
Di luar pintu Mark hanya tersenyum mendengar suara menggelegar Nelsy..dia gemas jika tidak menggoda istri kecil nya itu.
"Setidak nya kau tidak mendiamkan ku baby" gumam nya sambil berdiri ber sedekap dada di depan pintu kamar mandi.
Tak berapa lama kemudian Nelsy selesai dan memanggil Mark..wajah nya masih kesal karena ulah Mark tadi tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dia juga merindukan Mark hanya saja masalah mereka belum bisa terselesaikan.
Mark masuk kedalam kamar mandi dan mendekati Nelsy..dia menggendong Nelsy lagi kemudian dia bawa ke luar dan dia baringkan di brankar lagi dengan perlahan.
Setelah nya Mark membenarkan posisi tidur Nelsy dan dia duduk di hadapan Nelsy..perlahan dia raih tangan Nelsy dan dia genggam..dia tatap lekat wajah Nelsy yang telah membuat nya terpesona hingga bisa berbuat apapun demi bisa memiliki nya.
Semakin dia tatap semakin dalam dia terjatuh dalam pesona Nelsy..dia benar-benar sudah menjadi budak cinta istri nya itu..dia bisa gila jika jauh dari sang istri atau di diamkan oleh Nelsy.
Dia tidak bisa berlama-lama membiarkan masalah yang bisa semakin berlarut-larut karena bisa merusak dan membuat retak tembok kokoh rumah tangga nya.
"Baby.. aku mohon dengarkan aku kali ini saja.. aku tidak akan memaksa mu untuk percaya padaku atau apapun itu..semua terserah padamu.. Aku tidak akan pernah menghianati ketulusan cinta mu..aku tidak akan pernah bisa berpaling dari mu pemilik hatiku..jika aku menyakiti mu maka sama saja aku telah menyakiti diri ku sendiri baby karena apa..karena kau adalah separuh nafas ku..bagiku memegang kepercayaan dalam suatu hubungan sangat lah penting..maafkan aku yang tak menyadari keadaan..aku sungguh menyesal baby tapi aku benar-benar tidak melakukan hal lain selain mencekik nya mungkin jika kau tidak datang dia sudah mati di tangan ku...
Sebajingan apapun aku tidak akan aku menyakiti pemilik hatiku.. aku tidak akan pernah berani menyakiti mu karena kau memegang kunci hidup ku yaitu baby Grey..kau memegang kunci kehidupan ku dengan sangat baik hingga aku tak memiliki alasan untuk menyakiti mu..trust me baby aku masih menjaga tubuh ku karena aku pun memikirkan hal yang sama jika saja kau yang berada di bawah kungkungan pria lain.. Aku tak akan sanggup untuk sekedar melihat nya dan bisa ku pastikan kalian akan berkahir di tanganku maka dari itu aku bisa merasakan perasaan mu saat itu..maafkan aku baby aku benar-benar menyesal dan bersalah pada kalian" jelas Mark.
Nelsy hanya diam mendengarkan Mark..dia juga berpikir hal yang sama namun lagi dan lagi naluri nya sekarang berkata lain..Mark menindih tubuh lain selain diri nya itu benar-benar menyisakan trauma tersendiri bagi nya.
"Aku butuh waktu" jawab Nelsy pelan dengan menundukkan kepala nya.
"I know baby..aku akan menunggu mu hingga kau siap untuk memaafkan ku..thank you setidak nya jangan diamkan aku..aku sungguh tersiksa jika kau hanya diam" Mark mengecup punggung tangan Nelsy dengan lembut dan dia usap perlahan.
"Aku mau melihat baby Grey" ujar Nelsy meminta kepada Mark.
"Baiklah sebentar aku hubungi dulu pengasuh baby Grey" jawab Mark menyanggupi permintaan Nelsy.
__ADS_1
Bastian dan Arny saat ini tengah berada di ruangan lain untuk menemani Alice yang tengah khawatir dengan keadaan teman nya yaitu Sashya.
Mark menghubungi Nichole untuk membawakan baby Grey ke rumah sakit karena Bastian dan Arny sedang tidak bisa.. Nichole menyanggupi dan bergegas menuju rumah sakit mengantar baby Grey menemui Nelsy..dia juga merindukan adik tengil nya.
Setengah jam berlalu akhir nya baby Grey dan Nichole jugal si pengasuh sampai dirumah sakit.. Nichole menggendong keponakan nya dan dia bawa ke ruangan dimana Nelsy berada.
"Nelsy..kau sudah sadar" ujar Nichole yang baru masuk kedalam ruangan Nelsy.
"Kaka..baby oh God mommy merindukan mu boy" Nelsy merentangkan tangan nya menyambut baby Grey masuk kedalam pelukan nya.
"Bagaimana keadaan mu..apa masih ada yang sakit?" tanya Nichole memastikan.
"Aku sudah lebih baik ka..maaf merepotkan kalian" jawab Nelsy tak lepas pandangan nya dari baby Grey.
"Tidak apa-apa..eh mana mommy dan Daddy?" tanya Nichole karena tak menyadari keberadaan orangtua nya.
Deg.......
"Alice..anak uncle Deril..teman..siapa.. perempuan atau laki-laki?..dimana mereka sekarang?" tanya Nichole tiba-tiba menjadi khawatir.
"Mereka ada di ruang operasi,teman nya perempuan nama nya..Sya..ck..siapa itu aku lupa" Mark menyebut kan nama Sashya namun sulit.
"Sashya?" timpal Nichole cepat.
"Ah iya Sashya..dia ada di___" belum selesai Mark berkata-kata Nichole sudah meninggalkan ruangan Nelsy dan menuju ruang operasi.
Nelsy dan Mark saling tatap karena bingung dan heran melihat tingkah Nichole.
__ADS_1
"Kenapa dia?" tanya Mark keheranan.
"I don't know" jawab Nelsy tersenyum kecil seakan tau sesuatu.
"Sudah lah biarkan saja..hey boy gantian dong" ujar Mark mendekati baby Grey yang saat ini bersiap menyusu.
"Ck..jangan macam-macam..urusan kita belum selesai" kata Nelsy mendelik tajam menatap Mark dan membuat Mark menciut.
#
#
Nichole telah sampai di lorong tak jauh dari ruang operasi..dia melihat orangtua nya, Alice dan Aldebar tengah duduk menunggu di depan ruangan itu.
Perasaan Nichole kacau..dia khawatir dengan keadaan Sashya..semoga gadis itu tidak apa-apa.
"Mom.. dad" panggil Nichole mendekati mereka.
Alice dan yang lain nya menoleh ke sumber suara dan melihat Nichole tengaj berjalan menghampiri mereka..Alice bangun dan memeluk Nichole..dia menangis tersedu-sedu di pelukan Nichole..dia benar-benar merasa bersalah.
"Maafkan aku hiks..hiks" ujar nya sambil terus menangis.
"Hey ini bukan kesalahan mu.. sudah jangan menangis..doakan dia agar baik-baik saja..bisa kau ceritakan pada ku nanti kejadian nya..sekarang tenang dulu..Al bawa Alice ke ruang perawatan dan berikan dia obat penenang agar dia bisa beristirahat" titah Nichole pada Aldebar tunangan Alice.
"Baiklah..ayo sayang" ajak Aldebar pada Alice dan Alice pun menyetujui nya dia benar-benar butuh ketenangan saat ini.
Setelah kepergian Alice dan tunangan nya kini Nichole duduk di samping kedua orangtua nya..mereka menatap putra nya dengan tatapan memicing menuntut sesuatu untuk di jelas kan.
__ADS_1
"Ada yang ingin kau ceritakan pada mommy dan Daddy nak?" tanya Arny pada Nichole yang saat ini sudah duduk di samping mereka.