My Little Wife Fatimah

My Little Wife Fatimah
21. Kejadian yang tiba-tiba


__ADS_3

Keheningan malam membuat Fatimah teringat dirinya di masa lalu. Pertemuannya dengan Fatih tadi hanya membuat ia teringat kembali janji yang sudah hanyut karena gagal ditepati. Karena memang komitmen akan kalah dengan takdir sang ilahi.


Fatimah keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar di malam hari. ia duduk di teras rumah sambil merenungi alur hidup yang sama sekali tidak pernah terfikir akan terjadi.


Fatimah melamun tentang masa lalunya,


beberapa bulan yang lalu,,


Di atap gedung sekolah, Fatimah yang sedang bersama Lilis menatapi pemandangan sekolah dari atap, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Fatih di sana.


"Sudah ku duga kamu di sini Fatimah, maaf kalau aku ganggu," ucap Fatih yang menundukkan pandangannya.


"Ada apa Fatih, apa ada urusan penting?" tanya Fatimah menatap Fatih.


"Aku pergi aja ya," kata Lilis pada Fatimah yang takut kehadirannya akan merusak suasana. Namun Fatimah menahan Lilis untuk tidak pergi, "Jangan Lis, kamu di sini aja," ucap Fatimah.


"Di sini aja Lis, nggak enak juga kalau aku cuma berdua sama Fatimah," kata Fatih yang juga menahan Lilis untuk tidak pergi.


Lilis pun tidak jadi pergi, namun ia merasa menjadi nyamuk di sana.


"Mau bicara soal apa?" tanya Fatimah pada Fatih.


"Fatimah, sebentar lagi kita lulus, kamu mau kuliah dimana?" tanya Fatih


"Aku belum tau Fatih, soalnya kakak ku dan orangtuaku pasti punya saran yang berbeda, memangnya kenapa?," tanya Fatimah sambil menatap Fatih.


"Sebentar lagi aku akan pergi melanjutkan pendidikan ke Turki," kata Fatih singkat.


"Terus.." Fatimah penasaran.


"Aku ingin kamu tau, selama ini aku menaruh hati sama kamu, tapi aku tau kamu bukan tipe wanita yang mudah bergaul dengan laki-laki, mengingat kakak mu juga sangat sensitif pada pergaulan mu, maaf kalau aku tidak bisa seperti Ali bin Abi Thalib yang memendam perasaan nya pada Fatimah, maaf jika kata-kata ku ini membuat kamu terbebani," jelas Fatih yang memberanikan diri.


Fatimah kaget sekaligus bahagia mendengar itu, namun ia juga berusaha menahan hatinya karena bagaimanapun juga ia tak ingin pacaran.


"Sebenarnya kamu tidak perlu memberitahuku perasaan mu, namun karena sudah terlanjur, maka aku juga ingin memberitahumu bahwa aku tak sanggup seperti Fatimah putri Rasulullah yang memendam cintanya pada Ali, aku mengagumi mu sejak awal," jelas Fatimah sambil menundukkan pandangannya.


Mendengar itu Fatih sangat lega karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


"Fatimah..apa kamu mau menunggu aku hingga nanti aku kembali ke Indonesia untuk melamar kamu?" tanya Fatih dengan serius.


"Hati ku bukanlah sembarang hati yang mudah berpaling, aku akan menunggu mu Fatih, terimakasih telah pergi untuk menjaga pandangan kita dari bahaya dosa," tutur Fatimah


"Aku berjanji akan segera kembali membawa kepastian," tegas Fatih dengan serius.


Rahman yang tiba-tiba datang menghentikan lamunan Fatimah. "Ngapain malam-malam begini sendirian di teras," ucap Rahman yang mengagetkan Fatimah.


"Kakak belum tidur?" Fatimah menatap Rahman.


"Akhir-akhir ini aku susah tidur karena mikirin kamu," tutur Rahman pada istrinya.


"Aku salah apa sampai harus ada di pikiran kamu," kata Fatimah pada Rahman yang duduk di sampingnya.


"Nggak, kamu nggak salah kok, tapi memang hanya kamu yang boleh ada di hati dan pikiran ku karena kamu istri ku," jelas Rahman.


"Kak, setelah dua bulan kamu akan ceraikan aku kan?" tanya Fatimah yang berharap dengan perceraian.


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi, karena kamu pasti akan jatuh cinta sama aku," tegas Rahman menatap Fatimah.


***


Setelah Lilis pulang dari rumah, Fatimah berangkat bekerja dengan menaiki angkot.


Rahman mencari-cari Fatimah di rumah dan mencoba menelponnya.


"Assalamualaikum, ada apa?" sapa Fatimah di telpon.


"Kamu dimana Fatimah, kok nggak ada di rumah?" tanya Rahman yang mengkhawatirkan Fatimah.


"Aku udah berangkat kerja kak," jawab Fatimah di telpon. "Kenapa kamu berangkat sendiri, harusnya kan kita barengan, kamu keluar rumah tanpa sepengetahuan aku, apa kamu pikir itu tidak salah?" Rahman mengomel di telpon.


Fatimah yang mendengar itu langsung mematikan telpon. Angkot tiba-tiba berhenti karena ada kecelakaan yang mengakibatkan kemacetan. Fatimah yang penasaran turun dari angkot untuk melihat kecelakaan itu, begitu ia melihat wajah korban, hatinya serasa di iris, perih tak terungkapkan, air matanya bercucuran, melihat laki-laki yang masih ada di hatinya tergeletak di sana.


"Astaghfirullah..Fatih," batin Fatimah yang syok melihat kejadian itu.


***

__ADS_1


Fatimah ikut ke rumah sakit karena khawatir pada kondisi Fatih. Sambil berdoa ia menunggu kabar dari dokter tentang kondisi Fatih.


Orang tua Fatih yang baru datang tak henti menangis karena khawatir pada putranya, terutama ibunya yang belakangan ini sering sakit.


"Kamu siapa nak?" tanya ibu Fatih pada Fatimah.


"Saya Fatimah Bu, teman SMA Fatih, tadi saya tidak sengaja melihat kecelakaan itu, begitu saya lihat ada Fatih di sana saya langsung buru-buru ikut ke rumah sakit ini," jelas Fatimah dengan tutur kata lembut.


***


Salah satu dokter itu keluar dari ruang UGD dan menjelaskan kondisi Fatih pada Ayah Fatih.


ibu Fatih buru-buru masuk dan melihat kondisi Fatih, begitu pun Fatimah yang mengikuti dari belakang.


Ibu menangis histeris melihat kondisi anaknya yang lemah dengan perban di kepalanya.


"Sabar Bu.. insyaallah Fatih pasti akan baik-baik saja," ucap Fatimah menenangkan ibu Fatih.


"Semoga saja nak," kata ibu.


Ayah pun menyusul masuk ke ruangan itu. "Kata dokter kondisi Fatih masih lemah, tapi kamu tidak usah khawatir, Anak kita baik-baik saja, hanya butuh perawatan lebih dari dokter," ucap Ayah pada ibu Fatih.


Fatih tiba-tiba terbangun, perlahan ia membuka matanya, ia pikir itu mimpi begitu terbangun langsung melihat sosok bidadari yang selalu hadir dalam mimpinya.


"Fatih.. akhirnya kamu sadar nak.." ujar ibu sambil memeluk putranya.


Sementara Fatimah keluar ruangan sebentar untuk mengabari Lilis bahwa Fatih kecelakaan karena bagaimanapun juga mereka berteman dekat saat SMA.


***


Waktu sudah mulai siang namun Fatimah tak ada di WH Hotel. Berkali-kali Rahman mengecek CCTV namun tetap tak ada hasilnya, ia tak menemukan Fatimah. Karena khawatir Rahman mencoba menelpon Fatimah lagi, meski sedari tadi Fatimah tak mengangkat teleponnya. Namun hasilnya tetap sama Fatimah tak mengangkatnya.


"Lilis pasti tau Fatimah dimana, kan dia sahabatnya," batin Rahman.


Rahman buru-buru menelpon Lilis. "Assalamualaikum, iya ada apa kak" Sapa Lilis di telpon. "Apa kamu tau Fatimah dimana?" tanya Rahman pada Lilis di telpon.


Lilis takut memberi tahu yang sebenarnya hingga ia mematikan telpon.

__ADS_1


__ADS_2