My Little Mommy

My Little Mommy
Pergi


__ADS_3

Romi menatap Dinda yang sedang menata barangnya dan keperluan bayi nya dengan tatapan sedih.


"Din, maaf tak seharusnya dulu kakak memaksa Raden menikahi mu ." ucap Romi lirih.


"andai kakak tau jika kejadiannya akan seperti ini." sambung Romi .


Dinda memaksakan senyuman nya untuk menenangkan kakaknya yang selalu saja menyalahkan dirinya sendiri sejak kemarin setelah kejadian itu. di mana saat suaminya dan ayah dari anak-anak nya memilih jelita ketimbang dirinya. hatinya terluka walau ia tau sebenarnya Raden terpaksa karna jelita yang tidak mengingat apapun setelah siuman kecuali Raden sebagai pacarnya dan Arka Tania sebagai ortunya. jelita tidak mengingat kejadian apapun lagi selain 3 orang itu .


Dinda tersentak dari lamunannya saat tiba-tiba saja seseorang memeluknya


"kak Romi." Panggil Dinda ketika merasakan bahu Romi berguncang di balik bahunya.


Dinda mengelus punggung Romi untuk menenangkan kakaknya itu.


setelah beberapa detik kemudian,Romi mengurai pelukannya dan menyeka air matanya.


"ya udah Din, kalau sudah beres semua ayo kita berangkat." ajak Romi .


Dinda menganggukkan kepalanya sambil melangkah menuruni anak tangga. Dinda menatap sejenak kamar kedua orangtuanya yang berada di seberang tangga.


"kak, papa mama masih belum pulang?" tanya Dinda pada Romi . Romi memalingkan wajahnya dari Dinda karna merasa tidak kuat melihat raut wajah Dinda yang menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


"belum dek." jawab Romi lirih


Dinda tersenyum paksa.


"ya udah kak ga ppa."


Dinda menguatkan hatinya untuk tidak egois. walau sebenarnya ia sedih karna ortunya sudah lama tidak menemuinya dikarenakan sibuk dengan jelita yang tidak ingat bahwa keduanya bukan ortu kandung dirinya.


Dinda menatap sekali lagi rumah besar keluarga nya itu sebelum melangkah kan kaki masuk kemobil untuk pergi meninggalkan rumah itu.


_______


"dindaaaa...


Dinda mengelus dadanya di akibatkan suara cempreng milik tamunya. sedangkan sang tamu hanya cengengesan mendapat tatapan tajam dari Dinda.


"kebiasaan kamu tir ." omel Dinda pada Tiara .


"kamu yakin Din tinggal di sini lagi?" Tanya Liana sambil mengedarkan pandangannya mengelilingi rumah kos an itu.


Liana menoleh ke arah Dinda karna ia tidak kunjung juga menjawab. Liana menatap sedih pada Dinda yang menatap kosong ke arah kedua bayinya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Liana dan Tiara memeluk Dinda yang tampak lesu . tak lama kemudian Liana merasakan bahu Dinda berguncang tak dapat menahan lagi air matanya.


liana menatap tajam pada Tiara yang sebentar lagi tangisan nya akan pecah . karna mengerti isyarat yang di sampaikan kakaknya ,ia pun menahan tangisnya agar tidak membuat Dinda semakin terbebani. mereka berdua mengerti keadaan hati Dinda saat ini ,terlebih lagi dengan nasib kedua anaknya yang tidak tahu menahu itu.


Setelah di rasa cukup ,Dinda mengentikan tangisnya karna sudah merasa lega telah melampiaskan nya dengan tangisan.


Dinda tersenyum kepada keduanya seolah mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.


"Din, semangat ya. gua tau Lo sedih dengan kenyataan ini . tapi Lo ingat, kalo Lo sedih siapa yang akan menjadi penopang kedua malaikat kecil itu." Ucap Liana .


Dinda menoleh menatap kedua bayinya. Liana benar. dirinya tak boleh lemah demi kedua malaikatnya itu. Dinda memantapkan hatinya untuk mengikhlaskan segala nya.


"gitu dong Din, senyum gitu." Ucap Tiara senang karna senyum Dinda kembali tulus.


Liana menyenggol bahu Tiara seraya memberi isyarat dengan kepala nya .


Tiara mengangguk karena ia cukup mengerti dengan apa yang di maksud oleh saudaranya itu.


"Dinda, kalau begitu kami izin dulu. kamu istirahat yang cukup ya ." Pamit Liana pada Dinda .


Dinda pun hanya mengangguk karna ia pun tak bisa bisa memungkiri bahwa saat ini ia butuh istirahat dan matanya sudah berat.

__ADS_1


__ADS_2