My Hot Maid

My Hot Maid
Kejutan di pagi hari yang cerah


__ADS_3

Bianca berjalan ke sebuah restoran yang di janjikan oleh Ilona, ia berdandan sangat cantik dan rapi.


Tatapan mata Bianca tertuju pada sosok Ilona dan Yurika yang tengah duduk seraya menunggumu.


"Kau ini tidak sopan sekali membuat orang tua seperti ku menunggu lama." Maki Ilona dengan nada sedikit tinggi.


"Maafkan aku Oma, di jalan sangat macet."


"Ya sudah, pesan kan makanan untuk kami. Dan tolong sekalian tuangkan anggur ini, aku sudah sangat haus."


Bianca tersenyum lalu ia menuruti semua perkataan dari Ilona, hingga tidak sengaja tangan Bianca menumpahkan sedikit anggur pada pakaian Ilona.


"Oma, aku minta maaf."


Bianca buru-buru mengambil tisu, tapi tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipinya.


"Wajah saja di rawat, tapi otakmu kosong melompong. Apa kau tahu berapa harga baju ku ini?" Maki Ilona.


Di ruangan VIP itu hanya ada Ilona, Yurika dan Bianca. Wanita tua itu dengan semangat terus memaki Bianca habis-habisan, Yurika tersenyum mengejek lalu ia mendorong tubuh Bianca hingga wanita itu tersungkur ke lantai.


"Bianca, apa kau pikir Oma Ilona itu akan mau menjadikan mu menantu nya? Mimpi!" Maki Yurika seraya tertawa dengan keras.


Bianca dengan mata yang berkaca-kaca melihat ke arah Oma Ilona, "Apakah itu benar, Oma? Jadi selama ini kau hanya berpura-pura baik kepada ku?" tanya Bianca.

__ADS_1


"Tentu saja, memangnya siapa yang menginginkan wanita rendahan seperti mu menjadi menantu ku. Mimpi! Dan satu lagi kamu sebaiknya jauhi Samuel dan jangan pernah mendekatinya karena Samuel akan menikah dengan Yurika."


Bianca hanya duduk seraya menundukkan kepalanya, lalu ia merasa air mengalir di atas kepalanya. Yurika dengan senyuman senang dan bangga, terus menyiram kepala Bianca dengan anggur.


Setelah puas memberikan pelajaran kepada Bianca, mereka berdua langsung keluar dari ruangan tersebut.


Bianca tersenyum tipis saat melihat kepergian dari dua orang itu, wanita itu langsung bangkit seraya mengangkat jarinya memberikan isyarat kepada seseorang.


"Bagaimana, apa kau sudah merekamnya?" tanya Bianca.


"Sudah." Jawab Rebecca dengan senyuman penuh kepuasan.


"Kita lihat saja, siapa yang akan terjatuh ke dalam jurang. Inilah akibatnya jika kalian mempermalukan ku satu kali, maka aku akan membalasnya ratusan kali." Ucap Bianca.


Keesokan harinya, Oma Ilona terdiam dengan mata yang menatap tidak percaya ke arah layar ponsel miliknya.


Video penghinaan nya kepada Bianca kini tersebar luas di internet, bahkan temen-temen sosialitanya mulai membicarakan dirinya dan Ilona pun langsung di keluarkan dari berbagai grup sosialita yang selama ini ia ikuti karena ia di anggap tidak bermoral dan merusak citra geng mereka.


Bukan hanya itu saja, netizen pun mulai memaki Ilona dan Yurika yang telah menjebak Bianca hanya untuk kesenangan semata.


Bukan hanya Ilona yang terus di maki, tapi Yurika pun sama, bahkan aibnya selama ini kini tersebar luas di internet. Entah kenapa netizen memiliki banyak foto dan videonya bersama dengan para pria yang lain.


Oma Ilona yang tidak kuat menerima kritikan dari netizen pun langsung di larikan ke rumah sakit karena sakit jantungnya kumat.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Bianca tengah duduk dengan kaos putih dan celana pendek. Ia tengah tertawa seraya melihat layar laptop miliknya, ia terus mengetik kata-kata yang memprovokasi keadaan dan menyudutkan Yurika serta Ilona sebagai antagonis yang mulai di benci dan di caci oleh netizen.


"Bagaimana Nenek tua, apakah kau menikmati kejutan dari ku di pagi hari yang cerah ini?" Ucap Bianca seraya memakan kripik kentang miliknya.


Samuel yang mengetahui video tentang penghinaan yang di lakukan oleh Ilona kepada Bianca, sama sekali tidak membantu Ilona.


Ia bahkan tidak peduli saat mendengar jika Neneknya masuk ke rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh lagi.


Samuel terus memikirkan kondisi Bianca, ia kini tahu alasan kenapa kekasihnya tidak menghubunginya selama beberapa hari.


"Nenek tua sialan, beraninya dia menghina Bianca di belakang ku." Maki Samuel yang bangkit dari tempat duduknya.


Ia langsung menyambar kunci mobil miliknya dan segera bergegas pergi ke rumah Bianca, tapi di saat itu pula Yurika tiba-tiba datang dan menghadang Samuel.


"Mas, kau mau kemana?" tanya Yurika panik seraya memegang tangan Samuel.


"Lepaskan! Apa yang sedang kau lakukan di perusahaan ku?"


"Mas, Oma masuk ke rumah sakit dan sekarang netizen tengah mencaci maki Oma dan juga aku."


"Lalu apa hubungannya dengan ku? Semua ini salah kalian berdua, jika dari awal kalian tidak mengusik Bianca, semua ini tidak akan terjadi."


"Mas, kenapa kau malah membela wanita hina itu. Gara-gara wanita itu sekarang Oma masuk rumah sakit, nyawanya dalam bahaya."

__ADS_1


Samuel menatap malas ke arah Yurika, "Yah sebaiknya wanita itu cepat mati saja, lagi pula dia sudah tua dan mungkin akan lebih baik jika dia segera bertemu dengan sang pencipta."


__ADS_2