
Bianca yang kesal dengan sikap Samuel langsung pergi meninggalkan rumah itu, ia muak di perlakukan seperti orang asing oleh Samuel.
Bianca beberapa kali mencoba bicara kepada suaminya tapi tidak ada jawaban sedikit pun, pria itu lebih memilih diam dan menghindari percakapan antara mereka berdua.
Saat Bianca tengah mengendarai mobil miliknya, tiba-tiba sebuah mobil hitam langsung menghadangnya.
Bianca terus membunyikan klakson beberapa kali, tapi tidak ada satupun orang yang turun dari mobil hitam tersebut.
Dengan emosi yang meluap-luap, Bianca langsung keluar dari mobil. Ia berjalan menghampiri mobil tersebut, tapi beberapa orang yang bersembunyi di balik rumah langsung keluar dan menangkap Bianca.
Wanita itu langsung berteriak meminta tolong dan berusaha untuk melawan, tapi sebuah kain menutup mata dan mulut Bianca. Wanita itu hanya bisa memberontak seraya menangis, ia tidak mengetahui apa salahnya hingga ia mendapatkan hal seperti ini.
Bianca terus berdoa agar Samuel segera menyelamatkannya, hingga Bianca di masukkan ke dalam mobil. Ia merasakan di himpit oleh seseorang yang sama sekali tidak bisa ia lihat, tapi Bianca merasa sangat familiar dengan tubuh orang di depannya.
Lalu Bianca mulai merasakan mobil yang ia tumpangi kini tengah melaju kencang, wanita itupun hanya bisa menangis karena takut. Bianca ketakutan saat membayangkan jika dirinya di jual ke rumah bordil atau ke luar negeri untuk di jadikan wanita penghibur.
Pria yang kini berada di samping Bianca nampak tersenyum senang saat melihat Bianca yang tengah ketakutan, hingga mobil pun berhenti di sebuah tempat.
Bianca langsung di gendong layaknya karung beras, wanita itu hanya bisa memberontak kecil meski ia tahu apa yang ia lakukan tidak ada artinya.
__ADS_1
Lalu Bianca pun di dudukkan di sebuah kursi, seseorang langsung membuka ikatan di mulut Bianca.
Wanita itu tanpa menunggu lama langsung memberikan sejuta pertanyaan kepada orang yang menculiknya.
"Siapa kalian?!" Teriak Bianca, tapi tidak ada satupun suara yang menjawab pertanyaan dari Bianca.
"Lepaskan aku! Jika sampai suami ku tahu tentang hal ini, kalian pasti akan taman!"
Lagi-lagi ada jawaban satupun, Bianca pun langsung berteriak dan meminta untuk di lepaskan. Hingga sebuah tangan melepas ikatan di tangan Bianca dan juga kaki wanita itu, Bianca pun langsung bangkit.
Ia segera membuka penutup matanya, tapi ruangan tempatnya berada sangatlah gelap bahkan Bianca tidak bisa melihat apapun.
Hingga tiba-tiba lampu ruangan pun menyala yang membuat mata Bianca merasakan silau, wanita itu terkejut saat melihat Samuel dan kedua orangtuanya ada di depan matanya.
"Oh my God?!" Bianca hanya bisa menutupi mulutnya yang masih tidak percaya dengan kejutan yang di berikan oleh orang-orang terdekatnya.
"Selamat ulang tahun sayang," ucap Moris dan Daniela dengan senyuman hangat seraya memeluk putri kesayangan mereka.
Lalu tatapan mata Bianca tertuju pada Samuel yang berada di belakang kedua orang tuanya, Bianca pun berjalan ke arah Samuel. "Selamat ulang tahun istri ku." Ucap Samuel yang langsung memeluk Bianca.
__ADS_1
"Kalian menjebak ku? Tapi Samuel, bukankah kau membenciku?" Tanya Bianca.
"Mana mungkin aku bisa membenci istri yang paling ku cintai, maafkan aku sayang. Selamat beberapa bulan terakhir aku malah mengacuhkan mu, semua itu ku lakukan karena ingin membuat kejutan untuk istri ku ini." Ucap Samuel.
Bianca antara senang dan marah hanya bisa menangis dan memeluk Samuel, ia mengira jika suaminya telah berubah dan memiliki wanita lain di luar sana.
Tapi ia salah, pria itu ternyata hanya menjebaknya. Daniela dan Moris pun langsung mengambil sebuah amplop dan di berikan kepada Bianca.
"Ini hadiah dari kami berdua untuk mu." Ucap Daniela dengan tatapan hangat.
"Apa ini?" Bianca penasaran dengan isi hadiah yang di berikan oleh kedua orang tuanya.
"Bukalah." Ucap Moris.
Perlahan Bianca langsung membuka hadiah dari kedua orangtuanya, ia nampak terkejut saat melihat sebuah tiket pesawat ke Swis.
"Apa ini?" tanya Bianca dengan perasaan campur aduk.
"Ini tiket pesawat untuk kalian bulan madu bersama, bukankah setelah menikah kalian belum sempat melakukan bulan madu. Dan kau tenang saja, Mama sudah mengatur tempat yang cocok untuk kalian berdua di sana."
__ADS_1
Bianca yang mendengar hal itu pun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, ia langsung memeluk kedua orangtuanya.
"Terimakasih banyak." Ucap Bianca.