My Little Mommy

My Little Mommy
skenario penculikan Dinda


__ADS_3

Sebelum Dinda di culik


Di sebuah bangunan tua dan usang tampak dua orang sedang berdiskusi serius .


Lelaki itu menatap tajam pada lawan bicaranya yang sejak tadi hanya sibuk dengan pikirannya sendiri .


"Tania ." Panggilnya namun tak mendapatkan jawaban.


"jangan bilang kalau Lo masih memikirkan mimpi itu lagi". sindir nya sinis.


Namun tetap sama, tidak ada jawaban.


"ayolah Tan, jangan ikutan lettoy seperti jelita dong. sudah cukup lama kita menjalankan rencana ini untuk mencapai tujuan kita bersama. tidak ada lagi alasan kita untuk mundur." Bujuk nya pada Tania .


Alih-alih Tania yang menyahut. malah seseorang yang mendengar kan pembicaraan mereka yang tersenyum mengejek


"cuih, alibi Lo saja tuh tujuan bersama padahal hanya memanfaatkan semua orang." Gumam orang itu mencibir lelaki itu.


Namun Tania masih saja tetap sibuk dengan pikirannya sendiri yang terus saja menghantuinya belakangan ini


gadis kecil itu terus berlari sejauh mungkin seraya menutup telinga nya menghindari umpatan-umpatan yang memekakkan telinga nya itu


"dasar anak tidak tau diri


"andai saja kau tak pernah lahir


"aku benci anak perempuan, mengapa kamu harus lahir dari rahim ku?


"andai aku bisa membunuhmu sejak dulu


"anak perempuan memang pembawa sial


"gara-gara kamu aku kehilangan anak kesayangan ku


"aku benci kamu


Ia terus berlari dengan harapan suara itu menghilang dari jangkauan telinga nya namun percuma, kemana saja ia lari suara wanita itu terus mengejarnya dan berucap secara bergantian.


Akhirnya ia menyerah karena terlalu lelah berlari. ia menjatuhkan tubuhnya ketanah .namun sebelum menghantam tanah ada sebuah tangan kokoh yang menopangnya.


Gadis kecil itu mendongak untuk melihat siapakah pahlawan nya itu. lelaki itu adalah lelaki yang selalu ia rindukan . lelaki itu tersenyum lembut padanya namun tidak bisa di pungkiri dari sorot mata itu tersimpan kepedihan yang dalam.


"maafin papa nak. tidak bisa melindungi mu lebih lama lagi." Ucap sosok pahlawan itu seraya berangsur-angsur perlahan hilang.


Gadis kecil itu menangis , tangan kecilnya berusaha menggapai sosok itu "papa ku mohon temaniku lebih lama lagi" .Pinta gadis itu .


"yang kuat ya sayang. tolong jangan benci mama." Ucap lelaki itu sekali sebelum tubuhnya benar-benar menghilang .


Tubuh gadis itu ambruk tersungkur di tanah karna tidak ada lagi penopang yang menopang tubuhnya. gadis itu terus saja menangis histeris tidak ada satupun yang berniat menghiburnya .


Namun tak lama kemudian , muncul beberapa orang dari beberapa arah .


Arah pertama adalah dua orang lelaki dan arah lain tiga gadis dewasa.

__ADS_1


"mama."


Gadis itu mendongak ketika ada suara yang memanggilnya dengan sebutan itu. ia mendapati tiga gadis cantik anggun sedang tersenyum padanya.


"ka-kalian siapa?" . Tanya nya bingung.


ketiganya tersenyum


"mama ,kami adalah anakmu . mama jangan sedih .kami sayang mama." Ucap ketiganya.


tapi ketika gadis kecil itu ingin menggapai nya ia seakan menggapai angin.


"sayang...


"mama...


Gadis kecil itu menoleh lagi ke arah lain. namun ia mendapati sosok yang ia cintai dan anak lelakinya "sayang ! Romi!


Keduanya tersenyum lalu menghilang. bagitu juga ketika gadis itu menoleh untuk melihat ketiga gadis tadi juga hilang .


braakk


Tania terperanjat kaget saat merasakan gendang telinga nya hampir pecah akibat suara itu.


Tania menatap tajam pada lelaki itu


"apa yang kau lakukan Kevin." Bentak nya sinis.


"terserah gua." Balas Tania acuh.


"gua cape panjang lebar ngomong sedangkan Lo asyik melamun." Ucap nya kesal.


"terserah Lo. gua mau pergi dulu." Ucap Tania sambil beranjak pergi tanpa menghiraukan ocahan Kevin.


Ia juga sudah merasa muak menjadi kambing hitam lelaki itu. ia sudah lelah hidup terus di hantui oleh rasa ketakutan dan rasa bersalah.


"hahaha dasar bodoh. katakan saja kalo kau menyesal . tapi aku tak peduli . aku akan terus lanjutkan rencana demi mencapai tujuan ku sendiri ." Ucap Kevin dengan senyum iblis ya setelah kepergian Tania.


Lalu Kevin menghubungi seseorang yang bernama Yuni untuk memerintahkan Yuni dan anak buahnya menculik Dinda alias Raisa malam ini.


Jelita yang sejak tadi juga berada di ruangan itu tanpa di ketahui oleh keduanya langsung tersentak mendengar perintah itu .


"di-dinda. oh tidak akan ku biarkan." gumam jelita seraya menyelinap keluar lewat jendela.


Jelita terus saja memacu kendaraan dengan cepat menuju rumah sakit .


Namun sesampainya di rumah sakit ia kaget karna Dinda sudah pulang sejak tadi pagi.


Terbersit di benak nya untuk menghubungi Raden


Tuut tuut


tak butuh waktu lama panggilan nya telah terjawab.

__ADS_1


"halo Raden, Dinda mana?."


Bukannya menjawab, Raden malah bengong. hal itu tentu membuat jelita kesal.


"jawab den, Dinda mana?" bentak jelita kesal


"aku juga...


Sudah bisa menebak apa jawaban nya , jelita memutus sambungan nya sebal


"dasar suami gak guna." Umpatnya kesal.


Karena bingung mau cari kemana, iapun mampir ke sebuah rumah makan kecil.


namun entah karena sebuah keberuntungan atau hanya kebetulan , jelita tidak sengaja mendengar percakapan dua pegawai di situ


"tir, gak nyangka ya ternyata di balik sikap jutek kak Riska ternyata dia baik ya." ucap Liana pada seorang gadis yang terlihat lebih muda dan gayanya yang terlihat masa bodoh.


Gadis itu mengangguk


"ia Lin, dia mencarikan kita tempat kerja dan bahkan menyediakan rumah kos-san untuk Dinda." Jawab gadis itu .


"besok kita jenguk dia ya."


Jelita memutuskan untuk segera cabut dari pada terus mendengarkan ocehan mereka yang semakin ngalir ngidul entah kemana.


Jelita menepuk jidatnya menyadari keteledoran nya. bagaimana pula ia bisa tidak menanyakan alamat kos an Dinda dan baru ingat setelah sejam jauhnya perjalanan.


Akhirnya jelita memutuskan mengikuti petunjuk Mbah Google maps untuk menyusuri semua tempat kos-kosan.


Hari sudah malam. jelita masih tetap mencari hingga ia sampai pada lokasi kos yang paling terakhir dan paling kumuh .


Namun ia terlambat.ia menyaksikan Dinda telah di bawa secara paksa ke dalam mobil .


Tanpa pikir panjang , jelita mengikuti ke arah mana Dinda di bawa.


"widih gila, garang juga wanita itu." komentar jelita melihat wanita yang menjadi pemimpin penculikan itu.


Karena penjagaan terlalu ketat ,jelita sengaja menunggu mereka lengah dan tidak terlalu ketat seperti saat ini.


Karena terlalu lelah menunggu ,jelita ketiduran di tempat persembunyian nya.


Dan ia tidak perlu khawatir akan ketahuan karna ia lebih mengenal tempat ini karna ini adalah Markaz ia dan Kevin serta Tania saat mereka masih kompak sebelum tau kelicikan Kevin.


Setelah beberapa lama tidurnya, jelita terbangun karna mendengar suara keras seperti benturan dinding yang runtuh .


Namun ia terkejut ketika melihat apa yang terjadi di sana .


Tanpa pikir panjang, jelita keluar dari tempat sembunyi nya dan memukul pundak wanita penculik itu dengan kuat untuk menyelamatkan Dinda.


Jelita membawanya ke gedung bagian lain walau masih dalam satu bangunan.


"ckck, lama banget sadarnya nih orang ." Omel nya karena merasa bosan.

__ADS_1


__ADS_2