
Dinda menyapukan pandangannya pada seluruh gedung tinggi itu.
Di benaknya terus bertanya-tanya untuk kepentingan apa sehingga dia berada di tempat yang tampak asing baginya .
EMERALD TOP
Begitulah tulisan yang di eja oleh Dinda keandra .
"permisi nona , ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang resepsionis nya .
"apa benar ini perusahaan tuan Kevin Durant ?" tanya Dinda hati-hati.
Bukan nya malah menjawab tapi malah mendelik tidak suka dan dari tatapan nya terlihat sedang menyelidiki Dinda .
"ada apa orang rendahan seperti anda mencari direktur kami ?" ejek wanita itu membuat Dinda terpelongo oleh sikapnya yang dengan mudahnya berubah dari sopan menjadi arogant.
"ehem, jaga sikap anda Desi ! mohon bertindak profesional ." Tegur seseorang yang tidak di kenal oleh Dinda tapi mampu membuat wanita resepsionis itu menunduk ketakutan.
"nona Dinda kan ?"
Dinda mengangguk membenarkan.
"ayo mari saya antarkan. saya rangga sekretaris direktur kevin Durant." Ajaknya sopan membuat Dinda tanpa ragu mengikutinya walau ia curiga pada pamannya .
Di sisi lain
Di sebuah ruangan ,simpel tapi tampak elegan . di tengah nya ada meja bulat yang di kelilingi sekitar 4 orang penting yang terlihat seperti membahas sesuatu. ada wajah tegang dan ada wajah tegas.
__ADS_1
"saya mohon maaf atas kekhilafan manajemen saya direktur . tapi saya mohon beri saya kesempatan kali ini saja direktur, jika pak direktur menarik semua saham perusahaan bapak ,saya akan bangkrut." Ucap orang itu memohon sambil berlutut melupakan martabatnya di perusahaan itu. tetapi hal itu tidak mengubah keputusan pihak lawan nya .
"tunggu pak." cegat kevin durant kepadanya membuat si lawan kesal tapi tetap memasang wajah dingin dan cool.
"saya sudah membawa jaminan untuk bapak." ucap Kevin dengan bangga nya sedangkan Raden Pratama hanya berdecih. karna ia tahu kebiasaan Kevin jika bekerja sama dengan klien dia selalu membawa wanita malam untuk m
di jadikan jaminan .
"minggir pak Kevin." tegas Raden seraya mendorong pelan Kevin ke samping .
Raden terus berjalan menuju pintu namun tiba-tiba saja ia bertubrukan dengan seseorang.
"tunggu pak Raden, kali ini yang saya punya beda , dia kerabat saya sendiri .walau saat ini dia sedang hamil tapi menurut saya itu bukan masalah .yang penting pak Raden bisa pakai sepuasnya." oceh kevin lalu terhenti saat melihat Dinda berada di ruangan itu.
Sedangkan Dinda merasa seolah nyawanya melayang entah kemana, kakinya lemas seperti jelli , berbanding terbalik dengan Raden yang memandang Dinda dengan intens dan ekspresi dingin.
"hm baik pak Kevin, saya berubah pikiran . saya akan menandatangani kontrak nya." ucap Raden dengan senyum miringnya dan matanya masih tetap memandang Dinda tajam .
"yuhuyyy, terimakasih pak Raden. Dinda ternyata kamu berguna juga . dadah ponakanku sayang." teriak Kevin senang seraya melambaikan tangan pada Dinda.
Sepanjang perjalanan, Dinda di liputi oleh rasa takut .
Bagaimana tidak, saat ini ia berada di mobil bersama 2 orang pria.
Dinda bergeser sedikit merapatkan tubuhnya pada pintu agar tidak berdekatan dengan Raden.
"putar arah ke rumah sakit rom?" perintah Raden .
__ADS_1
Membuat Romi kebingungan mendapat perintah aneh sahabat nya sekaligus atasannya itu.
"Lo sakit ? ambeyen? " tebak Romi tapi malah di balas dengan tatapan tajam .
"cepat, gua gak Sudi wanita ini mengandung anak gua. orang yang boleh mengandung anak gua itu hanya jelita seorang. " jawab Raden karena ia tidak bodoh untuk bisa mengetahui karna siapa wanita itu hamil .
Raden tak menyadari perubahan raut wajah romi yang mengeras sehingga tanpa sadar ia mengerem mendadak.
"eh rom , Lo kok keluar? Lo mau kemana ?" tanya Raden heran ketika melihat Romi keluar dari mobil dan ternyata Romi keluar hanya untuk membuka pintu mobil jok belakang dan menarik Raden keluar.
bugh bugh bugh
"dengan santainya Lo mengucapkan hal itu hah? di mana hati nurani Lo hah ? apa Lo masih manusia hah? " . tanpa henti Romi menghajar Raden , tanpa memperdulikan statusnya sebagai bawahan.
"rom Lo kenapa sih ? berhenti . Lo gak sopan sama atasan Lo sendiri hah." bentak Raden.
"bugh , atasan kata Lo ? Lo lebih pantas jadi binatang , cuih ." balas Romi seraya meludah ke samping. lalu masuk kembali kedalam mobilnya dan mengunci semua pintu.
"Rom , hey Romi gua belum masuk kok di kunci ?"
Romi melajukan mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan Raden yang di tinggal di pinggir jalan.
"brengsek Lo rom , beraninya Lo lakukan ini pada gua ." maki Raden.
Romi dan Raden memang sahabat sejak kecil tetapi mereka berkepribadian bak malaikat dan iblis . tapi mereka saling menyayangi .
Dan Romi tidak segan menghajar Raden jika berbuat kesalahan seperti yang barusan saja terjadi.
__ADS_1