My Little Mommy

My Little Mommy
Keluarga Romi


__ADS_3

Dinda berusaha membuat senyaman mungkin duduk berada di aula luas itu , terlihat beberapa kali dirinya memainkan jari-jarinya sendiri sekedar untuk menghilangkan rasa gugup nya . walau dirinya merasa sangat tenang berada di tengah-tengah keluarga harmonis ini tapi tetap aja dia merasa canggung.


"Din, jangan canggung ya. itu istri saya , bisa kamu anggap seperti kakakmu sendiri. dan kedua anakku itu sekarang keponakan mu juga." Ucap Romi pada Dinda agar Dinda bersikap biasa saja.


"iya Din, kalo kamu canggung saya juga ikut canggung loh Din." sambung melaty istri Romi sambil tersenyum jenaka.


Dinda pun ikut tersenyum lega.


Saat ini , memang Dinda berada di kediaman keluarga Romi .


Romi jelas marah besar setelah tahu maksud tersembunyi Raden menerima jaminan seorang perempuan dari pak Kevin Durant .


Dinda sudah menceritakan semua awal kisahnya ia bertemu Raden dan berakhir seperti ini.


Tak terasa Dinda cepat juga beradaptasi dengan keluarga Romi , terlebih lagi bersama kedua anaknya yang sangat manja padanya.


Sesekali Dinda tertawa melihat tingkah lucu Nabil dan Nabila yang menggemaskan.


"rasanya bahagia kan Din melihat tingkah lucu anak-anak kecil seperti mereka ." ucap melaty pada Dinda.


Dinda pun mengangguk membenarkan ucapan melaty. melaty tersenyum lalu ia menyentuh perut Dinda lembut. Dinda menoleh kaget .


"ihh mba ngagetin." Seru dinda

__ADS_1


lalu keduanya tertawa renyah. lalu tiba-tiba melaty memandang Dinda serius sehingga membuat Dinda kebingungan.


"jadi ,mba harap kamu jangan pernah sesali lagi kehadiran mereka." ucap melaty serius.


Dinda menggigit bibirnya tanpa sengaja . ia tak menyangka melaty tau apa yang ada di pikiran nya.


"Mereka gak salah , bukan berarti kamu yang salah. tapi terkadang memang takdir itu kejam dan menyakitkan. tapi percayalah, di balik semua peristiwa pasti ada hikmahnya." nasihat melaty membuat mata Dinda berkaca-kaca.


"in-insya Allah saya usahakan mba." janji Dinda pada akhirnya.


Tentu saja hal itu membuat melaty senang .


"halo sayang, aunty melaty udah gak sabar menanti kehadiran kamu sayang." Seru melaty seraya mengelus perut Dinda yang buncit.


Namun hal itu membuat Dinda tak mampu menahan air matanya.


"mama, aunty Dinda kenapa nangis ma ? aunty Dinda sakit perut ya ma ?" tanya Nabila tiba-tiba membuat melaty kaget.


"loh kamu nangis Din?"Tanya melaty.


Dinda menggeleng


"gak mba, aku hanya terharu . selama ini aku tidak pernah menyapa bayiku sendiri dan mengharapkan nya tapi malah orang-orang yang tidak ada hubungan darah dengan nya malah menyayangi dan mengharapkan kehadirannya hiks hiks." ucap Dinda di sela tangis nya.

__ADS_1


Melaty meraih Dinda ke dalam pelukannya untuk membantu menenangkan nya.


Melaty tidak pungkiri, jika ia berada di posisi Dinda sekarang ia juga tak tau apakah dirinya akan kuat menanggung beban itu.


"assalamu'alaikum, loh lagi pada ngumpul bereng di teras ya ?" sapa Romi yang baru saja pulang dari kerja .


Begitu melihat suaminya pulang, melaty bergegas menyambut Romi .


melihat tingkah laku kemesraan keduanya Dinda tersenyum, membuat ia teringat dengan mendiang ibunya yang juga akan melakukan hal sama dengan melaty.


"Din saya pamit dulu ya, saya lelah sekali mau istirahat." Pamit Romi tidak merasa enak jika pergi begitu saja .


Dinda mengangguk


"Din, mba juga ya mau nemenin mas Romi dulu." Melaty ikutan minta izin.


Dinda tersenyum mengiyakan


"iya mba, anak-anak biar aku yang jaga ."


tawar Dinda .


Semenjak Dinda berada di rumah itu dia memang sukarela merawat anak mereka berdua tanpa pamrih . di lakukan nya dengan ikhlas karna ia menyukai anak-anak .

__ADS_1


Justru hal itu membuat melaty merasa sangat senang karena merasa sangat terbantu.


Kedua anak melaty sangat sulit dikendalikan tapi tidak terlalu sulit bagi Dinda untuk menjinakkan nya .


__ADS_2