
Raden menghela nafas saat pekerjaan nya sudah kelar juga.
Ia gak menyangka Romi betul-betul melakukan apa yang ia katakan waktu itu untuk berhenti kerja.
Alhasil hari ini Raden harus menyelesaikan tugasnya sendiri karena ia tidak akan mau merekrut sekretaris baru lagi kecuali Romi .
Raden hampir saja terjungkal karna kaget saat melihat ke arloji jam tangan menunjukkan pukul berapa "astaga, mengapa aku bisa lupa .hari ini kan jadwal kunjungan ke panti asuhan."
Raden bergegas berangkat. sebelum ke panti ia menuju rumah sakit dahulu untuk menjenguk adiknya
"dik, kok lama banget sih bangun nya . padahal hari ini tuh jadwal kamu kunjungan ke tempat favorit mu ." Ucap Raden sambil mengelus rambut adiknya.
"tapi tenang aja dik, walau kamu gak bisa pergi kakak akan tetap pergi untuk menggantikan mu." Ucap Raden lagi seraya mencium kening adiknya.
Setelah beberapa menit barulah Raden bergegas ke panti asuhan sebelum menjelang sore.
"gak asyik sih pergi tanpa kamu dan Romi" keluh Raden .
Akhirnya sampailah Raden ke panti asuhan"SAYANG ANAK" .
Panti asuhan itu di bangun atas permintaan flora, adiknya Raden.
Flora sangat suka bermain dan meluangkan waktu nya untuk bersama dengan anak-anak panti . sedangkan Raden akan berkunjung ke situ sekali dalam sebulan dan itupun akan di temani oleh flora.
Raden mengepalkan tangannya erat saat melihat seseorang yang ia kenal sedang bercengkrama santai dengan seorang pria .
"papaaa"
Raden menyipitkan matanya ketika ada seorang anak kecil berlari memanggil papa pada lelaki itu.
Tapi alih-alih berlari padanya ,anak itu malah berlari kepangkuan Dinda.
Lalu wanita itu tersenyum , mereka terlihat seperti sebuah keluarga kecil .
Lagi-lagi Raden mengepalkan tangannya kuat .
__ADS_1
"brengsek." serunya seraya berjalan mendekati mereka setelah anak kecil itu pergi.
Tanpa sadar tangan Raden menarik kuat tangan Dinda untuk menjauh dari tempat itu.
Wanita itu tidak ada kesempatan untuk berontak ketika Raden menariknya . tapi setelah langkah nya terhenti , wanita itu menepis tangan Raden dengan kuat.
Raden menatap tajam kepada Dinda , tetapi reaksi Dinda di luar dugaan . badannya gemetaran dan keringat dingin bercucuran.
Tanpa sadar Raden mengubah tatapan matanya sedikit lembut krna entah kenapa di ujung hati nya yang paling dalam merasa sakit mendapati ekspresi seperti itu.
Tangan Raden tanpa sadar menjulur menyentuh perut Dinda .
Membuat Dinda selempangan hampir terjungkal jika saja Raden tidak menangkap nya .
"apakah dia sehat ? cukup gizinya? " tanya Raden tanpa sadar dengan posisi menindih tubuh Dinda.
Dinda yang kaget setelah menyadari posisinya, dengan cepat ia mendorong tubuh Raden dengan kuat.
Jantung Dinda berdetak cepat
"bu-bukan urusan anda ." ucap Dinda gemetar.
"Lo pasti tau kalo gua ada hubungannya dengan anak yang ada di rahim mu itu." ucap Raden kumat lagi dinginnya.
"aunty dindaaa." tiba-tiba suara yang di rindui oleh Dinda terdengar di telinga sehingga membuat Dinda bisa melupakan rasa takutnya.
Langsung saja Dinda menghambur ke arah Nabil dan Nabila.
Sedangkan Romi dan melaty yang berdiri di belakang keduanya, menatap tajam pada Raden di sertai raut tak suka.
"sayang, kenapa gak bilang kalo kamu daftarin Dinda kerja di panti asuhan ini ? ini tuh milik Raden." bisik Romi pada melaty
Tapi masih terdengar sayup-sayup oleh Raden yang tidak terlalu jauh dari mereka.
Setelah Dinda membawa kedua anak mereka menjauh , Romi mendatangi Raden.
__ADS_1
"mau apa Lo hah sama Dinda ?" tanya Romi sangar .
Sikap Romi saat ini membuat Raden bertanya-tanya apakah itu Romi sahabat nya atau bukan?
"gua akan menikahi Dinda ." jawab Raden asal tapi di iringi intonasi tegas.
Romi menatap Raden sinis
"Lo boleh nikahin dia, tapi dengan syarat Lo harus putus hubungan dengan jelita ." Tegas Romi.
Raden mengepalkan tangannya geram
"Lo gak berhak ngatur gua . gua nikahin Dinda karna gua bertanggung jawab padanya sedangkan jelita itu cinta pertama gua." bantah Raden.
Romi tertawa sinis "Lo buta ya ? padahal jelas-jelas sikap jelita itu jauh berbeda dengan cinta pertama mu dulu." ucap Romi.
"gua gak ngerti sama Lo. padahal semua keluarga Lo ngakuin kalo jelita itu adik kandung Lo tapi kenapa Lo sendiri yang bantah kenyataan itu." ucap Raden.
Romi menggeleng
" Lo tau kenapa? karna gua mengikuti naluri gua , naruliku berkata dia bukan adik gua. "Ucap Romi.
Romi jadi teringat saat setelah belasan tahun lamanya mereka kehilangan putri sekaligus adik , jelita datang di antar oleh seseorang yang mengatakan bahwa jelita itu adalah anak yang mereka cari dan menunjukkan bukti-bukti nya tetapi anak itu mengalami amnesia.
Dan yang paling bahagia ketika itu adalah Raden Pratama mengira ia telah menemukan kembali cinta pertama nya yang telah hilang.
"heran gua, Lo pintar tapi bodoh." ejek Romi untuk Raden sebelum Romi meninggalkan tempat itu.
Romi dan melaty mencari Dinda.
"Din , ayo ikut kita pulang." ajak melaty seraya menarik tangan Dinda.
Namun Dinda menahannya.
"mba, aku sebenarnya tadi pingin pulang cuma untuk bertemu dengan mereka aja mba. tapi sekarang aku udah ketemu jadi rindunya udah terobati. " jawab Dinda pelan takut menyinggung perasaan melaty.
__ADS_1
"Din ikut saya pulang. ada yang ingin kita bahas ." Bujuk Romi dan akhirnya Dinda mengiyakan.
Lalu semuanya pulang mengabaikan Raden yang termenung sendiri entah apa yang ada di pikirannya.