My Hot Maid

My Hot Maid
Menginginkan bukti


__ADS_3

Samuel melihat jam tangan miliknya, ia sudah menunggu Bianca hampir 1 jam tapi wanita itu belum juga datang.


"Kemana wanita itu?" Gumam Samuel lalu ia langsung mengambil handphonenya dan menelpon Bianca.


"Hallo, Bianca. Kau dimana? Aku sudah menunggumu dari tadi?"


"Samuel, maafkan aku. Sepertinya aku tidak akan bisa datang dan mungkin tidak akan bisa bertemu denganmu lagi."


"Apa maksudmu?"


"Ayah melarang ku untuk berhubungan dengan mu lagi, tapi jika kau ingin tetap berhubungan dengan ku. Cobalah berusaha untuk meyakinkan ayahmu."


"Tunggu dulu, kenapa ayahmu melarang kau dekat dengan ku?"


Bianca pun langsung menjelaskan semua permasalahan yang terjadi, Samuel hanya bisa menghela nafas. Ia tidak menyangka hal yang dia anggap sudah selesai malah membawa akibat buruk untuknya. Lalu Samuel langsung mematikan panggilan dari Bianca, ia segera berjalan keluar dari restoran dan langsung masuk ke dalam mobil miliknya.


Di perjalanan menuju rumah Bianca, Samuel terus memikirkan apa yang di katakan oleh Bianca.


"Sial! Bagaimana bisa ayah Bianca melarang hubungan ku dengan Bianca, apa dia ingin ku hancurkan!" Maki Samuel.


Sesampainya di rumah Bianca, Samuel langsung turun dari mobil ia melihat rumah besar dan mewah di depannya.


Tapi saat ia ingin masuk seorang satpam langsung menghentikan langkah Samuel.


"Saya ingin bertemu dengan Bianca." Ucap Samuel kepada Satpam.

__ADS_1


"Maaf Pak, Tuan Moris tidak mengizinkan siapa pun untuk datang menemui Nona Bianca." Jawab Satpam dengan nada tegas.


"Baiklah kalau begitu aku ingin bertemu dengan majikan mu!" Ucap Samuel yang sudah sangat kesal.


"Maaf Pak, Tuan Moris saat ini tidak bisa di ganggu."


Mendengar jawaban dari Satpam seketika Samuel langsung marah besar, ia langsung menerobos untuk masuk tapi satpam langsung menghentikan Samuel dan mengusirnya.


Tanpa Samuel sadari Moris dan Bianca memperhatikan tingkah pria itu dari kaca rumah, "Jadi ini yang kau maksud pria baik-baik?" tanya Moris dengan tatapan dingin dan ekspresi wajah yang menunjukkan kekesalan.


Bianca hanya tersenyum canggung, ia tidak menyangka jika kelakuan Samuel akan membuat Ayahnya memberikan penilaian negatif kepada pria itu.


"Dasar Samuel gila, kau ingin hubungan kita di restui tapi kau malah membuat kekacauan di rumah ku!" Maki Bianca di dalam hati.


Lalu Moris meminta pelayan untuk menyuruh Samuel masuk ke dalam rumah, tapi Moris melarang Bianca bertemu dengan Samuel.


"Jadi ada apa kau datang ke rumah ku, lalu membuat keributan?" tanya Moria seraya melihat ke arah Samuel.


"Aku ingin bertemu dengan Bianca." Jawab Samuel dengan nada penuh ketegasan.


Bagi Moris, pria di depannya sangatlah tidak sopan bahkan ia tidak menyapa Moris sama sekali. Moris selalu berpikir apa yang di lihat oleh Bianca dari pria berandalan itu.


"Untuk apa kau ingin bertemu dengan putri ku?" tanya Moris dengan tatapan mata yang tajam, ia menunjukkan dengan jelas ketidaksukaannya pada Samuel.


"Pak Moris sebaiknya kita akhiri kesalahan pahaman ini, aku sama sekali tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Yurika. Dan anda juga tidak bisa menentang hubungan ku dengan Bianca." Ucap Samuel yang langsung pada intinya.

__ADS_1


Bianca berada di pintu ruang belajar ayahnya, ia mendengarkan setiap obrolan dari mereka berdua. "Samuel bodoh, kau malah memprovokasi ayah ku. Harusnya kau bersikap lebih lembut!" Maki Bianca dengan nada pelan.


Kini Moris menatap ke arah Samuel, "Apa kau bisa membuktikan kepada ku jika kau belum pernah melakukan hubungan intim dengan Yurika."


"Tentu saja."


"Bagaimana caranya?"


"Aku akan mencari orang atau aku akan membawa Yurika untuk bersaksi jika kami belum pernah melakukan hubungan intim."


Moris tersenyum, "Aku bukan orang bodoh, Samuel! Orang-orang itu bisa saja kau bayar agar memberikan kesaksian palsu, jadi menurutmu aku masih percaya?"


"Lalu kau ingin apa?" tanya Samuel yang sudah mulai kesal, ia tidak menyangka jika ayah Bianca sangat pintar dalam berbicara.


"Intinya aku hanya ingin kau masih perjaka dan kau harus membuktikannya kepada ku, mau bagaimana pun caranya."


Samuel menghela nafas kasar, keinginan dari ayah Bianca sangatlah konyol di dunia ini mana ada tes keperjakaan.


"Lagi pula aku tidak ingin jika putri ku menikah dengan seseorang yang bekas wanita liar, selama ini aku menjaga Bianca dengan baik dan merawatnya. Dan sekarang kau tiba-tiba datang dengan banyak scandal yang menimpa mu, lalu kau ingin meminang putri ku? Apa kau pikir aku adalah orang yang lemah dan mudah di gertak oleh mu? Aku bahkan bisa membaca isi otakmu jika kau ingin membangkrutkan usaha ku jika aku tidak menyetujui hubungan mu dengan Bianca! Lakukan saja, aku tidak takut karena aku sebagai seorang ayah akan memilih menantu yang terbaik untuk putri ku."


Samuel terdiam bagaimana bisa pria di depannya mampu membaca pikirannya yang ingin menghancurkan usaha Moris.


"Ayah sepertinya kau salah paham, aku-"


"Beraninya kau memanggilku ku Ayah?! Memangnya siapa dirimu? Bahkan kita tidak memiliki hubungan apapun, sekali lagi kau memanggilku ayah aku akan menebas kepala mu dengan katana milik ku!" Moris langsung mengambil sebuah katana yang terpajang di dinding ruang belajarnya.

__ADS_1


Bianca yang melihat hal itu langsung masuk ke dalam ruang belajar ayahnya.


"HENTIKAN."


__ADS_2