
Di saat makan malam, George terus memberikan perhatian hangat kepada Bianca. Dan Bianca pun tersenyum manis saat menerima perhatian hangat dari kekasihnya.
"Jadi malam ini kau akan tidur di sini?" tanya Daniela.
"Tidak Ma, aku ada acara dengan George. Kami akan liburan ke puncak, apa boleh?" tanya Bianca.
"Tentu saja boleh." Jawab Moris.
Yurika menatap sinis ke arah Bianca dengan senyuman merendahkan wanita itu langsung menghina Bianca habis-habisan. "Bukankah tidak baik dua orang pria dan wanita yang belum menikah malah liburan bersama." Sindir Yurika.
Mendengar hal itu Bianca tertawa, "Iya, apalagi sampe hamil di luar nikah. Uh, aku kalau seperti itu pasti malu banget bahkan tidak punya muka untuk keluar rumah." Timpal Bianca yang membuat Yurika tersenyum dengan raut wajah marah.
"Sudah-sudah jangan bertengkar, Samuel jadi kapan kau akan menikah dengan Yurika?" tanya Moris dengan mata yang melihat ke arah Samuel.
"Aku akan menikahi Yurika setelah anak itu lahir." Jawab Samuel dengan ekspresi datar.
Hal itu membuat Moris dan Daniela terdiam karena hal ini bertolak belakang dengan apa yang di katakan oleh Yurika. "Apa? Tapi kenapa, jika Yurika tidak menikah saat ini bagaimana dengan masa depannya dan bagaimana kata orang nanti." Protes Daniela.
Samuel terdiam sesaat, ia langsung menghela nafas panjang. "Aku masih belum yakin anak itu adalah darah daging ku." Jawab Samuel tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Kau yang melakukan hal itu, bagaimana bisa sekarang kau tidak mengakui anak yang ada di dalam kandungan Yurika." Ucap Daniela dengan tatapan mata yang sedikit marah.
"Nyonya, anda bisa bertanya kepada Yurika. Apa yang sebenarnya terjadi! Bahkan aku tidak ingat pernah menidurinya." Jawab Samuel tanpa rasa bersalah.
"Sudah-sudah, semuanya diam. Kita di sini untuk makan malam dan Ma, kau bisa membahas masalah Yurika nanti saja. Kekasih ku ada di sini," ucap Bianca berusaha untuk menenangkan, meski di dalam hatinya ia ingin sekali melihat pertengkaran dari mereka berempat.
"Baiklah sayang."
Setelah acara makan malam, Samuel langsung pamit pulang begitu saja. Begitu juga dengan Bianca dan George, mereka langsung pamit untuk pulang.
"Yurika, katakan yang sebenarnya!" Ucap Moris dengan nada tinggi.
"Maksudnya Papa apa?" Yurika sedikit gemetar saat mendengar nada bicara Moris yang tinggi.
"Samuel hanya berbicara omong kosong."
"Yurika, jika sampai hal seperti dulu terjadi lagi. Aku sudah tidak ingin menganggap mu sebagai anak ku lagi, berapa kali kau terus terlibat hubungan dengan beberapa laki-laki yang tidak jelas dan hal itu telah mencoreng nama baik keluarga ku. Aku bahkan tidak pernah mendidik mu untuk menjadi seorang p*lacur! Tapi kau malah bertingkah seperti seorang p*lacur!" Maki Moris dengan tatapan mata yang tajam ke arah Yurika.
"Pa, kenapa kau berbicara seperti itu kepada ku? Oke, aku akui jika aku bukan anak kandung mu! Meski aku berbuat baik sekalipun kalian berdua tidak akan pernah menyayangi ku sama seperti menyayangi Bianca." Yurika langsung berbalik memarahinya Moris.
__ADS_1
Daniela yang mendengar hal itu langsung memberikan tamparan kepada Yurika, wanita itu terdiam dengan mata yang membulat sempurna.
"Apa kau pikir selama ini kami pilih kasih? Apakah kau pikir kami membedakan antara kau dan Bianca! Tidak! Ketika kau ingin itu kami membelikan, ketika kau ketakutan saat masih kecil kami menemani mu tidur. Apa yang kami berikan kepada Bianca juga di berikan kepada mu, tapi satu hal yang membuat kami kecewa terhadap mu! Pergaulan bebas mu yang sering bergonta-ganti laki-laki bahkan sampe hamil beberapa kali dan hal itulah yang membuat mu berbeda dengan Bianca."
"Tapi Bianca juga sering pergi ke klub malam." bela Yurika.
"Iya, memang. Tapi kau kira kami hanya diam saat melihat Bianca pergi ke klub malam? Kami juga memarahinya. Tapi pergaulan Bianca tidak sampai membuat dirinya terjerumus pada s*x bebas. Dan kau malah terjerumus pada hal seperti itu, bagaimana jika kau terkena penyakit serius? Bukan kami yang di rugikan tapi kau, Yurika!" Ucap Daniela dengan nada tegas.
Mendengar perkataan Daniela, Yurika langsung masuk ke dalam kamar dengan tatapan mata yang marah.
Suara bising pun terdengar dari kamar Yurika, saat Daniela hendak menghampiri wanita itu Moris langsung memegang tangan istrinya dan memintanya untuk membiarkan Yurika, karena Yurika sangat keras kepala.
***
Bianca tersenyum manis, ia kini berdiri di depan sebuah apartemen milik George yang di pinjamkan kepada Bianca untuk sementara waktu.
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik."
"Iya, terimakasih George."
__ADS_1
George tersenyum lalu ia langsung melajukan mobilnya meninggalkan Bianca, mata Bianca melihat mobil George yang sudah menghilang. Ia pun berjalan masuk menuju apartemen, tapi tiba-tiba tangannya di tarik oleh seorang pria.
Saat Bianca melihat sosok yang menariknya, matanya menatap tajam ke arah pria yang sangat ia kenal.