
1 Minggu kemudian......
"Bersiap lah untuk perang malam ini..bagi siapa saja yang tak mau ikut maka silahkan mundur dari sekarang" ujar Rey memimpin pasukan untuk melakukan peperangan malam nanti.
"Kami siap" jawab semua anak buah Gian serempak.
"Bagus persiapan diri kalian..bekali diri kalian dengan persenjataan yang lengkap..habisi siapapun yang menghalangi jalan kita dan jangan lupa saling melindungi" tambah Rey sebelum membubarkan pasukan.
Rey dan Deril juga Mark dan Max kembali ke rumah sakit dimana keluarga Bastian tengah dirawat.. sesampai nya mereka di sana tampak Erick menghampiri Rey dan mengatakan bahwa ketiga nya sudah sadar.
Rey dan yang lain nya bergegas menuju ruangan dimana ketiga nya di rawat dalam satu ruangan atas perintah Rey dan Mark.
"Bas.. bagaimana perasaan mu?" tanya Rey ketika sudah sampai di tepi brankar Bastian.
"Aku tidak apa-apa Rey.. bagaimana apa kau sudah menemukan putri ku?" Bastian menjawab bahwa dia baik-baik saja justru mengkhawatirkan keadaan putri nya Nelsy.
"Kami masih berusaha Bas..kau tenang saja putri mu adalah wanita yang kuat..dia akan bertahan hingga kita menjemput nya..tenang saja berdoalah agar Nelsy segera di ketemukan" ujar Ray menenangkan Bastian yang tengah khawatir.
"Mark" panggil Bastian lemah.
"Ya dad" Mark mendekati Bastian.
"Ini waktu nya bagi mu untuk membuktikan ketulusan cinta mu pada putri ku..temukan dia maka restuku akan menyertai pernikahan kalian" ujar Bastian berharap.
"Aku akan melakukan apapun untuk menemukan nya dad..tenang saja tak akan aku biarkan Nelsy menderita" ujar Mark mantap dan percaya diri akan menemukan Nelsy.
#
#
"Syukur lahir aku mendapat kan pekerjaan yang tak terlalu berat hingga bisa menopang kehidupan ku sampai Mark menjemput ku nanti" ujar Nelsy senang karena sudah mendapatkan pekerjaan.
Nelsy hidup layak nya orang biasa yang berkecukupan..dia nyaman menjalani hari nya sebagai Stevani yang hanya lah orang biasa yang hidup berkecukupan.
Uang Nelsy tak terlalu berkurang dengan banyak..Nelsy hanya membawa 20 ribu dollar di tas kecil nya..dia juga tak membawa ponsel karena ponsel nya dia tinggal di rumah.
Nelsy tak tau seperti apa keadaan di rumah nya selama satu Minggu ini..dia tak berani untuk sekedar mencari informasi apapun takut penyamaran nya terbongkar.
"Sabar ya nak kita tunggu Daddy saja yang menjemput kita..mommy hanya mau kau selamat tanpa terluka di sini..mommy juga merindukan mereka tapi mommy tidak tau bagaimana keadaan mereka saat ini..semoga secepat nya Daddy datang menjemput kita" ujar Nelsy menangis merindukan Mark dan keluarga nya.
Keesokan hari nya Nelsy sudah mulai bekerja di salah satu mini market atau swalayan yang tak jauh dari kontrakan nya.
__ADS_1
Nelsy bekerja dengan penuh semangat tapi tetap memikirkan kondisi anak nya..dia tak mau anak nya sampai kenapa-kenapa.
"Ini saja mba belanjaan nya?" ujar Nelsy melayani pelanggan dengan ramah.
"Iya" jawab si pelanggan singkat seperti nya pelanggan nya ini jutek.
"Semua nya jadi 180 dollar" ujar Nelsy mengatakan total harga nya.
Setelah pelanggan itu pergi Nelsy duduk sambil memijat pinggang nya yang sedikit pegal..dia tak mau anak nya tak nyaman.
Jika tak ada pelanggan maka dia akan duduk itu sesuai permintaan pemilik swalayan itu karena kebetulan pemilik swalayan istri nya sedang hamil juga sama seperti Nelsy.
Betapa beruntung nya Nelsy mendapat bos yang baik hati di hari pertama nya bekerja.
"Hey jika kau lelah istirahat lah..biar aku yang menggantikan mu..ingat kau sedang hamil muda" ujar salah satu rekan Nelsy yang kebetulan rumah kontrakan nya tak jauh dari kontrakan Nelsy.
"Terima kasih Prisilla..kau baik sekali" ujar Nelsy berterima kasih.
"Sama-sama sana istirahat ini sudah siang waktu nya baby makan" Prisilla mengingat kan Nelsy bahwa ini sudah masuk jam makan siang.
"Benarkah..astaga aku lupa..ayo kita makan bersama kita tutup sebentar toko nya nanti setelah makan kita buka lagi" saran Nelsy.
"Baiklah"
Selesai makan kini mereka kembali melakukan tugas nya masing-masing.. Prisilla menyusun barang dan menyortir nya sedangkan Nelsy dia di bagian kasir karena itu sesuai dengan kesepakatan bersama.
Tak terasa hari sudah berganti sore..hampir gelap dan kini waktu nya bagi nya Nelsy dan Prisilla pulang dan di gantikan sift malam oleh rekan nya yang lain.
"Ayo pulang..apa kau butuh teman di kontrakan?" ajak Prisilla menuntun Nelsy.
"Sebenar nya aku membutuhkan teman di kontrakan tapi siapa yang mau tinggal dengan ku..teman saja hanya kau dan karyawan swalayan" ujar Nelsy mengutarakan keinginan nya.
"Hahahaha..astaga bumil..aku mau menemani mu asalkan kau mengijinkan saja kebetulan kontrakan ku habis Minggu ini dan kita bisa patungan untuk membayar kontrakan mu bagaimana jadi aku tidak usah cari tempat lain" ujar Prisilla mengutarakan ide nya.
"Boleh juga..baiklah mulai nanti malam kau tidur di kontrakan ku saja.. besok baru kau bisa membereskan semua barang-barang mu" Nelsy setuju itung-itung untuk membantu teman.
"Terima kasih Stevani"
Mereka pun pulang dengan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing..Nelsy hanya mengarang mengenai kehidupan nya yang sekarang.
#
__ADS_1
#
"Baby kamu dimana aku merindukanmu baby" gumam Mark sambil memeluk baju Nelsy.
Mark begitu sedih namun dia tak boleh lengah..dia harus mencari keberadaan Nelsy kemanapun hingga dia menemukan nya.
Malam ini Mark dan yang lain nya akan melakukan peperangan..ya Mark memutuskan untuk menghanguskan semua orang yang sudah membuat Nelsy hilang dan melukai anggota keluarga nya.
Pelayan yang meracuni makanan Bastian dan yang lain nya pun sudah di ketemukan dengan begitu mudah nya oleh Deril.
Malam nya....
"APA KALIAN SUDAH SIAP???" tanya Mark dengan suara lantang.
"Siap" jawab mereka serempak.
"Bagus buktikan kita lah pemenang nya..MAJU HABISKAN TANPA SISA" teriak Mark memberikan perintah.
Para anak buah Mark dan Gian mulai melakukan penyerangan dan saling hajar antar musuh.
Sedangkan Mark,Max, Martin,dan Gian mereka mencari keberadaan Russel dan Reisvan.
"Gian dan Martin sebaik nya kalian cari Reisvan di sebelah barat dan aku juga Max mencari Russell di sisi lain" ujar Mark menyusun rencana.
"Baiklah..kalian hati-hati..ayo Martin kita habisi mereka" ajak Gian yang tak sabar ingin segera menghabisi nyawa Reisvan.
"Baik tuan" jawab Martin.
Mark hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju sisi lain dari tempat awal bersama Max.
Bughhhh....
Bughhhh....
Crakkkkk....
Sepanjang perjalanan menuju ruangan dimana Russell berada baik Mark maupun Max mereka tetap bergelut dengan para anak buah Russell.
Pukulan demi pukulan mereka layangkan hingga sabetan sajam yang mereka pegang tak bisa lagi terelakkan.
Darah mengalir dari tubuh korban nya yang terkena sabetan itu..lantai sudah penuh dengan bercak darah bahkan membentuk sebuah genangan.
__ADS_1
Mark hanya tersenyum menyeringai melihat darah yang tercecer dimana-mana..jiwa iblis nya mulai bangkit kembali dan semakin menginginkan lebih dari itu begitu pun dengan Max.