
huek huek huek
"non kenapa ? sini duduk dulu ." ucap Bu Tuti ketika Dinda tiba-tiba mual dan muntah .
"bibi masak apa ? kok aku gak kuat nyium baunya ?" Jawab Dinda sambil menutupi hidungnya.
Bu Tuti memandang Dinda heran.
"loh, bibi masak seperti biasa semur ayam kesukaan kamu." Ucap Bu Tuti .
"ayo jangan-jangan kamu hamil kak Din, lah terus kamu pake hijab itu untuk apa kalo dalam nya bejat." ucap Tiara ceplas ceplos karna dia memang tidak terlalu menyukai Dinda di sebabkan kecekatan Dinda dalam hal apapun.
"sttt , diam lo Tiara. jangan ngomong yang macam-macam deh tir. lo kalo gak suka ma Dinda bukan nya cari masalah ma dia tapi di benerin lagi tuh kerjaan lu ,gak kelar-kelar dari tadi." Ucap Liana setengah menyindir karna ia merasa jengah dengan tingkah Tiara yang malah bikin tambah kerjaan makin runyam.
"ayo Din, ikut bibi ke kamar ." Ajak Bu Tuti seraya menarik tangan Dinda.
Bu Tuti berani melakukan itu karna tau tuan dan nyonya rumah sedang tidak berada di rumah.
Dinda tidak berani membalas tatapan Bu Tuti yang menatap nya dengan intens saat ini.
"bicara Din , apa yang terjadi ?" tegas Bu Tuti .
Dinda semakin gugup di liat dari tangannya yang sibuk memilinkan ujung jilbabnya.
__ADS_1
"itu - itu bi , anu bi itu ...
"itu anu itu anu , cepat ngomong yang jelas ."
hampir saja Dinda terjengkang ke belakang jika duduk di ujung kasur saat Bu Tuti membentaknya.
Dan tak lama kemudian Dinda sudah terisak tak kuasa menahan tangisnya .
Bu Tuti membawa Dinda ke dalam pelukannya.
lalu mengalirlah cerita dari mulut Dinda tanpa ada yang terlewat kan sedikitpun. mau tak mau pun Bu Tuti ikut menangis mendengar yang tragis itu. begitu juga dengan insan yang berada di balik pintu saat ini.
"Din."
Keduanya menoleh saat ada seseorang yang memanggil nya .
"greb, udah lo diam hiks hiks." Liana memeluk Dinda kuat sambil ikut menangis.
"tuh kan bener apa yang gua tebak tadi ." Cibir tiara .
krek
"auu sakit kak lin , lo kenapa sih tiba-tiba nendang gua." Protes Tiara sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
"coba sekarang gua tukar posisi lo berada di posisi Dinda , emang Lo mau hah ?" Bentak Liana .
"emang bisa ya?" tanya Tiara dengan polosnya membuat ketiga nya saling bertatapan.
"tiaraaaaaa." Jerit ketiganya tetapi si pelaku sudah kabur dengan kekehan menyebalkannya.
Sesudah adegan mellow dan lelucon gratis tadi mereka kembali lagi pada kerjaannya masing-masing di dapur
"loh kok, Tiara mana ya ?" tanya Liana sambil mencari .
Tapi kemudian si yang di tanya tiba-tiba muncul dengan sesuatu di tangannya .
Ketiga wanita yang lain merasa syok dan jijik melihat sesuatu itu . sedangkan Tiara tampak gugup karena ketahuan.
"apa yang Lo lakukan dengan semua bangkai itu dek? jangan bilang kalo lo...
"hadeeh ketahuan deh, emang iya itu aku ." Aku nya terpaksa .
"jadi hufftt hahhahaha . " ketiganya tertawa serempak mengingat ekspresi viona ketika menemukan bangkai-bangkai itu di dalam kamar dan juga lemarinya .
"hehehe , abisnya dia seenak pantatnya aja nyuruh-nyuruh Dinda ." ngaku Tiara lagi.
"cie.. cie cuek tapi perhatian." goda Liana begitu juga dengan Dinda .
__ADS_1
"apaan sih ." Tiara melempar bangkai itu kearah keduanya dan kemudian terjadilah peperangan kecil antara ketiganya.
Sedangkan Bu Tuti hanya tersenyum senang melihat mereka bertiga yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.