My Little Mommy

My Little Mommy
Akhir Kevin Durant


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya menatap tajam pada lelaki tua yang sedang terkekeh seperti iblis.


"Hihihihi, takdir emang bego ya! andai ku tau dua jongos itu anakmu pasti sudah ku gunakan dulu ia untuk mendapatkan keinginanku ." Ucap Kevin Durant kepada Tania.


Tania menggeram marah mendengar nya.


"jangan sentuh putri-putri ku ba****t." Bentak Tania geram padanya .


Kevin tersenyum miring menanggapi nya


"jangan gitu dong Tania, kita sudah bertahun-tahun loh sudah menjadi partner. masa kau tega mengatakan hal itu kepadaku." Ledek Kevin pada Tania .


"cuih, aku tak pernah menganggap mu partner . kau saja yang menjadikan aku sandera mu demi mendapatkan apa yang kau inginkan." Balas Tania kesal membuat Kevin tertawa terbahak-bahak.


"wow, aku tak menyangka kau seperti itu. apa yang membuat mu memiliki kekuatan melawanku seperti ini, tidak seperti biasanya yang hanya menjadi tikus tanah dalam perangkap ku." Ucap Kevin di lengkapi dengan senyum miringnya.


Tania tak mampu menahan amarahnya, kedua tangannya terkepal kuat .


Tap tap tap


Tania menoleh ketika mendengar suara langkah kaki seseorang, karna ia begitu mengenal suara langkah kaki itu.


"Mas arka!" Seru Tania senang. ia sejak tadi memang sedang menunggu keputusan suaminya karna yang mengatur pertemuan ini adalah suaminya. jika bukan karena paksaan arka maka Tania tak akan pernah mau lagi berurusan dengan lelaki itu.


Kevin bertepuk tangan sbil tersenyum mengejek.


"Wah, ternyata si bodoh ini yang membuat mu kuat. hihihihi." Ucap Kevin meremehkan arka


Arka tersenyum mendengar ucapannya, lalu menghela nafas panjang.

__ADS_1


"hm baiklah, kita liat apa yang akan di lakukan oleh orang bodoh ini." Ucap arka sambil tersenyum miring penuh tipu muslihat.


prok prok


Arka memberi isyarat kepada seseorang, membuat semuanya pada bingung tapi penasaran, Tania merasa tidak sabar ingin melihat apa yang di lakukan suaminya untuk menghadapi Kevin sedangkan Kevin merasa was-was karna ia bisa menilai bahwa arka adalah orang yang patut di waspadai, diam-diam menghanyutkan.


"Ayo masuk nyonya." Ucap arka tegas penuh wibawa.


Terlihat sebuah kaki yang anggun dan elegan nongol sebelum menampilkan wujudnya dengan sempurna. entah kenapa jantung Kevin berdetak dengan cepat dan tak beraturan.


Bibir kelu dan seolah darahnya membeku seketika saat tau siapa yang ia hadapi.


"ma- ma!"


Seorang wanita yang sudah memasuki usia senja itu tersenyum tegas tapi tidak mengurangi kesan mengintimidasi nya pada putranya sendiri.


"Tangkap dia!" perintah wanita itu pada pasukan polisi yang ia bawa.


"ma, aku mohon ma ! mama jangan gitu." Ucap nya memohon namun tidak di gubris oleh wanita itu. wanita itu memalingkan wajahnya dari Kevin.


Tania melongo melihat pemandangan itu, ia tak menyangka bahwa pria yang kejam dan berdarah dingin itu bisa lemah hanya dengan ibunya.


"Sudah cukup Kevin, sudah cukup sampai di sini . kamu sudah terlalu jauh melangkah." Ucap wanita itu tegas tanpa menoleh pada putranya.


"Ma, apa aku salah ma ? aku hanya merebut apa yang seharusnya menjadi hakku ma. mengapa papa tidak meninggalkan warisan sedikit pun untukku dan malah di serahkan kepada kakak saja ma. apa salahku ma? mengapa aku di perlakukan tidak adil seperti itu ? bukankah aku juga anak papa? mengapa aku selalu di bedakan dengan kakak ma? hiks hiks hiks."


Wanita itu tertunduk dalam, lalu setelah beberapa saat ia menggeleng pelan.


"Iya...

__ADS_1


Wanita itu tidak langsung melanjutkan kata-katanya ,ia menghela nafas dahulu karna mungkin yang ia katakan akan lebih menyakiti hati putranya itu. tapi ia tak boleh lemah sebab kelemahan dirinya lah makanya Kevin bisa melampaui batas sangat jauh sehingga berani membunuh kakaknya sendiri.


"Iya, Kau bukan anak kandung papa mu. Karna itulah maka harta warisan jatuh ke tangan kakakmu lalu turun ke Dinda walaupun Dinda bukan anak kandungnya." Ucap wanita itu pelan tapi tegas.


Kevin berusaha berontak dari petugas polisi yang memborgolnya.


"Gak mungkin, mama bohong kan? kenapa harus Dinda ma? gimana aku dan anak-anak ku ma?" Rengek Kevin pada mamanya.


"Mama sudah terlalu menyakiti perasaan papamu dengan berselingkuh dengan orang lain sehingga membuat nya meninggal dalam keadaan terkena serangan jantung akibat perbuatan ibu." Jelas wanita itu lagi.


Wanita itu memberi isyarat kepada polisi untuk terus menangani putranya. Tania dapat menangkap dari siluet matanya jika wanita itu mengusap air matanya.


"Maafkan mama nak, tapi mama sudah terlalu merasa bersalah kepada papa jika membiarkan kamu terus berbuat onar seperti ini." Lirih wanita itu tapi masih mampu di tangkap oleh pendengaran Tania.


Setelah ruangan kosong, Tania masih saja terbengong masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia tahu.


"sayang".


Tania tersentak ketika merasakan sebuah tepukan di pundaknya.


Arka terkekeh melihat ekspresi dan reaksi istrinya yang terlihat menggemaskan di matanya.


"kenapa sayang? kok sampai segitunya sih ekspresi nya? " Tanya arka di sela kekehannya.


Tania menggeleng serta mengerjabkan matanya.


"kok bisa? sayang kok bisa kenal dengan nyonya tadi? "Tanya Tania yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya.


Arka tersenyum lembut.

__ADS_1


"Tentu sayang, jika untuk kemaslahatan keluarga aku akan lakukan apa saja sayang. sekarang putri-putri kita sudah aman." Ucap arka membuat Tania menangis terharu.


Arka tersenyum lalu memeluk istrinya dengan erat lalu mengajaknya untuk pulang menemui anak-anak nya sebelum Dinda melakukan perjalanan ke luar negeri untuk merintis usaha ayah angkatnya di sana .


__ADS_2