
Liana memacu motornya dengan cepat agar sampai ke tujuan nya. saat ini tujuannya adalah rumah pak wicak. saking buru-buru nya ia tidak memperhatikan keselamatan nya. dari arah jalan yang berlawanan tampak sebuah mobil sedan yang melaju santai ke arahnya.
cit...
Dengan refleks Liana memutar stang motornya hingga membuatnya hilang keseimbangan.
bruk
Liana segera melompat agar tidak tertimpa oleh motornya sendiri. namun alhasil, motornya menghantam ujung jalan hingga menghasilkan bunyi hentakan yang keras. Liana mencebikkan bibirnya saat menyaksikan kondisi keadaan motornya. kemudian keluarlah seorang pria dari dalam mobil sedan BMW itu. ia berjalan menghampiri Liana dengan tenang. Liana menatapnya tajam karena sikap pria itu sangat menyebalkan setelah apa yang ia perbuat. tak ada rasa bersalah sama sekali yang tampak dari raut wajahnya.
"apa yang kau lakukan hah? liatlah motorku ini! dan kau masih bisa bertingkah santai seperti itu?"
Pria itu hanya membungkuk kan tubuhnya sedikit untuk meminta maaf pada Liana tapi tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. pria itu mendirikan motor milik Liana lalu setelah itu ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Setelah beberapa menit kemudian muncul seorang pria yang berperawakan tak jauh dari pria itu, dingin dan datar tanpa ekspresi. pria itu menuntun motor Liana pergi dari situ.
"eh, tunggu! itu motorku mau di bawa kemana?
Srek
langkah Liana terhenti ketika mendengar suara sobekan baju yang ia kenakan akibat ulah pria itu. belum sempat Liana protes, ia merasakan tubuhnya melayang dan saat itu juga ia berada dalam gendongan pria dingin itu.
__ADS_1
"aaa apa yang kau lakukan b******k, turunkan aku, mau kau bawa ke mana aku hah?
Jason, pria dingin itu tak menghiraukan nya. ia membawa Liana menuju ke mobilnya lalu membuka pintu bagian depan dan menyimpan Liana di dalamnya dengan sedikit paksaan Karna Liana terus berontak. setelah menutup pintu Jason segera berlari kecil memutar mobilnya untuk masuk ke kursi pengemudi.
"hai, kau menculikku ya?"
Jason tetap diam, ia melajukan mobilnya menuju jalanan raya. Jason sedikit hilang konsentrasi saat Liana mengganggunya dengan memukul-mukul setir dan memutarnya.
cittt....
Jason menoleh lalu menatap tajam pada Liana.
"menculik emang ada hubungannya ya dengan imut?" Gumam Liana pelan tapi masih terdengar oleh Jason.
Jason memalingkan wajahnya ke depan. tanpa di sadari gumaman Liana membuatnya ingin tertawa padahal sebelumnya ia adalah orang yang datar tanpa ekspresi. sulit untuknya tersenyum ataupun tertawa walaupun ada hal yang seharusnya membuatnya tertawa.
Setelah itu keduanya terdiam. tak ada lagi perlawanan dari Liana dan Liana pun merasa heran, Karna ia tidak merasakan khawatir sama sekali.
Setengah jam kemudian, Jason memarkirkan mobilnya di depan sebuah Markaz geng star. ia menoleh, ternyata Liana sedang tidur. Jason mengerjap ketika ia tersadar telah lama memandangi wajah Liana.
Akhirnya Karna tak tega membangunkannya, Jason menggendong nya untuk masuk ke dalam Karna arka sudah menunggu nya sedari tadi. arka lah yang menyuruhnya untuk menjemput Liana dan membatalkan rencana Liana untuk mendatangi kediaman pak Wicak. Liana tak mengerti siapa yang ia hadapi.
__ADS_1
Jason menggendong Liana ala bridal style, hingga ia mendapat ledekan dari teman-teman nya.
"cie cie, seorang panglima sedang menggendong putri.
"ehem ehem
.......
Begitulah ledekan yang ia dengar dan banyak lagi yang lainnya. mereka adalah kumpulan geng star. dan arka adalah ketuanya. tak ada yang tau jika arka adalah pimpinan dari geng star. pekerjaan geng star tak jauh beda dengan mafia, tapi yang membedakan nya adalah tujuan mereka. geng star membunuh untuk membela kebenaran sedangkan mafia membunuh tidak tau aturan. tapi mau gimana pun ya tetap saja membunuh itu perbuatan tercela, terlepas apapun niatnya. Karna itu arka selalu menyembunyikan identitas anggotanya.
Saat ini arka sedang mempersiapkan anggota nya untuk memberantas para mafia yang telah merajalela melakukan kejahatan. dan mafia itu di pimpin oleh pak Wicak.
Sesampainya di ruangan arka, Jason menidurkan Liana di atas sofa ruang kerja arka.
"terimakasih Jason." Ucap arka yang di balas anggukan oleh Jason. tanpa banyak kata Jason pamit dari ruangan arka.
Sedangkan di tempat lain
Alex merasa kesal, ia menghajar anak buahnya yang tidak becus menjaga Tiara hingga ia bisa melarikan diri. Alex menghentikan aksinya saat matanya menangkap putrinya lexia sedang menyaksikan nya dengan tatapan dingin. lexia segera melangkahkan kakinya pergi ketika ayahnya menatapnya. lexia sangat membenci ayahnya dan ia menyesal memiliki ayah seperti Alex. Alex hanya bisa menatap kepergian putrinya dengan tatapan sendu.
Hubungan Alex dan Lexi sangat memprihatinkan, hal itu di mulai sejak lexia, ibunya Lexi meninggal. Alex selalu mempercayai ucapan kakeknya yaitu pak Wicak. padahal Lexi tahu siapa itu pak Wicak dan kejahatan apa yang telah di lakukannya.
__ADS_1