
Bianca duduk terdiam di tepi ranjang, tangannya mulai meremas ujung jarinya. Perasaan gugup dan takut mulai mulai menyelimuti dirinya.
Tangan Bianca mulai menepuk-nepuk pipinya, ia berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya, "Semangat Bianca, ini adalah waktunya!" Ucap Bianca dengan semangat yang membara.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan perlahan, Bianca langsung melihat ke arah pintu kamar. Dan Samuel sudah tersenyum dengan menggunakan sehelai handuk yang melilit di pinggang nya, Bianca hanya bisa menelan air liurnya sendiri.
"Kemana perginya singa betina ku?" tanya Samuel saat melihat raut wajah Bianca.
Bianca langsung memalingkan wajahnya, ia sangat kesal saat mendengar ejekan dari Samuel.
"Apakah singa betina ku sudah berubah jadi anak kucing?" tanya Samuel yang langsung duduk di depan Bianca dengan tangan yang membelai dagu Bianca.
Wanita itu hanya diam, perlahan Samuel langsung mendekatkan bibirnya pada bibir Bianca.
Ciuman yang awalnya lembut mulai berubah menjadi sangat liar dan ganas, Bianca hampir kewalahan menghadapi nafsu Samuel yang sangat besar.
__ADS_1
"Ah... Apa kau sedang kerasukan?" tanya Bianca dengan mata yang menatap tak percaya.
"Inilah aku saat di atas ranjang dan kau harus membayar semua perbuatan mu selama ini. Kau terus menggoda ku habis-habisan dan kini aku akan membuat mu merasakan kenikmatan yang tiada dua nya."
Tanpa menunggu tanggapan dari Bianca, Samuel langsung menerjang tubuh Bianca dan memangsanya seperti binatang yang kelaparan.
Bianca hanya bisa menangis dan menjerit saat keperawanan nya di terobos paksa oleh Samuel, hingga darah tiba-tiba keluar yang menandakan jika Samuel sudah mengambil keperawanan Bianca.
Bianca bernafas dengan kencang dan cepat, ia tidak menyangka jika malam pertama sangatlah menyakitkan.
Wanita itu hanya bisa menangis menahan sakit dan perih, meski Bianca meminta untuk berhenti sejenak tapi Samuel tidak mendengarkan wanita itu.
Wanita itu mulai mengembang setiap gerakan yang di lakukan oleh Samuel, pria itu mulai tersenyum puas melihat Bianca yang kini semakin liar di atas tubuhnya.
"Istri ku memang yang terbaik," puji Samuel dengan tangan yang terus meremas seluruh tubuh Bianca.
__ADS_1
Malam itu Bianca dan Samuel melewati malam yang sangat panas dan menggairahkan.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, Bianca tenga berbaring dengan tubuh yang di bungkus oleh selimut.
Ia mulai membuka matanya secara perlahan, tangannya meraba-raba area samping dan rupanya Samuel sudah tidak ada di sampingnya.
Bianca sudah menebak jika Samuel pasti berangkat ke kantor saat pagi-pagi, Bianca mulai bangkit tapi ia merasakan perih di area sensitifnya.
Ia mengingat bagaimana dirinya dan Samuel melewati malam yang sangat panas, Bianca tersenyum tipis saat membayangkan kenikmatan yang di berikan oleh Samuel pada malam itu.
Meski awalnya sakit tapi lama kelamaan jadi enak, air liur Bianca langsung menetes saat kembali mengingat bagaimana brutalnya Samuel pada dirinya.
Dan Bianca sangat menyukai hal itu, ia sangat suka dengan kebrutalan Samuel saat di atas ranjang.
Cukup lama melamun, Bianca langsung bangkit. Ia berjalan dengan sedikit ngangkang karena ia merasa perih di area sensitifnya, tapi saat ingin berjalan beberapa langkah.
__ADS_1
Bianca menghentikan langkahnya, ia tidak kuat berjalan karena perih dan rasa sakit di perutnya.
"Arg.. Samuel sialan," maki Bianca, ia tidak menyangka jika kenikmatan tadi malam malam malah membawa penderitaan di pagi hari untuk nya.