
Saat Dinda membuka matanya , pertama kali yang ia lihat adalah atap yang indah berchat biru langit dan di hiasi oleh manik2 bintang kecil yang gemerlapan .
"Wah apakah aku ada di surga ? "ngawur Dinda
dan di saut oleh kekehan seseorang.
Dinda menoleh ke asal suara dan mendapati seorang pelayan yang sedang menyiapkan makanan .
"Jangan senang dulu nona ! jangan tergiur dengan surganya neraka ." ucapnya lalu bergegas keluar meninggalkan kamar .
"Eh tunggu ! " Dinda menghela napasnya karna gagal menghentikan orang itu . untuk mengurangi kekhawatiran nya ia pun mengambil hp nya tetapi ia tidak menemukan barang nya satu pun .
Dinda menepuk jidatnya
" oh ya aku kan emang gak bawa apa-apa Karena di bawa secara paksa ke sini ."
Dinda turun dari ranjangnya berjalan menuju jendela.
Dan lagi- lagi ia terkesima dengan pemandangan indah taman di bawah sana tapi kemudian ia menepis semua itu saat kembali teringat ucapan wanita tadi .
"Baiklah , tidak ada jalan lain aku harus kabur dari sini ."
Dinda berjalan keluar dari kamar itu dan menolah noleh untuk memastikan keadaan aman. tapi karna ruangan di situ sangat besar ia kesulitan mencari tangga untuk keluar dari lantai itu .
__ADS_1
Ia terus berjalan mengendap-endap tetapi langkah nya terhenti ketika mendengar sesuatu dari kamar yang ia lewati.
"Papa, kenapa papa berniat untuk mengadopsi nya pa ." ucap suara Manja yang tidak di kenali oleh Dinda
"haha tenang saja nak. papa mengadopsi nya hanya untuk menjadikan dia sebagai jaminan kerja sama bersama kolega bapak ." jawab suara itu .
Dinda menutup mulutnya karna ia kenal suara itu .
"haha jadi maksudnya papa mau jual gitu dia pa?" tanya suara seorang wanita yg lebih dewasa .
Tuk
"Siapa di luar ?"
Dinda merutuki suara sepatu nya yang tidak sengaja mengetuk lantai dengan kuat .
"ah pamannn!" teriak Dinda girang memeluk kevin walau sebenarnya hatinya sangat ketakutan . Kevin yang tadi nya wajahnya tegang kemudian menjadi rileks karna mengira Dinda tidak tahu apa-apa.
"Cih apaan sih lo peluk-peluk papa gua. " gerutu viona sambil mendorong Dinda kuat .
"Jangan gitu dong sayang sama kakak kamu ." ucap wanita dewasa itu memulai dramanya
"Iya sayang , mulai sekarang Dinda ini kakak kamu ya vio dan Dinda ini adik kamu viona dan Andriana ini adalah bibi mu ." sambung kevin memperkenalkan keluarga nya di sertai senyuman,oh bukan lebih tepatnya seringaian .
__ADS_1
Dinda mengangguk .
Saat tuan-tuan rumah sudah pada pergi untuk bekerja Dinda berniat untuk melanjutkan niatnya .
Dinda merasa hari ini keberuntungan sedang berpihak kepadanya karna ia berhasil kabur dari rumah besar itu dan di sinilah Sekarang ia berada , rumah Yuni .
"eh Din , dindaaa ."
"eh i-iya Yun kenapa ?"
" Lo kenapa sih dari tadi gua panggilin gak nya...". Yuni menghentikan ocehan nya saat melihat ekspresi Dinda saat ini.
Yuni sudah mengenal Dinda dari kecil jadi dia tahu saat Dinda sedang baik-baik saja atau malah sebaliknya.
"Lo kenapa Din ? apa Lo masih kepikiran ortu Lo? " tanya Yuni tetapi yang di tanya malah menunduk .
"Yun , aku ke sini mau pamit.! ucapnya dengan berat hati .
"Maksud Lo ? eh Din tunggu , Lo kenapa sih !" teriak Yuni ketika tiba-tiba Dinda beranjak dari duduknya .
"Din Lo jangan gini Din, Lo kenapa sih kok tiba-tiba kyk gini sih .apa gua ada buat salah sama Lo atau apa din . Lo seharusnya beri tau gua , bukan gini caranya din. ada apa din ? jawab ! hiks hiks ." ucap Yuni sambil berusaha menghentikan Dinda mengemas barangnya .
"Maaf Yun, tapi aku harus pergi bye ." ucap Dinda lalu berlari sekuat mungkin agar tidak di kejar oleh Dinda .sebisa mungkin ia menahan air matanya sejak tadi . Dinda tau dirinya sedang di cari dan ia tidak ingin melibatkan Yuni dan mama nya .
__ADS_1
Dan betul saja Dinda merasa ada seseorang yang mengikutinya maka ia terus mengayunkan kakinya entah kemana tujuannya .
Baginya itu tidak penting , krna yang penting sekarang adalah lolos dulu dari mereka.