My Hot Maid

My Hot Maid
Rupanya itu bukan mimpi


__ADS_3

Samuel berjalan dengan tatapan mata yang tajam, ia masih kesal dengan perilaku Yurika yang berani menyentuh tubuhnya di saat dirinya tengah mabuk.


Hingga Yurika datang dengan senyuman hangat di wajahnya, ia senang karena Samuel pagi-pagi menelponnya dan memintanya untuk datang ke hotel milik pria itu.


"Sayang, aku sangat merindukanmu."


"Lepaskan!"


Yurika terdiam dengan tatapan bingung, ia tidak mengerti kenapa Samuel tiba-tiba marah kepadanya.


"Sayang, kau kenapa?"


"Apa maksudmu, Yurika? Kau kembali memanfaatkan ku yang sedang mabuk untuk keuntungan mu lagi?"


"Hah? Aku tidak mengerti apa maksudmu?"


"Kau masih tidak mengerti?" Lalu Samuel langsung membuka pakaiannya dan menunjukkan tanda merah yang ada di lebar dan juga dada miliknya. "Kau lihat, ini ulah mu! Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah mencari kesempatan di saat aku sedang mabuk."


Yurika terdiam dengan mata yang membulat sempurna, ia tahu jika wanita yang melakukan hal itu kepada Samuel bukanlah dirinya tapi wanita lain.


"Aku tidak pernah melakukan hal itu." Jawab Yurika dengan mata yang berkaca-kaca.


Samuel terdiam saat melihat reaksi Yurika yang seperti itu, "Sayang, jawab pertanyaan ku. Kau selingkuh dengan siapa?" Tanya Yurika setengah berteriak.


"Aku tidak selingkuh."


"Lalu ini apa? Yang memberikan tanda merah itu bukan aku, jika bukan aku lalu siapa? Kau tahu aku sekarang sedang mengandung anakmu tapi kenapa kau malah berselingkuh di belakang ku." Yurika langsung menangis histeris.

__ADS_1


Samuel hanya bisa terdiam, ia bingung dengan keadaannya saat ini karena Haikal mengatakan jika kekasihnya yang telah di panggil ke sini.


Samuel pun langsung pergi tapi tangannya segera di pegang oleh Yurika, "Katakan, siapa wanita itu?"


Samuel terdiam, ia menatap tajam ke arah Yurika. Lalu Samuel langsung menghempaskan tangan Yurika dan pergi begitu saja meninggalkan wanita itu yang tengah menangis.


"Sial, jika bukan Yurika yang melakukan hal itu lalu siapa?" gumam Samuel dengan langkah cepat.


Pria itu berjalan ke ruangan manager untuk menanyakan perihal wanita yang datang di saat ia mabuk.


"Haikal." Panggil Samuel dengan tatapan tajam.


"Ada apa?"


"Siapa wanita yang bersama ku semalam?"


"Tentu saja kekasih mu, siapa lagi."


Samuel seketika terdiam, kini ia tahu jika wanita yang bersamanya adalah Bianca. Jadi hal yang Samuel kira adalah mimpi rupanya itu sebuah kenyataan.


"Arg.. Sial, apa yang ku lakukan semalam." Lalu tatapan mata Samuel langsung tertuju pada Haikal. "Kenapa kau menyuruh wanita itu untuk datang?"


"Sorry, ku pikir kau akan membutuhkannya karena kau selalu menyebut namanya dan saat aku melihat handphone mu ada nama wanita itu jadi aku langsung memintanya untuk datang ke sini."


Mendengar penjelasan dari Haikal, Samuel hanya bisa menghela nafas. Lalu ia langsung pergi begitu saja dengan amarah dan rasa malu di benaknya.


"Sayang." Suara panggilan Yurika terdengar, Samuel langsung menoleh ke arah Yurika yang tengah berjalan dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sayang, aku tahu kau pasti telah di jebak oleh wanita rendahan. Jadi aku tidak akan marah karena aku tidak ingin anak kita mengalami hal buruk." Yurika langsung tersenyum dan memeluk Samuel dengan lembut.


"Sebaiknya kau cepat pulang, aku masih ada urusan."


"Baik sayang."


Samuel langsung bergegas pergi meninggalkan Yurika sendirian.


Sementara itu...


Bianca tengah menyapu rumah seraya bersenandung riang, sesekali wanita itu menjerit-jerit saat mengingat kejadian malam tadi yang membuat gairah di dalam tubuhnya bangkit.


"Ah.. Tuan.. Ah.." Bianca terus menjerit-jerit manja saat membayangkan apa yang ia lakukan dengan Samuel tadi malam.


"Ah.. Tuan aku tidak tahan, ah.... Tuan kau sangat nakal"


Tanpa Bianca sadari semua jeritan dan perkataannya di dengar oleh Samuel, pria itu hanya diam di depan pintu rumah dengan wajah yang sudah memerah sempurna.


Ia sudah tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan Bianca, setelah apa yang kemarin malam ia lakukan kepada Bianca.


Bianca pun langsung menengok ke belakang, ia sedikit terkejut saat melihat Samuel berada di depan pintu. Sebuah senyuman langsung muncul di wajah Bianca, "Tuan.." Panggil Bianca dengan suara manja layaknya seorang wanita yang tengah berada di atas ranjang.


Samuel langsung melihat ke arah Bianca, wajah pria itu memerah sempurna karena malu. "Kau sudah pulang, bagaimana malam mu apakah menyenangkan?" tanya Bianca dengan nada menggoda.


Hal itu membuat Samuel semakin malu, ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Bianca.


Bianca hanya memonyongkan bibirnya saat melihat reaksi Samuel, "Tuan, kau sangat munafik. Bilang tidak suka tapi nyatanya kau suka saat di goda oleh ku."

__ADS_1


Samuel berada di dalam kamar, jantungnya terus berdetak dengan kencang. Ia langsung menutup pintu kamar dengan rapat dan menguncinya, ia tidak ingin jika Bianca tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


"Sial, kenapa aku jadi seperti ini?"


__ADS_2