My Little Mommy

My Little Mommy
Raden dan Romi


__ADS_3

Romi menatap tajam pada Raden , tak peduli dia sebagai atasannya sendiri.


"udah gua bilang lo kalo tidak menikahi Dinda .Lo tak akan bisa berjumpa dengan dia dan anaknya kelak." Ucap Romi serius dengan ancamannya .


"ckck, apa sih mau Lo. dia gak ada urusannya dengan lo. jangan cuma gara-gara wanita itu , hubungan persahabatan kita terputus Rom." balas Raden sengit.


Romi yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi watak bi*****g sahabatnya itu, Romi menarik kerah baju Raden kuat.


"asal Lo tau , gua rela memutus hubungan dengan sahabat binatang seperti mu demi membela kebenaran." Ucap Romi skakmat.


Raden mendorong tubuh Romi kuat karna cengkraman nya membuat ia kehilangan nafas .


"lo kenapa sih? apa salah gua balas dendam kepada orang yang telah mencelakai adik gua yang sampai sekarang dia masih koma." Bela Raden tidak terima di rendahkan.


"plak, Lo pikir adik lo bangga dengan balasan yang kau lakukan. lo tau watak adik lo sendiri kan ? coba katakan apakah dia akan bangga atau tidak?" bentak Romi seraya menampar Raden.


"apakah lo pikir cara lo itu benar ? membalas dengan merebut mahkota kesucian dia. andaikan yang berada di posisi dia sekarang adalah adikmu apakah lo Sudi hah? " bentak Romi lagi dengan terengah-engah karna emosi yang memuncak.


"da- dan sa-satu lagi yang kau sakiti itu adalah seorang hafidz Qur'an." lanjut Romi dengan lirih karna tak sanggup menahan tangisnya.


Romi tau kedudukan hafidz Qur'an itu seperti apa karna dulu ia juga pernah tinggal di asrama .


Romi pergi tanpa kata-kata setelah meletakkan sebuah kertas di atas meja kerja Raden.


Sedangkan Raden terdiam tapi sulit bagi nya untuk melepas egonya.


Sebetulnya pada awalnya tidak ada niat bagi Raden untuk membalas dendam pada Dinda dengan cara menodainya tapi kala itu dia berada dalam pengaruh alkohol maka ia tidak mampu untuk mengendalikan dirinya . dan ketika semua telah terjadi, ia menggunakan balas dendam sebagai alibi nya saja.


Romi mengabaikan tatapan penasaran dan penuh selidik dari para karyawan lain saat ia baru saja keluar dari ruangan Raden .


"eh kok tumben bos ribut dengan sekretaris ya?


"pantas saja bos marah, orang pak Romi rebut wanita nya bos."


"betulkah? bukan nya pak Romi sudah mempunyai istri dan anak ya ?


"ihh kasian dong istrinya dan anak-anak nya.


"iya loh, apalagi anak-anak nya masih kecil."

__ADS_1


Dengan sengaja Romi menendang pintu dengan kuat sebelum keluar untuk menghentikan mulut-mulut itu.


Dan benar saja semua ocehan yang gak berbobot itu berhenti .


Di ruangan Raden.


Raden duduk termenung sambil duduk memandangi kertas putih yang ada di atas mejanya itu.


Buku-buku tangannya terlihat mengeras krna menggenggam kertas terlalu kuat .


"dasar wanita brengsek, semenjak kedatangan Lo gua harus kehilangan orang yang gua sayang ,adik dan sahabat . dan juga mengalami beberapa masalah." Umpat Raden seraya meremas kuat kertas pengunduran diri milik Romi yang berada di tangan nya dan menyobeknya hingga berkeping-keping.


..._______...


Begitu Romi meninggalkan perusahaan, ia langsung pulang ke rumah . saat ini suasana hatinya sedang buruk , maka karna itu ia memilih pulang karena tidak ada tempat lain yang dapat memperbaiki mood nya kembali kecuali rumah.


"loh tumben mas sudah pulang.? tanya melaty begitu melihat suaminya sudah pulang di siang hari .


Melaty memilih diam ketika melihat raut wajah romi yang tidak terlalu suka membahas hal itu. ia membiarkan suaminya beristirahat dulu .


"papaaaaaa ."


"horee papa udah pulang, papa main sama nabila yuk . soalnya aunty Dinda lagi sibuk kerja jadi gk bisa lagi main sama nabila." seru Nabila semangat, tetapi di halau oleh kakaknya ,Nabil.


"jangan dek, papa lagi capek dek." tegur Nabil pada adiknya.


Romi tersenyum melihat kepekaan bujang kecilnya.


"hari ini papa lagi capek sayang, tapi besok papa janji , papa akan temani kalian jalan-jalan sama mama dari pagi sampai sore." hibur Romi karena melihat wajah kecewa dari gadis ciliknya itu.


"benar kah ? " seru Nabila dengan mata yang berbinar-binar senang.


Romi tersenyum Seraya mengelus kepala Nabila


"iya sayang, sekalian kita mampir tempat aunty kerja." Janji Romi lagi .


Sedangkan melaty sejak tadi menatap Romi dengan pandangan penuh tanya.


"ada apa mas dengan kerjaan mu?" Tanya melaty menebak .

__ADS_1


Romi menatap istrinya lembut


"aku resign sayang. Raden terus saja memintaku untuk menyerahkan Dinda padanya. tapi ketika ku suruh dia untuk menikahi Dinda dia menolaknya." jelas Romi tanpa menyadari perubahan raut wajah melaty.


melaty menunduk.


"kenapa sayang?" tanya Romi heran.tidak biasanya istrinya bersikap seperti itu jika ia sedang curhat.


Melaty menggeleng


Romi menghela nafasnya lalu menarik melaty untuk duduk di pangkuan nya


"jangan bilang kamu curiga ya sama mas? tebak Romi membuat melaty semakin menunduk.


Sebenarnya ia tidak mau menampakkan kecurigaan nya tapi jelas saja kekhawatiran itu tetap muncul tanpa di sengaja.


"sayang, coba kamu liat ini." ucap Romi sambil memperlihatkan sebuah kalung tali yang di lengkapi bandul bulan kembar .


"Dinda memiliki nya juga . jadi kamu tau kan maksudnya ?" tanya Romi .


Melaty terbelalak tidak percaya .


"jangan bilang kalau dia ....


Sebelum melaty melanjutkan ucapannya , Romi telah mengangguk.


"dan ikatan keluarga itu terasa sayang . dan aku merasa dekat dengannya dan selalu ingin melindunginya. " lanjut Romi.


"dan aku gak bisa bayangkan jika Raden tau yang sebenarnya .apa yang akan dia lakukan." ucap Romi menerawang.


melaty mengusap wajah suaminya


"sudahlah sayang , Jangan di pikirkan. " ucap melaty walau sebenarnya ia juga memikirkan hal yang sama.


"oh ya , tapi bagaimana kamu tau kalau Dinda punya kalung itu mas.? tanya melaty setelah mengingat nya.


"aku melihat nya ketika pak Kevin menarik jilbabnya secara paksa waktu penyerahan jaminan waktu itu." ucap Romi dengan lirih


Karna baginya menyakitkan ketika mengingat kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2