ia menatap tajam rumah pria yang hampir membuat keluarganya bangkrut.


Bianca langsung masuk ke dalam rumah, ia melihat sosok Samuel tengah duduk di atasnya sofa.


"Samuel, apa maksudmu?" tanya Bianca dengan nada kesal.


"Kau gila yah? Tiba-tiba masuk dan memaki ku seperti itu? Dan aku tidak paham apa maksudmu!"


"Kau membuat keluarga ku hampir bangkrut, apa kau gila! Kau memiliki masalah dengan Yurika tapi kenapa kau juga menyeret kedua orang tua ku ke dalam masalah!" Maki Bianca dengan nada tinggi.


"Aku tidak membuat keluarga mu hampir bangkrut!" Jawab Samuel dengan enteng.

__ADS_1


Bianca langsung mendekati Samuel dan memberikan tamparan kepada pria itu, "Udah salah gak ngaku lagi, anj*ng kamu yah!"


Samuel kembali terdiam, penyakit garang Bianca kembali kambuh. "Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Samuel dengan mata menatap kesal ke arah Bianca.


"Kau buat berita atau apapun itu yang intinya jangan membuat keluarga ku bangkrut."


"Emm.. Mungkin aku tidak bisa melakukan hal itu, tapi aku memiliki sebuah saran kepadamu dan tentunya aku akan mendukungmu."


"Saran apa?"


Samuel langsung membisikkan rencananya tepat di telinga Bianca, tapi bukannya mendengarkan Bianca malah tertawa kegelian.


"Hahaha.. Hentikan, telinga ku geli." Ucap Bianca yang langsung menjauhkan telinganya dari Samuel.


Samuel langsung tersenyum ia langsung menarik pinggang Bianca dan membuat wanita itu duduk di pangkuannya, lalu Samuel mendekatkan bibirnya pada telinga Bianca yang membuat Bianca tertawa kegelian.


Tapi tak beberapa lama Bianca terdiam dengan wajah yang memerah, entah kenapa rasa geli itu segera hilang saat lidah Samuel mulai menyapu-nyapu daun telinganya.


"Emm.." Bianca mulai merasakan perasaan aneh di tubuhnya, begitu juga dengan Samuel.


Bianca dan Samuel saling menatap satu sama lain, entah dorongan dari mana kedua bibir mereka saling mendekat satu sama lain.


Ciuman panas antara Samuel dan Bianca pun mulai terjadi, Samuel terus mencium dengan ganas bibir Bianca dan tangannya pun tidak tinggal diam.


Sementara Bianca hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan dari tangan Samuel pada buah persik miliknya.

__ADS_1


__ADS_2