My Little Mommy

My Little Mommy
perintah Kevin Durant


__ADS_3

Dinda berdiri mematung di depan layar kaca dan matanya terpaku pada perutnya yang sudah sedikit membuncit. dengan gemetaran tangan nya berusaha meraba perutnya .


"ka-kamu gak salah nak , tapi yang salah kamu hadir di waktu yang tidak tepat." Ucap Dinda lirih.


Seseorang mengusap pundak Dinda dengan lembut.


"tidak ada yang salah Din, jangan terlalu di pikirin. gua sebenarnya gak suka liat Lo yang terlalu pesimis dengan hal ini . Lo gak boleh menghina diri Lo sendiri. Lo tau kan Allah gak tidur ? Allah gak jahat Din . Allah pasti tau apa yang Lo lalui selama ini, jadi stop berprasangka buruk terhadap Allah." Nasihat Liana sekaligus menumpahkan unek-unek yang telah lama ia simpan.


Dinda terdiam merenung lalu menangis


"terimakasih Lin, Ya Allah ighfir Li ,ampuni aku telah berprasangka buruk padamu ya Allah."ratap Dinda .


Liana memeluk Dinda pelan.


"top din. gitu dong senyum ." ucap Tiara juga ikut-ikutan memeluk keduanya.


Dinda tersenyum krna merasa bersyukur kenal dengan Kaka beradik ini dan ia berharap mereka bisa bersatu untuk waktu yang lama walaupun bukan untuk selama-lamanya.


"buk, duh kalian kenapa pada pelukan kayak teletabis gitu ." ucap Bu Tuti yg baru saja membuka pintu dengan terburu-buru.


"ih bibi , kok buru-buru gitu sih sampai main tubruk pintu segala lagi." protes Tiara


"loh kok bibi keringat dingin begitu?" tanya Liana begitu menyadari wajah tegang Bu Tuti.


"i-itu non Dinda , di cari tuan . bibi gak tau kenapa tapi firasat bibi bakal terjadi sesuatu yang buruk." jelasnya.

__ADS_1


Sontak saja hal itu membuat ketiganya ikut tegang.


"ba-baiklah aku akan menemui nya ." ucap Dinda sambil berlari meninggalkan mereka tanpa memperdulikan larangan Tiara dan Liana.


Sejujurnya Dinda juga takut tapi ia tidak akan membiarkan temannya ikut merasakan akibatnya jika ia tak langsung mendatangi pamannya.


Dengan takut Dinda mendekati suami istri dan anak itu .


Kevin Durant terlihat menyelidik seluruh tubuh Dinda dari atas hingga tiba di perut..


"kamu hamil anak siapa hah? " semprot pamannya membuat Andriana dan viona terkejut .


Dinda menutupi perutnya


"bukan u-urusan paman ." ucap Dinda pura-pura berani. tentu saja hal itu membuat Kevin murka .


"ja-jangan lakukan apapun paman , cukup biarkan aja aku menjadi pembantu di rumah sini." Ucap Dinda memohon.


Kevin mendorong tubun Dinda .


Dari kejauhan Liana yang melihat pemandangan itu tidak mampu menahan diri nya untuk membantu Dinda dan menghajar pria tua itu tetapi di tahan oleh Bu Tuti.


"jangan gegabah kak, yang bakal jadi sasaran nya bukan kita tapi kak Dinda." ucap Tiara tumben bijak.


"kamu gak berhak mengatur saya ." bentaknya

__ADS_1


" oh ya viona serahkan baju yang tadi kita pesan , serahkan pada si ****** ini ." sambungnya lagi memerintah pada viona .


Viona melempar baju itu di hadapan Dinda , sedangkan Dinda menatap horor baju yang kurang bahan itu menurutnya.


"itu kamu gunakan nanti sore ikut saya meeting dan ingat jangan pakai kain rongsokan yang ada di kepala mu." ucap Kevin pada Dinda seraya berjalan pergi.


"ta-tapi....


"gak ada tapi-tapian ." lanjutnya menoyor kepala Dinda sebelum menyusul suaminya begitu juga dengan Viona.


Setelah mereka pergi Liana dan Tiara segera berlari menghampiri Dinda sedangkan Bu Tuti hanya berjalan karna tak mampu berlari.


"dasar tuan nyonya neraka jahanam." umpat Liana kesal setelah membantu Dinda duduk . membuat Dinda terkekeh akibat umpatan Liana untuk paman dan bibinya.


"din apa Lo mau kabur aja?" tanya Tiara yang sejak tadi hanya diam seperti memikirkan sesuatu.


"hah, pinginnya gitu tir, tapi gak mungkin lagi karna dia punya mata-mata di mana-mana. aku kan juga udah pernah nyoba tapi malah berakhir begini." ucap Dinda sendu sambil menunjuk perutnya.


Tiara menepuk mulutnya sendiri karna bicara sembarangan sehingga membuat Dinda sedih lagi.


"ya udah din, nanti sore kami akan ikutin kamu . menjaga kamu dari jauh." ucap Tiara lagi dan kali ini Liana setuju.


Keduanya tidak memperdulikan protesan Dinda . sedangkan Bu Tuti hanya tersenyum .


"ya udah , selama kalian pergi bibi akan kerjakan semua kerjaan kalian." dukung Bu Tuti tersenyum.

__ADS_1


Semua hal itu membuat Dinda menangis terharu.


__ADS_2