My Little Mommy

My Little Mommy
Cerita arka


__ADS_3

Setelah Kevin bebas, ia memutuskan untuk pamit dari arka dan yang lain-lain. Karna ada yang harus ia selesaikan.


Jalanan macet di sore hari menjelang petang seperti ini tak dapat ia hindari. niat hati ingin cepat sampai pun tak terpenuhi. sesekali Kevin memukul setirnya sambil menggerutu kesal. pikirannya tak tenang akibat ucapan arka yang terus terngiang-ngiang di benaknya.


"Kev, bila rencana kita berhasil dan Silvia selamat apa yang akan kau lakukan? Tanya arka saat itu.


"Ya tentu saja aku merasa senanglah."


pletak


Kevin menoleh saat dirinya mendapatkan jitakan dari arka.


"dasar bodoh, bukan itu maksudku. aku tau sampai saat ini kau masih mencintainya dan usaha kau saat inipun juga karena alasan itu. tapi saat ini kau sudah mempunyai istri. dan ia telah mengorbankan dirinya untukmu." Ucap arka.


Kevin terdiam tak menjawab.


"apa kau ingat siapa Andriana itu?


"dia adalah seorang culun yang polos. yang ia tau saat itu hanya mencintai mu. dan kau yang tau dia mencintai mu dulu malah kau manfaatkan ia jadi pesuruh mu. apa kau ingat?"


Kevin masih terdiam. bukan dirinya tak ingat tapi semua kejadian itu seolah terputar lagi seperti kaset di hadapannya.


Saat pertama Andriana menyatakan cintanya pada Kevin, Kevin mencemoohnya dan mempermainkan nya namun gadis itu seolah tak mengerti dengan situasi yang terjadi.


Tiiiinnn


Kevin tersentak , akibat melamun membuat nya tidak sadar jika ternyata lampu hijau sudah menyala dan pengendara lain mengklaskon dengan tidak sabar.

__ADS_1


Akhirnya setelah satu jam setengah, Kevin sudah sampai di rumah.


Saat ia masuk, Andriana sama sekali tak menyambutnya. Andriana mengacuhkan kehadiran Kevin.


"ana." Panggil Kevin seraya berjalan mendekati istrinya yang sedang menyiram tanaman nya.


Andriana betul-betul mengabaikan nya dan itu sangat mengganggu pikiran Kevin. ada rasa sakit di hatinya di abaikan seperti itu. tapi Kevin memilih diam tidak ingin melakukan kesalahan lagi.


"ana, apakah kau tau aku akan pulang?" Tanya Kevin tapi tak mendapatkan jawaban. bagaimana Andriana tidak tau? dialah yg memohon kepada Bu Dina untuk membantu Kevin agar tidak jadi di hukum mati. dan mereka bersyukur ternyata proses nya tidak butuh waktu lama seperti yang mereka perkiraan.


Kevin menatap wajah Andriana dan memperhatikan nya lekat-lekat.


Kevin tertegun Karna baru menyadari kecantikan wajah istrinya sendiri.


Kevin memeluk pinggang istrinya yang beralih membelakangi nya. sedangkan Andriana tubuhnya menegang Karna kaget. namun tanpa di sadari nya butiran air matanya berjatuhan.


Sudah sangat lama ia menantikan hal ini, namun harapan itu sudah lama terkubur bersama rasa cintanya yang perlahan-lahan terkubur di dalam hatinya yang paling dalam.


"Maaf, maafkan aku ana." Ucap Kevin sungguh-sungguh.


Andriana menggeleng.


"tidak, akulah yang meminta maaf padamu karena telah memaksa diriku masuk ke dalam hidupmu." Ucap ana.


Andriana tahu dan sangat tahu rencana yang di rencanakan oleh Kevin. namun hatinya sakit saat membayangkan jika nanti Silvia selamat dan kembali lagi maka harapan nya untuk Kevin akan pupus. cinta Kevin pada wanita itu sangat dalam hingga mampu membuat Kevin melakukan apa saja demi wanita itu bahkan sampai sejauh ini.


Andriana memutuskan untuk pergi, sudah cukup sampai di sini ia menemani Kevin melakukan semuanya. Ia memutuskan pergi terlebih dahulu sebelum Silvia kembali Karna hatinya tak akan sanggup jika nanti posisi nya diambil alih oleh Silvia.

__ADS_1


******


Di kediaman arka


Arka terpaksa menjelaskan semuanya menggantikan Kevin yang buru-buru pulang kemaren sore setelah arka mengucapkan kalimat itu.


Flora tak dapat menahan tangisnya setelah mendengar cerita arka. dan hal itu juga arka dan Kevin baru tahu sebulan yang lalu karena ia bisa melihat perbedaan sikap Tio yang ternyata Teo dengan Tio sahabat mereka.


Suatu ketika arka mengikuti Teo yang berjalan menuju pulau itu. arka melihat Teo menyebrangi pantai yang menuju ke pulau terlarang itu.


Dan arka sangat terkejut setelah ia sampai di pulau terlarang itu. Ia dapati dalam sebuah gubuk yang usang dan kecil itu tiga orang yang sangat ia kenal. tapi saat ingin membebaskan mereka para penjaga datang hingga tidak ada celah untuk Arka menyelamatkan mereka.


"Papa, bagaimana bisa bukan papa Kevin yang melakukan penembakan itu? padahal yang mas Fino lihat saat itu adalah papa Kevin pelakunya." Tanya Dinda.


Semua orang menatap arka Karna ikut penasaran dengan jawaban nya.


Arka menggeleng.


"Pelakunya Raden


"apa? gak mungkin." Potong flora tak terima. Dinda menarik flora agar duduk lagi dengan tenang.


"dengarkan dulu Flo." Ucap jelita.


"Teo memberikan obat khusus yang ia buat sendiri untuk Raden. obat itu di buat khusus dengan obat-obatan terlarang dan herbal lainnya. tujuannya untuk mengacaukan pikiran Raden."


"Tapi mengapa?"

__ADS_1


"Karna sejak awal, Teo merasa terancam dengan kehadiran Raden Karna ia memiliki IQ di atas rata-rata. ia takut identitas nya terbongkar karna sudah berkali-kali Raden mengatakan pada Teo bahwa Teo bukan ayahnya." Ucap arka lagi.


"Teo menggunakan kesempatan nya saat Raden merasa menyesal telah meninggalkan Dinda." Sambung arka lagi tanpa memperdulikan ekspresi Fino yang seperti ingin memakan orok melihatnya.


__ADS_2