My Little Mommy

My Little Mommy
POV jelita


__ADS_3

sebelumnya


POV jelita


Gadis itu berjalan dengan langkah yang ringan . hatinya merasa puas telah melakukan hal yang tak di duganya .


"Duh, ternyata begini rasanya jika mengikuti kata hati sendiri ." gumamnya pada diri sendiri.


Karna lelah berjalan sejak tadi, ia memutuskan duduk di trotoar di pinggir jalan . angin masih terasa sejuk karna masih pagi .


"Apa yang akan ku lakukan setelah ini?" Tanyanya pada diri sendiri . karna tidak menemukan jawaban ia pun mulai terisak sendiri.


"Mama, kali ini aja ya jelita izin menangis. jelita sudah gak kuat ma. jelita tidak bermaksud untuk melanggar janji jelita pada mama untuk tidak pernah menangis." bisiknya pada angin yang berhembus sepoi-sepoi.


"Mama, jelita sudah tahu siapa bapaknya jelita ma. tapi maaf ma lagi-lagi jelita melanggar janji ma. jelita membencinya ma bahkan jelita juga benci terhadap keluarganya ma." lanjut nya dengan suara terbata-bata.


"Jelita berpura-pura berperan sebagai seseorang ma. karna kata dia jelita akan dapat memenuhi keinginan jelita untuk bertemu dengan bapak ma. tapi jelita tidak menyangka ternyata jelita hanya di manfaatkan ma." lanjutnya lagi.


Jelita mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapatkan bahwa sekitar masih aman tiada orang satupun karna ia tidak ingin ada yang melihatnya sedang lemah.


"Dan sekarang jelita bingung ma, semuanya seolah berakhir ma. jelita tidak ingin mengacaukan lagi hidup Dinda ma. mama masih ingat kan sama Dinda ma? Dinda yang dulu mengisi hari-hari kita ma." Jelita menyeka ingusnya yang meler hingga ke mulut.


Tanpa jelita sadari sejak tadi ada seseorang yang mendengar kan keluh kesahnya.


"ehem."


Jelita kaget ketika mendengar suara deheman. dengan tingkah yang gelagapan seolah abis ketahuan melakukan kejahatan, ia celingak celinguk mengedarkan pandangannya.


"Siapa di situ?" Tanya jelita ketika melihat siluet bayangan seseorang.


"ckck, Lo tuh kalo mau curhat tuh di atas bukit Sono , gak ada orang yang bakal dengerin." ucap seseorang sambil mengibaskan bajunya yang di penuhi debu.


Jelita menatap marah padanya


"Lo tuh, kalo mau tidur di dasar laut sana gak bakal ada yang ganggu." Balas jelita kesal mengabaikan tatapan tajam lawannya.


"apa? Lo ngeledek gua gak punya rumah ya ?."bentak nya kesal .


"eh tunggu, btw Lo benar gua emang gak punya rumah." Lanjutnya dengan senyum jenaka menyindir diri sendiri. mau tak mau jelita terkekeh geli mendengar gurauan wanita yang baru di kenalnya itu. tapi mengapa jelita merasa ia tidak asing dengan wanita itu .


"eh tunggu, btw Lo kan cewek semalam yang menculik Dinda kan." Tebak jelita seraya menunjuk pada gadis itu.

__ADS_1


gadis itu terlonjak kaget


"lo- Lo siapa? jangan nuduh gua ." elaknya seraya memalingkan wajahnya ke arah lain .


"gua gak salah kok. orang gua yang menyelamatkan Dinda." Ucap jelita tegas .


gadis itu menoleh lagi ke arah jelita


"jadi Lo yang mukul gua sampai pingsan?" Tuding nya pada jelita .


Alih-alih menjawab jelita malah menghendikkan bahunya acuh tak acuh.


"ah sudahlah, btw nama gua Yuni . gua sahabat Dinda dulu sebelum semuanya terjadi." Ucap Yuni lirih.


Jelita menatap Yuni


"lalu apa alasan Lo melakukan itu semua?" Tanya jelita pada Yuni. walau ia marah pada Yuni yg hampir mencelakai Dinda tetapi dia tidak bisa melakukan itu mengingat bahwa ia juga telah melakukan hal yang sama walau tanpa sadar.


Yuni menghela nafas nya


"gua menyelamatkan nya. bukan mencelakai nya." Jawab Yuni santai .


Jelita menatap horor pada Yuni. bagaimana mungkin ia mengatakan hal itu dengan santai.


"hey, tapi mengapa Lo cerita ke gua? apa Lo gak takut kalo gua bisa hancurin rencana Lo." Ucap jelita pada Yuni.


Yuni terkekeh membuat jelita menatap nya tajam


"hahaha bahkan gua juga tau tentang Lo."


jawab Yuni santai.


Yuni menarik tangan jelita untuk pergi dari situ


"tak ada waktu untuk marah sekarang." ucap Yuni karna ia tahu jelita marah jika ada orang yang mengetahui tentang kisah hidupnya.


"cepat jelita, kali ini misi Kevin itu bunuh Lo." ucap Yuni tegas .Yuni menyadari tubuhnya jelita menegang mendengar nya .


setelah beberapa menit,Yuni melepaskan genggaman tangan nya pada tangan jelita


"jelita, sampai di sini aja kita jalan beriringan. mata-mata Kevin banyak. gua tidak mau K.O terlebih dahulu sebelum misi gua tercapai."ucap Yuni.

__ADS_1


jelita mencibir


"cuih, jadi lo siap K.O jika misi lo berhasil?."Sarkas jelita .


Namun Yuni terkekeh lalu mengangguk. jelita tertegun melihat sorot mata di balik senyuman itu.


"mengapa setulus itu?" gumam jelita.


Yuni melambaikan tangannya pada jelita lalu pergi meninggalkan jelita seorang diri .


Setelah tersadar dari Termenungannya , jelita memutuskan untuk menyusul Dinda dan keluarganya ke rumah lama si Arka .


Namun sesampainya di sana, jelita melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya karna rasa iri yang tak terhingga namun ia sadar hal itu tak akan pernah ia alami


"aku benci pada papa yang membuat keluarga ku hadir tapi hanya untuk menikmati kesendirian di Dunia ini." Gumam jelita seraya menekan dadanya yang sesak.


pok pok pok


"ckck, oh romantis sekali keluarga ini."Ucap jelita datar. merasa kesal dengan mereka yang bersikap santai tanpa tau jika bisa saja ada seseorang yang sedang berencana menghancurkan kebahagiaan mereka . ya kevinlah orang nya.


"jelita." Ucap mereka kompak.


"bagaimana rasanya bisa berkumpul bersama keluarga hah?" Tanya jelita dengan datar untuk menyembunyikan rasa sedih yang ia alami.


Dinda beranjak dari tempat nya lalu mendekati jelita .


"stop jangan mendekat." Cegah jelita pada Dinda .


Ia merasa bersalah pada Dinda karena telah mengacaukan hidup Dinda selama ini.


Dinda menggeleng kan kepalanya ingin membantah .


"gua bilang jangan mendekat."Teriak jelita parau .


"jelita...


"gak Din, cukup sampai sini Din. lo udah bertemu dengan orang yang Lo cintai Din . dan gua harap gua juga bisa bertemu dengan orang yang gua cintai." Ucap jelita seraya melompat keluar jendela


"tidak, jelitaaa.."


Jelita merasakan tubuhnya melayang ringan. ia tersenyum.

__ADS_1


"maaf Din, gua sudah menghancurkan hidup Lo."Gumam jelita lalu kemudian gelap dan tidak sadarkan diri.


POV jelita end


__ADS_2