
3 bulan berlalu sejak pernikahan Samuel dan Bianca.
Bianca tengah duduk dengan tangan yang terus membolak-balik majalah, ia merasa bosan karena Samuel terus pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.
Seorang pelayan datang menghampiri Bianca, ia langsung mengatakan jika Oma datang berkunjung. Bianca dengan hangat langsung menyambut kedatangan wanita yang merupakan keluarga suaminya.
"Jadi kapan kau akan memberikan ku cicit?" Ucap Oma Ilona seraya menikmati teh miliknya.
Mata Bianca langsung menatap sinis wanita tua itu, belum juga basa-basi tapi ia langsung berterus-terang.
"Aku dan Samuel baru menikah sekitar 3 bulan," jawab Bianca.
"Iya dan harusnya kau segera memberikan cicit untuk ku." Timpal Oma dengan nada tinggi.
"Iya, aku dan Samuel juga sedang berusaha. Dan Oma, kau harusnya sabar dulu. Pernikahan kami pun masih baru," jawab Bianca seraya menghela nafas.
Oma hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia lalu memberikan paper bag yang ia bawa kepada Bianca.
Wanita itu dengan antusias melihat isi hadiah dari Oma Ilona, mata Bianca mengerut saat melihat sebuah susu dengan gambar wanita.
"Minum itu agar kau cepat hamil." Ucap Oma Ilona.
__ADS_1
"Baik Oma." Bianca tersenyum senang karena Oma Ilona sangat perhatian kepadanya.
Hingga pintu rumah tiba-tiba terbuka menampilkan sosok Samuel yang baru pulang dari luar kota, Bianca yang senang langsung berlari memeluk suaminya.
"Aku sangat merindukanmu," ucap Bianca dengan nada manja.
Samuel tersenyum tipis, ia langsung melepaskan pelukan Bianca tanpa mengatakan sepatah katapun. "Oma kapan kau datang ke sini?" tanya Samuel yang langsung duduk di atas sofa.
"Baru saja." Jawab Oma dengan senyuman.
Bianca sedikit tersentak melihat sikap Samuel, tapi wanita itu kembali tersenyum dan langsung duduk di samping suaminya. Dengan nada manja dan penuh rasa cinta, Bianca langsung menanyakan kondisi Samuel.
"Samuel, Oma pergi dulu." Ucap Oma Ilona yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Mau ku antar?" tanya Samuel.
"Tidak usah, kau urus saja istri mu itu."
Setelah kepergian Oma Ilona, Samuel langsung bangkit dan bergegas masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Bianca.
"Mas, aku merindukan mu." Peluk Bianca dari belakang.
__ADS_1
"Aku lelah." Jawab Samuel yang langsung melepaskan jas miliknya dan segera berjalan ke kamar mandi tanpa menoleh sama sekali ke arah Bianca.
Wanita itu terdiam dengan mulut yang menganga, ia masih tidak bisa percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Untuk pertama kalinya Samuel mengabaikan dirinya seperti itu, Bianca langsung duduk di tepi ranjang dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah.
Setelah pintu kamar mandi terbuka, Bianca langsung bangkit dan melihat ke arah Samuel yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Apa maksud dari sikap mu ini?" tanya Bianca yang tidak ingin basa-basi.
"Sikap ku biasa saja." Jawab Samuel yang berjalan ke lemari pakaian.
Bianca berjalan dengan marah, ia langsung menarik tangan Samuel. "Mas!" Panggil Bianca tapi tangan Bianca langsung di tepis oleh Samuel.
Bianca terdiam dengan ekspresi serius, "Jangan bilang jika kau sudah bermain gila di belakang ku." Ucap Bianca dengan tatapan mata dingin dan ekspresi wajah yang serius.
Samuel menoleh dengan sedikit rasa terkejut. "Mana mungkin aku melakukan hal itu, Bianca! Aku selama ini bekerja di luar sana dan saat aku pulang kau malah menuduh ku berselingkuh?" Maki Samuel yang kesal.
"Wajar jika aku bertanya seperti itu karena sikap mu tiba-tiba berubah!" Teriak Bianca yang kesal.
"Cukup Bianca, aku lelah. Sebaiknya kau diam," timpal Samuel yang langsung pergi meninggalkan Bianca.
Bianca hanya bisa berdiam diri dengan ekspresi wajah yang sendu yang kesal, ia ingin sekali menangis tapi akal sehatnya melarang dirinya untuk menangisi hal seperti ini.
__ADS_1