
gadis cantik yang terbalut dalam gamis panjangnya itu terlihat sedang melamun. dari wajahnya terlihat ia sangat terpuruk dan air matanya masih menggenang di matanya. bagaimana tidak , hari ini ia baru saja menghadiri proses pemakaman orang tuanya yang meninggal tadi pagi pukul 8 akibat kecelakaan tabrak lari .
"Dinda ". panggil seseorang sambil menepuk pundak nya .
"eh i- iya Yun ." jawab Dinda lirih . Yuni sebagai sahabat Dinda ia juga ikut merasakan sedih atas yang di alami oleh Dinda.
Yuni menarik Dinda ke dalam pelukannya dan membawanya jauh dari orang ramai.
"udah jangan di tahan Din , nangis aja biar jangan nyesek di dada." ucap Yuni lembut sambil mengelus kepala Dinda dan bener saja tak lama kemudian Yuni merasakan bahunya berguncang akibat tangisan Dinda dan bajunya pun ikut basah .
"Yun, aku tinggal sendiri Yun. aku udah gak punya siapa-siapa lagi Yun ." ucap Dinda di sela-sela tangisnya.
Yuni menggeleng dengan cepat.
"gak Din, Lo masih ada gua yang akan selalu menemani Lo Din." ucap Yuni menenangkan.
setelah agak tenang Dinda mengurai pelukan sahabat nya itu
"oh ya btw lo balik ke asrama lagi gak ?
tanya Yuni pada Dinda . ya , sahabat nya itu memang anak pesantren berbeda dengan dirinya yang hanya anak kuliahan.
Dinda menggeleng
__ADS_1
"aku gak tau Yun. kayaknya gak sih Yun kan aku juga udah selesai Qur'an nya . mungkin aku mau kerja aja ."
"oh ya udah kalau gitu kita balik yuk Din. Lo ikut ke rumah gua aja ya ." ajak Yuni karna ia tahu jika Dinda masih tetap di sini maka ia masih akan sulit untuk mengikhlaskan kepergian ortunya .
Dinda mengangguk tidak keberatan.
"iya Yun, lagian rumah mu gak jauh dari rumah ku jadi sekali waktu aku bisa membersihkan rumah ini nanti." jawab Dinda sambil tersenyum. mau tak mau Yuni pun ikut tersenyum.
keesokan harinya
tok tok tok
"Yuni Dinda , ayo cepat bangun ."
"Yun Yun bangun Yun , iya Tante Dinda udah bangun." saut Dinda dengan sedikit berteriak.
"buka din pintunya , pasti si Yuni belum bangun tuh ." teriak Bu Risma. dinda pun membuka pintu nya dan bersiap-siap menutup telinga nya dari teriakkan yg mengalahkan suara terompet sangkakala. bayangkan , bagaimana tidak ? sedangkan ketika Dinda masih di rumah sendiri aja dia merasakan gendang telinga mau pecah apalagi sekarang yang langsung di depan mata.
"yuniiii !!
Dinda bergidik ngeri melihat Yuni yang tidak berpengaruh sama sekali dengan teriakan ibunya dan apa saja yang telah di lakukan ibunya .
tingg Ting Ting...
__ADS_1
aksi itu berhenti dan tanpa sengaja Bu Risma dan Dinda saling bertatapan dengan tanda tanya lalu keduanya menggeleng.
byurrr
setelah menyiramkan air seteko ke wajah Yuni , Bu Risma mengajak Dinda turun kebawah untuk melihat siapa yang bertamu pagi- pagi sekali.
"Din ,apa kamu punya janji dengan orang lain?" tanya Bu Risma memastikan. Dinda menggeleng .
ceklek
"selamat pagi ibu , maaf mengganggu ! sebetulnya saya kesini untuk menanyakan keberadaan nona Dinda keandra putri bapak Rio keandra . saya sudah mencari ke rumah nya tapi tidak saya temukan jadi saya tanya ke ibu Karna saya pikir ibu sebagai tetangga nya tau keberadaan nya ." ucap orang .
Bu Risma memandang curiga kepada 2 orang yang menurutnya agak menakutkan itu.
"u- untuk apa kalian mencari nya .? tanya Bu Risma sedangkan Dinda yang sejak tadi bersembunyi di balik pintu sudah menggigil ketakutan. ia ingat betul seragam orang-orang itu sama percis dengan seragam orang yang pernah ketauan mencoba membunuh ayahnya saat mereka sedang jalan-jalan tapi untungnya terselamatkan oleh satpol yang kebetulan sedang lewat saat itu.
brukk .
Dinda menutup mulutnya saat tiba-tiba Bu Risma tersungkur di depannya dengan suara bentuman yang keras akibat dorongan .
belum sempat Dinda berkata apa-apa ia merasa dirinya di gotong serta mulutnya di sumpal dengan sapu tangan obat bius .
dindaaa
__ADS_1
semua gelap , terakhir dinda mendengar suara teriakan Bu Risma yang menggema memangilnya.