My Little Mommy

My Little Mommy
Dinda di culik


__ADS_3

Sepulangnya Tiara dan Liana , Tiara kembali lagi merenung .


"apa yang akan aku lakukan? apa harus tetap bertahan dengan status istri tak di anggap atau gimana?"


Dinda menatap pada dua bayi mungilnya


"semoga kalian tidak ada masalah dengan keputusan yang mama ambil ya "


Dinda bergegas mengemasi barang nya karna hari ini dia memang sudah boleh pulang begitu juga anaknya yang terlahir sebagai prematur sudah bisa di bawa pulang.


Tidak ada alasannya untuk menunggu siapa pun untuk menjemput nya terutama ayah dari anaknya.


* * * * * *


Raden dengan terburu-buru bergegas menuju rumah sakit setelah mendapat telpon dari Romi yang meminta tolong untuk menjemput Dinda .


"Sial, Romi mengapa Lo baru kasih tau Sekarang sih bego ." protes Raden pada Romi , sedangkan si Romi hanya cengengesan.


"ya maap, gua juga lupa kalo tidak di ingatin oleh istri gua." jawab Romi .


Raden mengendarai mobil dengan tidak tenang.


Berkali-kali ia melirik jamnya yang sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore.


Raden memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi .


Sesampainya di rumah sakit . raden berlari seperti orang kesetanan memasuki rumah sakit.


"ah sial. Dinda ... Dinda kamu di mana?" Raden panik seraya mencari keberadaan Dinda dan dua bayinya sampai ke bawah-bawah kolong tempat tidur. namun nihil, Raden tak menemukan apapun.


Di saat sedang panik. mata Raden terpaku pada sesuatu yang jatuh di lantai.


Raden mendekati nya dan ternyata itu adalah sebuah dompet dan sebuah kertas yang di lipat.


Dengan cepat Raden membuka kertas itu dan ternyata kertas itu bukan surat melainkan seperti coret-coretan .


Namun tiba-tiba mata Raden tertuju pada tulisan di ujung paling bawah.


"aku di lema, apakah aku harus pergi? entah kenapa melihat sikap nya seperti itu membuat aku terluka.


dan di bagian yang lain


"ya tapi mau bagaimana pun tetap aku yang salah. aku yang menjadi ketiga di antara mereka berdua"


bagian lain lagi


"ku rasa aku harus ambil satu tindakan. oke baiklah.


Raden meremas kertas itu panik


"apa-apaan nih maksudnya?


Lalu Raden meraih dompet bergambar hello Kitty itu dan memeriksa nya . Raden menutup mulutnya tak percaya .


Dengan cepat Raden pergi meninggalkan rumah sakit.


teet teet


"halo , Romi kerahkan orang untuk mencari Dinda ." ucap Raden setelah panggilan nya tersambung.


"heh bangsat , gua bukan babu Lo lagi . enak aja .... apa? Dinda hilang ? kemana dia ?


Tuut tuut tuut


Raden mematikan sambungan telepon nya karna malas mendengar ocehan Romi.


drtt drtt drrtt


Baru saja Raden hendak memasukkan hp nya sudah berdering kembali.


Raden memicingkan matanya ketika jelita menelponnya .


"tumben , calling duluan."


halo

__ADS_1


"halo, Raden . Dinda di mana?


raden mengernyitkan keningnya


"hah?


"jawab den. Dinda di mana?


"aku juga...


Raden menatap ponselnya horor . enak saja tuh anak matikan telepon sepihak.


Di sisi lain


Dinda menatap puas pada penataan rumah barunya yang baru saja selesai di benahinya.


"aduh ternyata capek juga nih ngebongkar rumah kecil begini." ucap Dinda sambil senderan di sofa.


drtt drrtt drrtt


Dinda meraba saku gamisnya untuk mengambil ponselnya


"halo mba."


"Din, kamu di mana? kalo udah pulang kenapa gak ke rumah mba?


Dinda menghela nafas mendengar ocehan melaty.


"gak mba, aku gak enak numpang terus di rumah mba. sekarang aku tinggal di kosan milik Riska mba. " jelas Dinda .


"tapi kan kamu baru siap melahirkan Din, belum boleh kerja capek ."


Dinda terkekeh


"apaan mba ni, orang udah lebih dua bulan gitu."


"ya tetap aja Din, ya udah kirim alamatmu biar mba bisa jenguk kamu."


"siap mba. besok mba datang ya."


Dinda bersiap untuk sholat isya karna tadi sore ia baru saja bersih dari nifas.


setelah selesai membaca Qur'an beberapa ayat Dinda memutuskan untuk tidur .


Namun saat Dinda berdiri tiba-tiba ada yang menjegalnya dan menutup mulutnya sehingga membuat Dinda sulit bernafas.


"hmm hmm " Dinda yang ketakutan melihat sosok bertopeng itu mencoba menyelamatkan diri namun tak lama kemudian Dinda tidak sadarkan diri karna pengaruh obat bius.


"ayo cepat bawa dia ke mobil sebelum di lihat orang lain." ucap seseorang memandu.


Setelah memasukkan Dinda ke dalam mobil ,mobil itu terus melaju meninggalkan perkarangan rumah.


Melaty yang baru memasuki gang dengan mobilnya terkejut melihat orang yang ugal-ugalan di jalan gang sempit seperti ini.


"woy, jangan ngebut di jalan seperti ini ." teriak melaty seraya melongokkan wajahnya ke luar jendela .


"sayang bener kan ni alamat nya?" tanya Romi kurang yakin.


Melaty kembali memeriksa hp nya


"betul kok sayang!"


"kenapa sih Dinda milih kosan di tempat yang begini ? serem banget lagi." protes Romi yang di angguki oleh melaty ikut membenarkan .


uwek uwek uwek


"sayang itu rumah nya Dinda. suara anaknya terdengar."


Romi segera memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil.


"loh mas. pintunya ke buka mas. " ucap melaty bingung.


"mas ."


Tanpa berpikir Romi langsung menerobos masuk ke rumah di ikuti oleh melaty.

__ADS_1


"ya Allah berantakan kali." keluh Romi


Sedangkan melaty tidak sempat berkata apa-apa karena khawatir dengan keadaan bayi Dinda yang menangis tiada henti.


"mas, Dinda gak ada !" teriak melaty panik begitu juga Romi yang mendengar teriakkan istrinya.


"mas cari dulu , kamu tangani dulu ponakan kita ." ucap Romi cepat .


bruak


Romi yang sudah kalang kabut tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar sehingga ia menabrak palang pintu.


"mas hati-hati ." tegur melaty


Romi tak menggubrisnya.


"sayang, liat ini mas menemukan sapu tangan ini dan topeng ini."


Mulut melaty ternganga lebar


"apa? jangan-jangan Dinda di culik.


Romi mengangguk karna ia juga sudah menduganya.


"tapi anehnya kenapa maling itu meninggalkan alamatnya." ucap Romi .


"ya udah mas, hubungi Raden. Raden berhak tau juga keberadaan anak-anak nya. " ucap melaty .


Romi juga baru ingat dengan Raden


"halo den"


"hmm


Terdengar suara lesu Raden dari balik sana


"den gua kirim lokasi , sekarang juga Lo kesini demi anak-anak Lo." ucap Romi cepat lalu memutuskan sambungan.


Raden yang mendengar ucapan Romi pun tanpa berpikir lagi langsung bergegas berangkat.


"ckck, kenapa lokasinya kumuh dan seram seperti ini?" tanya Raden bingung saat baru saja memasuki gang .


Tetapi Raden memilih diam ketika melihat mobil Romi yang telah lebih dulu terparkir di situ.


"Romi..


Romi dan melaty muncul dari kamar dengan membawa kedua bayinya.


Raden segera mendekati kedua buah hatinya yang sudah ia rindukan.


"nanti lagi Raden temu kangen nya . anakmu udah tidur. untuk sementara aku akan membawa dia ke rumah ku dulu. " ucap melaty .


Raden yang hendak protes di potong oleh Romi


"pikirkan dulu di mana kita akan mencari Dinda."


Raden membeo


"ma-maksudnya Dinda di culik?"


Dari terdiam nya kedua pasangan itu Raden dapat menduga apa yang sedang terjadi.


Romi memicingkan matanya menatap Raden


yang menangis


"emang Lo peduli?" sarkas romi.


Romi heran melihat Raden menangis setulus ini sama seperti ia kehilangan Raisa dahulu dan ibunya .


Raden menyodorkan dompet hello Kitty milik Dinda "ini betulkan Rom ? Dinda itu Raisa adik Lo kan?" tanya Raden memastikan sambil menunjukkan sebuah foto lama waktu kecil mereka. foto Romi,Raden dan Dinda waktu masih kecil.


Alih-alih menjawab ,Romi malah menumbuk dada Raden dengan kuat


"kenapa baru menyadari nya?" sinis Romi.

__ADS_1


"stoppp, bukan waktunya untuk berdebat " lerai melaty merasa kesal dengan dua pria dewasa yang tidak tahu situasi itu.


__ADS_2