My Little Wife Fatimah

My Little Wife Fatimah
Katakan tidak pada Cinta


__ADS_3

Baca juga novel yang berisi komedi ini ya, sekali-sekali harus menghibur diri,


Chapter 4


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh," sapa Fitri dengan grogi, karena ini baru hari pertama ia sekolah di sana.


Fitri sempat kaget melihat seisi kelas, hanya satu perempuan yang mengenakan hijab di kelas itu. dan dirinya adalah yang kedua.


"Waalaikumussalam," jawab semua anggota kelas itu.


"Ya Allah...sungguh indah ciptaan mu," Ucup bersuara dari bangku belakang.


"Perkenalkan, nama saya Fitri," Ucap Fitri yang tak tau lagi ingin berkata apa.


"Hah Fitri?" tanya Idul dalam hati sambil memandang wajah Fitri.


"Ini kan gadis kemarin, namanya Fitri? tidak salah lagi dia pasti Fitri teman kecil ku, meskipun kini ia lebih cantik, tapi aku yakin dia Fitri, aku masih bisa mengenalinya," batin Idul yang masih memperhatikan Fitri.


Tiba-tiba Fitri tersadar bahwa di kelas itu ada laki-laki yang kemaren membantu seorang nenek yang sedang pingsan di jalan, namun ia tidak memperdulikan itu.


"Silahkan duduk nak, kamu bisa duduk di samping Citra, kalian sama-sama berjilbab, pasti cocok tuh," kata Bu Rita mempersilahkan Fitri duduk.


Fitri pun duduk satu meja dengan Citra.


"Salam kenal ya Fitri, aku Citra," sapa Citra dengan ramah.


"Salam kenal juga Citra, semoga kita bisa berteman baik ya," ucap Fitri tersenyum ramah.


Pelajaran pun dimulai, Fitri tampak serius mengikuti pelajaran.


***


Jam istirahat tiba.


Komunikasi antara Fitri dan Citra semakin cocok, mereka berdua merasa nyaman saat bercerita tentang diri masing-masing sebagai bentuk perkenalan.


Saat mereka mengobrol, tiba-tiba Fina dan teman dekatnya datang.


"Hai Fitri, selamat bergabung di kelas ini, sebelumnya aku mau memperkenalkan diri, aku Fina gadis paling populer di kelas ini," ucap Fina sambil senyum seakan memuji diri sendiri.


"Halo Fina, terimakasih sudah menyapa dan memperkenalkan diri," ucap Fitri sambil tersenyum ramah.


"Aku Yuli, semoga kita bisa berteman ya, eh hati-hati loh di kelas ini sering ada pulpen yang jalan sendiri," ucap Yuli seolah ia bukanlah si maling pulpen


"Oh gitu yah, insyaallah pulpen ku tidak akan berjalan sendiri kok," canda Fitri sambil tersenyum.


Sementara itu Idul sedang memperhatikan Fitri ia menunggu Yuli dan Fina meninggalkan Fitri dulu, barulah ia menemui Fitri yang masih duduk di bangku kelas.


Akhirnya Fina dan Yuli pun pergi.

__ADS_1


Idul mendekati Fitri.


Fitri yang melihatnya jadi risih, ia menundukkan pandangan nya. Sifat Fitri dulu yang tidak mau bergaul dengan laki-laki masih tertanam dalam jiwanya. malah sifat itu semakin menguat. ia bahkan tak berani menatap laki-laki.


"Fitri...aku kira aku tidak akan pernah melihat mu lagi," ucap Idul yang berdiri di hadapan Fitri.


"Maaf, Kamu siapa ya?" tanya Fitri.


"Masa kamu tidak mengenali ku, coba tatap wajah ku baik-baik," suruh Idul.


"Maaf, Saya tidak kenal," kata Fitri yang tidak mau menatap wajah Idul.


"Aku Idul Fit, teman masa SD kamu, dulu kita selalu belajar bareng," tutur Idul


Fitri yang kaget dengan spontan mengangkat kepalanya dan menatap sebentar.


"Oh ..Idul, iya saya ingat, anak yang dulu bodohnya melampaui batas," Ucap Fitri Sambil tersenyum.


"Fit... Idul siswa paling pintar di kelas ini loh," jelas Citra yang belum percaya bahwa Idul dulunya bodoh.


Idul lalu mengambil bangku dan meletakkannya di samping Fitri, dengan maksud agar Idul duduk di sana supaya nyaman saat mengobrol dengan Fitri.


Namun Fitri yang tidak terbiasa duduk di samping laki-laki mencari alasan untuk pergi.


"Citra, bisa temani aku keluar sebentar," tanya Fitri .


"Mau kemana Fitri, baru aja aku mau ngobrol sama kamu," ujar Idul.


***


Sepulang sekolah Fitri yang tiba-tiba ingat kalau ia belum minum obat dan belum makan merasa asam lambung nya mulai naik.


Sesampainya Fitri di rumah, ia tampak lemas, akhir akhir ini Fitri memang sudah membaik, namun karena ceroboh, kali ini ia melewatkan makan siang lagi. jam menunjukkan jam 15.00.


"Fitri sudah makan nak," tanya Ibu


"Belum bu, ini Fitri mau langsung makan," jawab Fitri


"Astaghfirullah...kok baru sekarang sayang, ini sudah jam tiga loh, satu bulan lalu, kamu baru sembuh dari tifus nak, dan Asam lambung kamu juga harus di perhatikan, mulai besok kamu harus bawa bekal ke sekolah," ujar Ibu yang perhatian pada kesehatan Fitri.


Ibu sedang memasak untuk makan malam.


"Fitri, tolong belikan garam di warung nak, garam kita habis," suruh Ibu pada Fitri.


Fitri yang baru saja selesai sholat Ashar mengambil jilbabnya dan bergegas ke warung untuk membelikan garam.


Secara kebetulan Idul lewat dari jalan yang sama dengan Fitri.


Idul memperhatikan seorang gadis berjilbab hijau di tepi jalan, Semakin di perhatikan nya gadis itu, ia pun tersadar gadis itu adalah Fitri.

__ADS_1


"Fitri..." panggil Idul.


Fitri yang mendengar seseorang memanggilnya, menoleh ke belakang.


Saat Fitri tau itu adalah Idul ia langsung cepat-cepat berjalan menuju rumah.


Melihat Fitri yang selalu menghindar darinya, Idul merasa bingung apa salahnya, padahal dulu mereka amat akrab.


***


Pagi hari di sekolah,,


Seperti biasanya Idul masih tetap dengan rutinitas nya, santai di kantin meski suara bel sudah berbunyi.


"Idul...berapa kali saya harus ingatin kamu, kalau sudah bel jangan lagi santai di sini," Bentak pak Yono sambil mencubit telinga Idul.


"Aduh..sakit, sakit...Iya pak iya...ampun!" keluh Idul dan langsung berlari ke kelas.


"Pagi Dul," sapa Fina.


"Pagi," jawab Idul dengan cuek.


Idul melirik ke arah Fitri yang sedang duduk di bangkunya sambil berbicara dengan Citra.


Pak Budi si guru bahasa Indonesia tiba di kelas."Assalamualaikum, selamat pagi semuanya," ucapnya


"Waalaikumussalam..Pagi pak," jawab Siswa-siswi di kelas.


Pelajaran pun dimulai


"Baik, hari ini kita belajar tentang Surat Lamaran Pekerjaan, sebelum masuk ke materi, bapak ingin tanya sedikit, Ucup.. Setelah lulus dari pendidikan, kamu rencananya mau kerja apa?" tanya pak Budi.


Ucup yang sedari tadi memperhatikan Fitri terkejut dengan pertanyaan pak Budi. "Sa_saya mau kerja di perusahaan besar pak," jawab Ucup.


"Bagus,Selanjutnya..Idul, nanti kamu mau kerja jadi apa nak," tanya pak Budi.


"Saya pengen jadi CEO Pak," jawab Idul dengan PD nya.


"Wow...luar biasa, semoga terkabul ya nak, selanjutnya, kamu Fina..nanti rencananya Fina mau kerja dimana?" tanya pak Budi.


"Saya pengen jadi istri CEO Pak," jawab Fina sambil melirik Idul.


"Cie...cie...Fina pengen jadi istri idul nih," ucup bersuara dari belakang.


"Ih..jangan keras-keras ngomong nya Cup..kan aku malu," Fina tersenyum


"Woi...apaan sih Ucup," gumam Idul.


Eps lain lebih seru loh, banyak komedi yang akan menghibur mu,,

__ADS_1


__ADS_2