My Little Wife Fatimah

My Little Wife Fatimah
17. Housekeeping imut


__ADS_3

Sofia yang melihat Rahman makan bersama dengan housekeeping langsung datang untuk mencari perhatian Rahman.


"Selamat siang semuanya.. Rahman..tumben kamu mau makan di sini sama staf," Sapa Sofia dengan senyumnya.


"Siang Sofia, emang gak boleh ya, makan bersama staf di sini," ucap Rahman sambil mengambil minum.


"Boleh dong, cuma aku merasa ini suatu hal yang baru," basa basi Sofia.


"Mulai nih, si perempuan jahanam sok akrab sama pimpinan," batin Supervisor Nadia yang tidak suka dengan sikap busuk Sofia.


Fatimah hanya terdiam dan makan dengan pelan, karena ia canggung dengan suasana ini.


"Eh ada si Housekeeping baru ini juga ya," sapa Sofia sambil menatap Fatimah.


"Iya Bu Sofia," sapa Fatimah.


"Ih kamu emangnya belum mulai kerja, tadi juga kan kamu cuma mondar-mandir aja, padahal housekeeping lain pada kerja loh," kata Sofia yang menyudutkan Fatimah.


"Iya Bu Sofia, saya akan pergi," ucap Fatimah sambil berdiri.


"Jangan dong, habisin dulu makanan nya," Rahman menahan Fatimah.


"Iya Fatimah, kamu makan dulu, kamu nggak usah pikirin dulu masalah kerjaan, kalau udah selesai makan baru kamu lanjut," ujar Bu Nadia yang juga menahan Fatimah.


" kenapa sih si Nadia ini selalu membela housekeeping baru ini," batin Sofia yang kesal.


Fatimah pun duduk kembali dan menghabiskan makanannya.


Rahman tak henti menatap Fatimah. ia memberikan makanan yang ada di dekatnya untuk Fatimah. "Ini ayam panggang , pasti enak, kamu cobain deh pasti enak," ucap Rahman sambil mendekatkan makanan itu pada Fatimah.


Nadia memperhatikan sikap Pimpinan yang amat baik pada Fatimah.


"Rahman, kamu nggak makan, perasaan dari tadi semua makanan kamu kasih ke housekeeping baru itu," ujar Sofia melirik Fatimah.


"Aku nggak lapar, kamu makan aja nggak pa pa, ini masih banyak kok," kata Rahman pada Sofia.


"nggak sopan bangat sih, masa manggil pimpinan cuma pake nama doang, dia pikir pak Rahman ini bawahannya kali ya," batin Nadia yang jijik melihat tingkah Sofia.


"Fatimah,, nanti kamu bisa antar kopi ke ruangan saya kan," Rahman menatap Fatimah.


"Hah, i-iya pak, tapi ...saya nggak tau ruangan bapak," ucap Fatimah sambil menunduk.

__ADS_1


"Kamu tenang aja Fatimah,nanti saya bantu nunjukin ruangan pak Rahman," kata Nadia pada Fatimah.


***


Fatimah membawa secangkir kopi untuk Rahman di ruangannya. "pasti kak Rahman sengaja nih, mau ngerjain aku, awas ya, nanti aku cubit telinganya sampai putus," batin Fatimah yang kesal.


Fatimah sampai di ruangan Rahman.


Yang ternyata Rahman bersama Sofia di sana.


"Rahman, kamu tuh kadang-kadang lucu ya, masa kamu bilang housekeeping baru itu imut," ucap Sofia pada Rahman sambil tertawa.


"Apa nya yang lucu sih, kan emang realita," lanjut Rahman.


Fatimah memotong pembicaraan itu dengan mengetuk pintu.


"Assalamualaikum..permisi pak," sapa Fatimah.


"Waalaikumussalam..masuk Fatimah," sambut Rahman. Fatimah pun masuk.


"O..jadi namanya Fatimah," ucap Sofia.


"Iya Bu .nama saya Fatimah," kata Fatimah menatap Sofia.


Sofia pun keluar dengan kesal.


***


"Kak ngapain sih kamu suruh aku ke sini," ucap Fatimah sambil memberikan kopi pada Rahman.


"Terserah aku dong, kan yang bos di sini aku," kata Rahman menatap istrinya.


"Ya udah, aku udah antar kopi sama kamu, sekarang aku pergi dulu," ujar Fatimah sambil berdiri.


"Tunggu dulu dong, mau ngapain sih buru-buru,di sini aja dulu, kamu temani aku kerja," suruh Rahman.


"Pak Rahman yang terhormat, saya di sini cuma housekeeping, kalau yang lain ngeliat saya di sini berduaan sama bapak, yang ada nanti orang-orang pada curiga," jelas Fatimah sambil melototi Rahman.


"Ya nggak papa dong yang lain tau kalau kamu istri aku, apa masalah nya coba," ucap Rahman sambil memperhatikan wajah cantik Fatimah.


"Mulai deh, eh kak.. jangan-jangan tadi Bu Nadia nggak bolehin aku kerja karena perintah kakak?" tanya Fatimah yang melototi Rahman.

__ADS_1


"Kalau iya emangnya kenapa,"


"Astaghfirullah kak.. gara-gara kamu tadi Bu Nadia nyaris ribut sama Bu Sofia," Fatimah mencubit telinga Rahman.


"Aduh aduh..sakit..emang kenapa sih, salah ya kalau aku nggak mau lihat kamu kecapekan," tutur Rahman menatap Fatimah.


"Iya, salah besar, aku tuh nggak mau kamu beda bedain sama yang lain, itu namanya nggak adil," gumam Fatimah.


"Apanya yang gak adil, aku kan suami kamu," ucap Rahman dengan santainya.


Fatimah pun keluar karena kesal melihat Rahman.


***


Tiba-tiba Sofia datang menghampiri Fatimah.


"Heh housekeeping baru, kamu jangan sok cantik ya, nggak usah caper sama pak Rahman, Pak Rahman itu CEO sedangkan kamu cuma housekeeping, kamu nggak tau ya kalau pak Rahman itu udah punya istri," cetus Sofia menatap tajam Fatimah.


"Taulah..kan aku istrinya, kalau aku jadi bos, ini orang udah langsung ku pecat aja deh, astaghfirullah.. Fatimah nggak boleh berniat buruk," batin Fatimah.


"Maaf Bu, saya tidak ada niatan mau caper atau apapun itu, saya cuma mengerjakan pekerjaan saya," ucap Fatimah pelan.


"Halah..itu cuma alasan kamu, dari tatapan kamu itu keliatan, kalau kamu naksir sama pak Rahman," lanjut Sofia yang mengomel.


"Maaf Bu, emangnya tatapan saya salah ya, kan nggak mungkin saya bicara sama pak Rahman sambil nutup mata," ujar Fatimah membela diri.


Tiba-tiba Bu Nadia datang. "Kalau kamu tau pak Rahman udah punya istri, terus kenapa kamu sok caper sama pak Rahman," ucap Nadia yang berdiri di samping Fatimah.


"Kamu lagi..kamu mau cari masalah ya," Sofia menatap tajam Nadia.


"Saya paling nggak suka sama orang yang ikut campur urusan anggota housekeeping saya, mending kamu urus kerjaan kamu sana," cetus Nadia dengan tajam.


Fatimah tidak tau harus berbuat apa melihat suasana yang makin memanas.


***


Jam pulang,,


Fatimah bergegas pulang, namun lagi-lagi Fatimah di hentikan oleh Sofia.


"Tunggu Fatimah, ada yang mau saya bilang, kamu ingat ya, jangan sok caper lagi sama pak Rahman, asal kamu tau ya, saya ini teman lamanya, walaupun pak Rahman sudah punya istri, tapi perempuan yang ia cintai adalah saya," tegas Sofia menatap Fatimah.

__ADS_1


"Maaf Bu saya nggak pernah caper sama siapapun, permisi," ucap Fatimah dan langsung berjalan pergi meninggalkan Sofia


"Astaghfirullah..kok ada aja ya perempuan kayak gitu, dia nggak tau aja kalau aku ini istri Kak Rahman, lagian aku nggak percaya kalau kak Rahman suka sama perempuan seperti dia," batin Fatimah


__ADS_2