
Selama di rumah sakit Nelsy begitu termanjakan oleh Mark..dia sangat sigap hingga menjadi suami dan ayah siaga bagi Nelsy dan anak nya.
Jika bukan diri nya yang memanjakan Nelsy lalu siapa apa harus menunggu orang lain dulu baru dia memanjakan istri nya.
Tidak..
Mark bukan lah tipe pria yang tak peka namun dengan catatan hanya peka pada Nelsy saja ya sedangkan yang lain nya bodoh amat.
"Baby lihat lah Grey sangat rakus dengan mainan ku..aku cemburu baby" ujar Mark yang memulai lagi drama nya.
Huftt......
"Sudah lah by kau ini sudah dewasa dan jadi bapak tapi kenapa otak mu sempit sekali sih..dia anak mu ingat itu" ujar Nelsy mendelik tajam pada Mark yang masih buah cemburu dengan anak nya.
"Babyyyyy.. Aku merindukan mu..kapan bisa menghajar mu lagi baby?" tanya Mark merengek karena dia sudah tidak sabar untuk menghajar Nelsy lagi.
"Masih 26 hari lagi by..sabar" kali ini Nelsy terkekeh melihat ekspresi wajah yang Mark berikan.
Mark merengsek pada leher Nelsy dan membuat tanda merah di sana karena kesal..dia sudah benar-benar menahan nya demi Nelsy agar tidak terluka.
Apa seperti ini penderitaan yang suami alami saat istri nya dalam pasca melahirkan..oh God ingin sekali Mark berteriak.
Mark berusaha menahan dan menekan haserat tak tau malu nya ini amat sangat kuat agar tak kelabasan dan menyakiti Nelsy.
Skip.......
"Siapa yang menyuruh mu melakukan ini?" tanya Max yang saat ini tengah menatap seorang pria yang kemarin dia hajar habis-habisan karena sudah mencegat jalan Mark sabahat nya.
"Arkhhhhhhh sakitttttt.. lepaskan akuuuuu" teriak pria itu kesakitan karena Max menggores di bagian bawah perut nya sedikit mendekati si Otong.
"Kau mau ku lepaskan maka kau harus bicara kalau tidak barang milik mu ini akan aku jadikan sosis panggang yang akan menjadi santapan mu bagaimana?" ujar Max santai masih memainkan pisau nya di bagian itu namun hanya goresan kecil-kecil.
__ADS_1
"Baiklah..baiklah..aku akan katakan..tapi tolong lepaskan aku" akhirnya pria itu kalah dan mau mengaku.
"Katakan" ujar Max langsung tanpa mau basa basi.
"Seorang wanita yang beberapa hari lalu mendatangi tempat kami dan mengatakan akan membayar kami dengan sangat mahal jika kami berhasil melenyapkan nyawa wanita hamil itu..nama nya nona Rikasya" pria itu menceritakan semua tanpa dia tutup-tutupi karena dia takut barang berharga nya menjadi santapan nya.
Max tampak tersenyum puas setelah mendengar dalang di balik percobaan pembunuhan terhadap Nelsy kemarin.
"Baik lah sesuai janjiku..kau akan di antar anak buah keluarga Wilson ke suatu tempat dan ingat jangan pernah kau muncul di hadapan ku atau keluarga ini lagi karena jika sampai aku melihatmu berkeliaran di sekitar kami maka hari itu adalah hari pemakaman mu..mengerti?" ujar Max memperingati pria itu agar menjauh karena dia sudah berjanji.
Pria itu di bawa anak buah Gian menuju sebuah negara yang aman dan tidak akan di temukan oleh Rikasya ataupun Garty lagi.
Selesai dengan urusan nya Max meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat tinggal nya yaitu apartemen Mark.
Dia tinggal bersama Nichole karena Nichole masih sangat kecewa pada kedua orangtua nya..dia belum bisa memperbaiki sikap dan hubungan nya dengan kedua orangtua nya.
Entah lah hanya tuhan yang mampu membolak-balikan hati manusia.
#
#
"Benarkah.. Aku senang by karena aku sudah bosan di sini benarkan Grey?" jelas Nelsy yang sudah jengah di rumah sakit selama 4 hari ini.
"Baik lah kita pulang dan aku ada kejutan untuk mu" ucap Mark membuat Nelsy penasaran.
"Kau selalu saja bisa membuat ku penasaran" ketus Nelsy menjawab Mark yang menyimpan sebuah rahasia yang membuat nya penasaran.
"Hahaha tenang saja..nanti kau akan tau..biar aku siapkan barang-barang nya kau di sini saja temani Grey" pesan Mark membereskan barang-barang nya.
"Baiklah Daddy" Nelsy tersenyum mendapati perlakuan istimewa dari Mark.
__ADS_1
Selesai dengan urusan barang-barang kini Mark kualitas membantu Nelsy mengganti pakaian nya..sementara baby Grey sedang pulas di box milik nya.
Mark sudah rapih karena dia memang sudah bersiap-siap agar tak nimbrung waktu Nelsy dan baby Grey..dia harus siap siaga.
"Ayo kita pulang..biar aku yang bawa baby Grey barang-barang sudah aku berikan pada anak buah ku..kau tak boleh kelelahan karena bekas operasi nya pasti masih sakit kan?" Mark memberi pengertian pada Nelsy karena bekas operasi Nelsy pasti masih sakit biarpun Nelsy tak pernah memperlihatkan kepada nya.
"Sudah tidak sakit by..hanya nyeri saja" elak Nelsy namun tak membuat Mark percaya.
"Sudah ayo jalan..sini baby Grey biar aku gendong" Mark mengambil baby Grey karena tak mau Nelsy kerepotan.
Mereka berjalan berdampingan.. Nelsy hanya membawa tas kecil yang berisi minyak telon,bedak,dan ponsel nya.
Mark memeluk pinggang Nelsy dengan satu tangan nya..sementara tangan satu nya lagi menggendong tubuh mungil kesayangan nya.
Keluarga Nelsy akan menyambut nya di rumah Mark..mereka memutuskan untuk tidak ke rumah sakit karena tak mau membuat Nelsy risih dengan segala tingkah laku mereka yang selalu memperebutkan baby Grey yang gemoy itu.
Mark dengan supir pribadi Rey di antara ke rumah milik nya dengan di kawal banyak pasukan baik pasukan nya mau pun pasukan Gian.
Mereka hanya tak ingin kejadian di mana Nelsy hendak melahirkan di cegat di tengah jalan terulang kembali..sudah cukup mereka lalai dan tidak untuk kali ini.
Sepanjang jalan Mark hanya bermain dengan putra nya itu..Nelsy jadi geram dengan ulah Mark yang terus menerus mengganggu baby Grey yang akan tidur.
Di saat baby Grey mau tidur Mark menciumi pipi nya hingga akhir nya Grey ngambek dan ujung-ujung nya menangis.
"By sudah dong..ck kasihan dia by..kau itu menyebalkan sekali sih" kesal Nelsy karena terus mengganggu anak nya yang hendak tidur.
"Hehehe aku gemas dengan nya baby" jawab Mark masih saja menguyel pipi mochi baby Grey.
Sang pemilik pipi menangis kencang hingga Nelsy harus mengeluarkan jurus maut nya yaitu mengancam Mark tidur di luar jika masih terus mengganggu baby Grey..benar saja ancaman Nelsy langsung membuat Mark diam dan kicep hingga tak berani hanya sekedar untuk menoel-noel pipi baby Grey bahkan melirik pun tak berani dia.
Nelsy memberikan asi untuk baby Grey yang tengah menangis karena ulah si Daddy nya..sekat penghalang sudah di tarik hingga hanya Mark yang bisa melihat aktivitas di samping nya itu.
__ADS_1
Greyson Veer Ranvin,π