
Mark mencari sesuatu dalam tatapan Max..dia mencari kebohongan namun sayang dia tak menemukan nya.
Yang dia tangkap dari tatapan Max Hanya penyesalan dan luka.
"Ini bukan ranah ku..kau cari sendiri jika memang kau memiliki perasaan pada nya namun jika kau hanya akan menyakiti nya lagi lebih baik biarkan saja karena dia bisa gila jika kau hanya menambah beban nya" ujar Mark yang tak mau saudara Nelsy tersakiti.
"Ku mohon Mark..kau pasti tahu bukan.. please Mark aku hanya akan bertanya kenapa dia merahasiakan ini dariku" kata Max memohon pada Mark.
"Aku mohon Max..Jangan kau menambah beban nya lagi.. dia sudah hampir gila karena sakit yang kau torehkan begitu dalam.. berbulan-bulan lamanya dia menahan semua sesak dan sakit dalam hari nya hingga membuat nya mengkonsumsi obat penenang dalam dosis tinggi..kau tau kejadian kemarin kenapa hingga dia hampir kehilangan nyawa nya..dia menyayat nadi nya sendiri karena telah kecanduan obat penenang dan jika dia tak mengkonsumsi obat itu maka dia akan seperti itu menyakiti diri nya sendiri hingga histeris bahkan tak jarang dia hanya melamun dan itu membuat keluarga nya sedih termasuk istri ku yang notabene nya adalah saudara nya" jelas Mark yang tak mau jika Nelsy sedih lagi jika tengah Grace kambuh lagi seperti kemarin.
"Please Mark.. kumohon" Max masih kekeh dan semakin merasa bersalah dengan kondisi gadis itu.
"Stop Max..kau tak memiliki hubungan apapun dengan nya jadi akan lebih baik jika seperti ini saja" kesal Mark karena dia tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi Max.
Max bersimpuh di depan Mark agar Mark memberitahukan nya keberadaan Grace..sungguh dia hanya ingin meminta maaf dan meminta penjelasan saja pada gadis itu.
Kehilangan anak yang bahkan belum pernah dia lihat sama sekali membuat hati terdalam nya tercubit..jika saja malam setelah kejadian itu dia mencari tau siapa wanita yang tidur dengan nya pasti dia tidak akan menyesal seperti saat ini.
Kenapa dia bisa melupakan semua kejadian itu sedangkan Grace dia bahkan masih mengingat nya hingga membuat nya stres dan berujung kehilangan calon anak mereka.
Pantas saja setiap kali dia bermimpi ada suara tangis wanita dan suara anak kecil yang memanggil nya Daddy..ternyata itu adalah pertanda bahwa dia harus mencari kebenaran nya namun dia tak menghiraukan nya hingga mengabaikan mimpi nya begitu saja.
#
#
__ADS_1
Max memilih kembali ke apartemen nya..dia meraung keras dan menangis karena banyak hal salah satu nya adalah anak..ya anak yang bahkan belum pernah dia dengar keberadaan nya malah sudah di ambil lagi.
Flashback,.....
"Kau mau apa.. memukul ku..silahkan" tanya Mark hanya terkekeh melihat sikap sahabat nya yang semakin marah karena sikap nya.
"Katakan dimana dia Mark" tanya Max sekali lagi dengan nada menahan emosi.
"Dia telah pergi apa kau tuli hah?" jawab Mark dengan suara keras.
"Pergi..pergi kemana katakan Mark.. katakan" teriakan Max membuat emosi Mark membludak.
"Dia pergi menjauh dari laki-laki brengsek seperti mu..dia pergi karena kau tak mengingat nya..dia pergi setelah kau meneguk madu manis nya tanpa bersisa..kau yang membuat nya menjadi seperti ini brengsek..kau yang membuat nya kehilangan mahkota nya bahkan kau melupakan nya..Dia selalu mengalami depresi jika di dekat mu..dia menahan ketakutan dalam diri nya setiap kali melihat dan dekat dengan mu..dia bahkan harus meminum obat anti depresi agar terlihat baik-baik saja di depan kita..dia menahan semua ketakutan dan kesakitan nya sendirian akibat ulah mu brengsek..kau tau malam dimana aku menghajar orang di club mu dan aku meminta mu mengecek kamera pengawas dan kau melihat dua gadis yang aku beritahukan bukan..yang satu Nelsy istri ku dan satu nya lagi Grace...
Setelah pertemuan kami di restoran itu istri ku dan Grace pulang namun berbeda dengan Grace yang kembali lagi ke club mu dan tanpa sengaja dia malah meminum minuman yang di khususkan untuk mu dan sial nya lagi kau juga meminum nya hingga kalian berkahir di kamar mu" jelas Mark saat itu dan membuat Max menghempaskan tubuhnya di lantai.
Max saat itu terbangun dan melihat wanita yang tidur di sisi nya adalah kekasih nya yang dia kira wanita yang telah dia renggut kehormatan nya..tapi ternyata dugaan nya salah.
Lelucon apa ini.
Mark yang sudah geram mendengar ocehan Max langsung melayangkan bogem mentah nya pada wajah Max.
Flashback end.....
"Hahahaha..konyol sekali hahaha..ternyata jallang itu telah menipuku hehhh..bodoh sekali aku percaya begitu saja dengan kata-kata nya..hahaha aku memang bodoh Grace..maafkan aku..maafkan aku..maafkan Daddy nak..maaf kan Daddy hiks" ujar Max tertawa meracau entah apa kemudian menangis meratapi kesalahan nya.
__ADS_1
Max meninju dinding apartemen nya hingga tangan nya berdarah.
Andai dia mencari tau lagi mengenai kebenaran kejadian malam itu pasti tidak akan seperti ini kejadian nya..dia pasti bisa melihat anak nya yang mungkin sudah seusia baby Grey lebih tua sedikit.
Betapa sangat menyesal diri nya karena tak secara langsung telah membuat anak nya mengalah dan pergi.
"ARGHHHHHH... BODOHHHH" teriak nya merutuki diri nya sendiri.
Apartemen nya sudah tak berbentuk lagi karena Max meluapkan emosi nya pada semua barang-barang di sekitar nya.
#
#
"Sayang kau sudah sadar?" ujar Vallery yang melihat putri nya sudah membuka mata nya.
Grace hanya diam menatap kosong langit-langit ruangan yang dia tempati.
Vallery sakit melihat anak nya seperti itu..harus seperti apa lagi dia membujuk anak nya agar mau bicara meski hanya berdehem.
Anak nya tidak lagi seperti dulu..anak nya sudah berubah menjadi wanita murung yang hanya diam tanpa kata..haruskah mereka menyalahkan orang itu namun sepenuh nya ini bukan lah kesalahan nya namun juga takdir.
Siapa yang bisa terlepas dari takdir dan garis hidup setiap manusia..tidak ada..dan tidak akan pernah ada..mungkin memang takdir anak nya harus mengalami kepahitan seperti ini.
"Bagaimana sayang apa Grace sudah mau bicara?" tanya Willy yang baru masuk kedalam ruangan Grace.
__ADS_1
"Belum sayang hiks..tolong buat Grace seperti dulu sayang..mommy merindukan nya" ujar Vallery terisak dalam rengkuhan suami nya.