My Little Mommy

My Little Mommy
menjenguk


__ADS_3

Keajaiban cinta memang lah nyata, Fino secara perlahan mendapatkan kesadarannya. matanya ia buka perlahan lalu di pejam lagi karena di rasa cahaya luar sangat menyilaukan matanya yang telah beristirahat selama seminggu.


Dinda yang baru saja datang dari kamar mandi terkejut sekaligus senang karena melihat pergerakan Fino yang mengangkat tangannya untuk menutup matanya.


"mas, sudah sadar?"


Mendengar suara wanita yang sangat ia cintai itu membuat Fino semangat. ia berusaha bangkit dari kasurnya.


"eit eit mas, tunggu jangan banyak gerak dulu." Seru Dinda panik seraya menghampiri suaminya.


Fino menangkap tangan Dinda lalu menariknya hingga Dinda terjatuh dalam pelukan Fino. hal itu membuat Dinda salah tingkah. Fino menyusupkan wajahnya di balik pundak Dinda sedangkan Dinda merasa jantungnya berdebar dengan cepat.


"ehem-ehem."


Dinda menarik dirinya untuk menjauh dari Fino ketika tiba-tiba saja Romi dan melaty datang menjenguk, tetapi Fino menahannya.


"biarkan aja seperti ini."Ucap Fino mengabaikan wajah Dinda yang sudah merah merona seperti kepiting rebus. Dinda menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang milik Fino membuat melaty terkekeh melihatnya sedangkan Romi tersenyum meledek nya.


"eh, udah sadar kamu Fin." Ucap Romi akhirnya setelah teringat tujuan pertama nya adalah mengecek keadaan adik iparnya.


Fino mendongakkan kepalanya menatap pada Romi, lalu ia mengangguk tanpa menghentikan tingkahnya yang masih memeluk Dinda.


Romi geleng-geleng kepala melihat nya, lalu ia berinisiatif untuk mengajak melaty keluar meninggalkan mereka berdua menikmati waktu berdua nya.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa hari, Fino sudah sembuh total dan di perbolehkan pulang.


..._____...


Sudah seminggu Fino berstatus kan sebagai suami Dinda. namun sampai kini ia belum menyentuh Dinda sepenuhnya Karna Dinda masih di hantui oleh rasa trauma.


"mas, maaf ...


Dinda menghampiri suaminya yang terduduk melamun di tepi ranjang menghadap ke cermin. Fino menoleh pada Dinda lalu tersenyum sambil meraih tangan Dinda menariknya untuk duduk di sampingnya. lalu lengan Fino merangkul pinggang Dinda dari samping.


"gak papa sayang, aku akan terus berusaha menghilangkan rasa trauma mu." Ucap Fino Karna ia bertekad untuk menghapus luka yang masih membekas di tubuh dan hati istrinya itu dengan caranya sendiri. terbukti, dengan sikap lembut Fino memperlakukan Dinda itu membuatnya perlahan-lahan mulai rileks.


Seperti saat ini, Dinda mulai bisa mengendalikan emosi tubuhnya ketika Fino memulai aksinya. tidak ada lagi panas dingin seperti sebelumnya, hanya ketegangan yang Dinda rasakan dan itu termasuk batas kewajaran.


pergulatan panas itu pun telah usai. Dinda memandangi wajah suaminya dengan penuh cinta dan begitu juga sebaliknya.


"terimakasih mas, sudah sabar menunggu ku."Ucapnya malu-malu. Fino tersenyum lalu kembali mengeratkan pelukannya.


Keesokan harinya, pagi sekali ketika mereka sarapan berempat. datang tamu yang tak di harapkan.


"papa".


Fino beranjak dari duduknya ketika ia melihat dari jendela ternyata yang datang adalah papanya sendiri. wajahnya mengeras karna merasa marah. Fino menyuruh istri dan kedua anaknya masuk ke kamar Karna ia tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti mereka sekalipun itu papanya sendiri.

__ADS_1


Kevin Durant menampilkan senyuman yang lebar ketika Fino menyambutnya.


"Apakah kau merindukan papa Fin?"


Fino memalingkan wajahnya sambil berdecih.


"apa yang ingin anda lakukan di kediaman ku? "


Kevin tertawa mendengar nya.


"Tentu saja untuk menjenguk putraku, Fino Durant." Ucap Kevin dengan angkuhnya.


"sttt, jangan sandingkan namaku dengan nama anda, aku tak pernah Sudi menjadi anak dari lelaki jahat seperti anda." Ucap Fino penuh penekanan. namun hal itu membuat Kevin terkekeh.


"apa yang kau katakan anakku? aku hanya berusaha meraih apa yang aku inginkan. apa itu salah?"


Fino merasa malas untuk meladeninya dan untungnya pihak kepolisian datang untuk menangkap Kevin. Kevin terlihat santai dan acuh dengan kelompok polisi yang mengepung nya.


"borgol dia dan kawal sampai tahanan." Ucap komandan mereka.


Dari salah satu mobil polisi itu keluar dua wanita yaitu jelita dan Viona.


Keduanya menatap tajam pada Kevin Durant yang berjalan melewati keduanya, namun mereka tertegun ketika melihat tatapan mata Kevin yang redup dan sayu, tidak seperti biasanya. begitu juga dengan Fino yang sempat melihat tatapan itu ketika Kevin berhenti tertawa tadi.

__ADS_1


__ADS_2