My Hot Maid

My Hot Maid
Di grebek


__ADS_3

Samuel duduk di depan meja makan, sesekali ia melirik ke arah Bianca yang tengah menyajikan makan malam untuknya.


"Selamat makan, calon adik ipar ku tersayang." Ucap Bianca dengan nada menggoda.


"Berhenti memanggilku adik ipar! Aku tidak akan menjadi adik ipar mu."


"Sungguh? Baiklah, Tuan. Jadi kapan kau akan mencairkan gaji ku, aku sudah satu bulan bekerja tapi kau belum membayar ku." Pinta Bianca dengan nada kesal.


Samuel seketika langsung mengerutkan keningnya saat mendengar kata 'Gaji', "Apa kau tidak salah meminta gaji kepada ku?" tanya Samuel seraya menyipitkan matanya.


"Tentu saja, kau majikan ku dan aku bekerja untuk mu. Jadi aku harus di gaji," jawab Bianca.


"Apa kau lupa selama ini kau membeli semua pakaian dan kebutuhan mu dari uang ku! Jadi akan ku Porong dari gaji mu."


"What?! Enggak bisa, kau tidak boleh memotong gaji ku." Rengek Bianca yang seperti anak kecil.


Melihat tingkah laku Bianca yang seperti itu membuat Samuel tersenyum, "Baiklah, aku tidak akan memotong gaji mu. Tapi dengan satu syarat kau tidak boleh lagi memanggil ku adik ipar!"


"Oke siap, bos ku."


Samuel pun langsung memakan makanan yang di siapkan oleh Bianca untuknya, setelah selesai makan Samuel langsung berpindah ke ruang keluarga bersama dengan Bianca.


Bianca yang duduk di sebelah Samuel langsung menyandarkan kepalanya ke pundak pria itu dengan mata yang fokus ke layar televisi.


Samuel mulai berpikir kenapa Bianca bisa berubah kembali menjadi manis dan manja seperti ini, karena baru saja kemarin wanita itu bertingkah layaknya singa betina yang sedang mengamuk.


"Kau tidak mengamuk lagi?" tanya Samuel dengan mata yang melirik ke arah Bianca.


Mendengar pertanyaan Samuel, Bianca langsung memonyongkan bibirnya. "Sejak kapan aku mengamuk? Dan aku adalah wanita yang lemah lembut, jadi mulut manis ku ini tidak mampu untuk mengucapkan kata-kata kotor."


Samuel hanya memutar bola matanya malas, ia sudah tahu pasti kata-kata itu yang akan keluar dari mulut Bianca.

__ADS_1


"Kemarin kau mengamuk seperti singa betina."


"Tidak, wanita seperti ku tidak akan bersikap seperti itu. Aku adalah wanita yang lembut lembab seperti kapas, mana mungkin bisa bersikap seperti singa betina. Tuan kau sangat jahat!"


Samuel kembali menghela nafas, ia langsung mengambil handphone miliknya yang dari tadi terus bergetar.


Mata Samuel mulai terlihat serius saat melihat pesan yang di kirimkan oleh bawahannya, ada beberapa foto Yurika masuk ke dalam hotel bersama dengan seorang pria asing.


Sebuah senyuman tiba-tiba muncul di benak Samuel, ia memiliki rencana yang bagus untuk memutuskan hubungannya dengan Yurika.


"Tuan, kau kenapa? Apa kau sedang memikirkan tubuh ku yang indah ini?" tanya Bianca dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.


Samuel seketika langsung mentoyor kepala Bianca yang membuat wanita itu cemberut.


"Aku ada urusan, jadi kau tidur saja." Ucap Samuel yang langsung bangkit.


"Urusan? Kemana, ikut." Rengek Bianca seraya merentangkan kedua tangannya.


"Ayolah, Tuan. Ikut!"


"Baiklah, ganti bajumu! Pakai baju yang lebih tebal."


Bianca pun langsung menggunakan jaket miliknya, setelah itu Samuel dan Bianca langsung masuk ke dalam mobil lalu pergi ke suatu tempat.


Samuel langsung menghubungi temannya yang bekerja sebagai sebagai satpol PP, lalu Samuel pun menelpon temannya untuk melakukan razia pada malam ini.


Bianca terheran-heran melihat ekspresi wajah Samuel yang nampak tengah senang, tapi saat Bianca bertanya Samuel hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan dari Bianca.


Hingga mobil Samuel berhenti di sebuah hotel bintang lima, seorang pria langsung menghampiri mobil Samuel.


Lalu Samuel meminta Bianca untuk tetap tinggal di dalam mobil, sementara Samuel langsung masuk ke dalam hotel bersama dengan pemilik hotel yang merupakan sahabatnya.

__ADS_1


Samuel bersama dengan beberapa orang anggota satpol PP langsung pergi ke kamar nomor 671 yang di sewa oleh Yurika.


Seorang staf hotel pun langsung mengetuk pintu kamar hotel.


Lalu pintu kamar pun di buka oleh Panji yang hanya menggunakan handuk saja, tapi tatapan matanya langsung terkejut saat melihat anggota satpol PP sudah berada di depan kamarnya.


Yurika yang berada di atas ranjang dengan tubuh polos langsung terkejut saat melihat orang-orang masuk ke dalam kamarnya.


"Kalian berdua di tahan atas kasus perzinahan."


Yurika hanya bisa terdiam seraya menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi tatapan matanya langsung membulat saat melihat sosok Samuel.


"Yurika, apa yang kau lakukan di dalam hotel bersama pria itu?" tanya Samuel dengan ekspresi kecewa.


"Sayang, aku bisa jelaskan!"


"Tidak, tidak perlu ada yang di jelaskan. Semuanya sudah jelas, kau berselingkuh dari ku bersama dengan pria tidak jelas itu."


Lalu Samuel mendekati Panji dan memberikan pukulan tepat di wajah pria itu, setelah puas Samuel langsung bergegas pergi.


Yurika terus berusaha untuk memanggil nama Samuel, tapi pria itu sama sekali tidak menoleh ke arah Yurika.


Saat keluar dari kamar hotel, sudah ada beberapa wartawan yang datang.


"Pak Samuel, apa benar yang berada di dalam kamar itu adalah calon istri anda?" tanya seorang wartawan.


Samuel memasang ekspresi sedih dan kecewa. "Iya benar, itu calon istri saya tengah bersama selingkuhannya di dalam kamar hotel."


"Lalu bagaimana hubungan kalian setelah ini?"


"Entahlah, maaf saya sedang sedih. Kalian bisa bertanya langsung kepada Yurika."

__ADS_1


Samuel pun langsung pergi begitu saja, setelah berjalan meninggalkan para wartawan Samuel tersenyum tipis.


__ADS_2