
Sesampai nya mereka di halaman rumah tampak semua keluarga sudah menyambut nya apalagi ada Laura, Vallery dan Nila yang baru datang dari negara X tentu untuk menyusul para suami tercinta.
Meski usia sudah semakin menua tapi rasa cinta kasih pada diri mereka tak pernah memudar bahkan tak akan pernah berkurang malah akan semakin bertambah setiap hari nya.
Para oma sudah pada ribut untuk siap menculik baby Grey lebih dulu..apalagi jika masalah tentang cucu mereka para oma akan selalu ribut tidak seperti para opa yang hanya anteng- anteng saja.
Mungkin sangat antusias karena menyambut cucu yang kesekian kali nya bagi mereka, tentu cucu dari anak para saudara nya yang terdahulu pasti nya.
Yang belum mempunyai cucu sesungguh nya di sini hanya Vallery dan Willy karena baik Laura, Rey, Erick, Nila, Bastian,dan Arny mereka sudah memiliki cucu sendiri-sendiri.
Vallery selalu saja cemberut jika di dului oleh para saudara nya..dia kadang gemas dengan anak-anak nya yang masih sangat santai dalam hal menjalin hubungan dengan lawan jenis.
Kadang kala Vallery gregetan ingin men jodohkan mereka tapi takut anak-anak nya memberontak dan malah nangi dia di anggap ibu yang tak mengerti anak-anak nya.
Serba salah dia.
Malam pun tak terasa kini waktu nya bagi Nelsy dan Mark juga baby Grey untuk istirahat..hanya Arny dan Bastian yang menginap di rumah Mark karena Nichole dia masih belum bisa mendekat lagi pada kedua orangtua nya.
Nelsy tak masalah asalkan kakak nya tidak kabur saja dia oke-oke saja..dia juga mengerti bagaimana perasaan Nichole.
"Baby waktu nya minum vitamin" ujar Mark membawakan vitamin dan air minum untuk Nelsy.
"Terima kasih suamiku" balas Nelsy mengecup sekilas pipi Mark.
Mark memberikan vitamin itu agar Nelsy segera meminum nya dia tak mau Nelsy telat meminum vitamin itu karena dia ingin Nelsy sehat.
Setelah nya mereka berbaring di atas ranjang..besok Mark akan melakukan pembalasan pada si Rikasya si wanita tak punya hati.
Mark sudah tau semua informasi mengenai pencegatan yang di alami nya beberapa hari lalu di saati Nelsy hendak melahirkan..ya Mark tau dari Max dan Nichole karena mereka selalu berkomunikasi lewat ponsel.
Berhari-hari Mark menahan geram hanya untuk tidak berlari dan mencabik-cabik tubuh Rikasya..dia masih memiliki kewarasan untuk tak meninggalkan Nelsy di saat Nelsy masih sangat membutuhkan nya.
Besok dia akan mulai bermain dengan jallang itu hingga dia puas..berani mengusik nya berarti dia sudah punya nyali besar.
#
#
"Baby aku pergi sebentar ya ada urusan dengan Max dan Nichole..kau dengan mommy dan Daddy dulu tidak apa-apa kan?" pamit Mark beralasan pada Nelsy.
__ADS_1
"Iya by.. selesaikan dulu urusan mu" Nelsy pun mengijinkan Mark karena dia mungkin sudah tau apa yang akan Mark lakukan bersama teman dan kakak nya.
"Baik lah kau baik-baik saja di rumah ya..jangan bandel atau aku akan menghukum mu" ujar Mark memperingati Nelsy.
"Baik lah hubby..hati-hati"
Mark pergi dari rumah dengan Nichole dan Max..mereka satu mobil karena kebetulan Nichole dan Max sudah datang sejak pagi tadi.
Nelsy tak berbuat apa-apa karena baby Grey sudah di culik oleh para oma nya..dia hanya duduk sambil berselancar di Internet untuk mencari informasi perihal merawat diri pasca melahirkan.
Dia tak mau Mark merasa tak puas karena tubuh nya mulai mengendur..dia mencari informasi apapun mengenai perawatan kulit dan tubuh nya pasca melahirkan.
*...Di Markas Kematian...*
"Apa dia sudah kalian siksa?" tanya Mark pada Nichole dan Max.
"Tenang saja sesuai arahan mu" jawab Max yang memang selalu tau apa yang Mark inginkan.
Sementara Nichole dia hanya mengangguk tanda sebagai jawaban..dia juga memikirkan hal lain yaitu wanita yang beberapa bulan lalu dia tolong.
Ketika mereka memasuki Markas kematian mereka di sambut oleh anak buah Gian..Mark dan Nichole serta Max menuju ruangan dimana Rikasya sudah berada dalam kurungan.
Garty pun tak luput dari pencidukan mereka hanya saja suami Garty berhasil lolos dari penyergapan itu dan kini keberadaan nya sedang di telusuri.
"Selamat datang tuan" ujar anak buah Gian menyapa para tuan mereka.
"Hm bagaimana dengan wanita itu?" tanya Nichole.
"Sesuai arahan anda kami sudah menyiksa nya juga ibu nya" jawab anak buah Gian jujur.
"Bagus..apa kalian sudah menyiapkan semua yang ku minta?" tanya Nichole lagi memastikan.
"Sudah tuan" jawab anak buah Gian.
"Bagus..kami akan ke sana kalian tunggu di depan saja" titah Nichole di angguki mereka.
Mark, Nichole dan Max memasuki ruangan dimana Rikasya dan Garty berada..saat memasuki ruangan itu tampak Rikasya dan Garty tengah menangis dan berteriak-teriak.
Mark tersenyum mendengar suara teriakan itu..bukan senang atau bagaimana ya dia hanya tersenyum karena tidak sabar untuk segera memberi pelajaran pada dua wanita itu.
__ADS_1
Mark pastikan dia akan memberikan pelajaran tak terlupakan pada kedua wanita itu..mereka salah mencari lawan karena lawan mereka adalah psychopath yang tak tersentuh.
"Wah..wah..wah..rupa nya kalian sangat betah ya di sini?" ujar Mark sambil mengambil sebuah belati dan dia usap dengan sebuah kain khusus.
Rikasya yang mendengar suara Mark langsung menoleh dan dia tersenyum melihat nya namun senyuman itu tergantikan tatapan kebencian.
"Mark.. Mark tolong lepaskan aku..aku tidak tau apapun Mark hiks..lepaskan aku kau salah paham Mark" ujar Rikasya mengelak.
"Aku tak mengatakan apapun..aku hanya berkata rupa nya kalian betah di sini..bukan kah begitu?" ujar Mark dengan wajah tanpa dosa.
Rikasya benar-benar marah dan berteriak mengumpati ketiga pria itu.
"Sialan kalian arghhhhhh.. Aku akan membunuh kalian jika aku bisa lepas dari sini arghhhhhh lepaskan aku brengsekkkkkkk" teriak Rikasya menggebu-gebu.
Nichole dia acuh tak ingin mendekati Rikasya yang sudah membuat nya jauh dari kedua orangtua nya..Nichole ingin sekali menghabisi Rikasya tapi dia tahan karena bukan hanya dia yang bermasalah dengan wanita itu tapi Mark juga.
Sementara Garty dia hanya diam tak berkutik..dia benar-benar tak ada lagi tenaga untuk meneriaki ketiga pria itu.. yang dia lakukan hanya mengubah pada Nichole dan menyinggung hubungan mereka.
"Nichole lepaskan bibi nak..bibi minta maaf atas kelakuan anak bibi..apa kau tega menyiksa bibi seperti ini nak..jika ibu mu tau kau sekejam ini dia akan sedih nak" ujar Garty mencoba memelas pada Nichole yang adalah keponakan nya.
"Hahahaha..apa aku tidak salah dengar..bibi pfftt" Nichole mengejek Garty dengan cara nya sendiri.
#
#
Krakkkkk.....
"Arkhhhhhhh sakitttttt"
Krakkkkk.....
"Arkhhhhhhh lepaskan arghhhhhh"
Sretttttt.......
"Arkhhhhhhh"
Suara dan teriakan dari kedua manusia itu mulai terdengar saat Mark dan Max mulai melakukan aksi nya.
__ADS_1
Nichole kemarin sudah melihat secara live seperti apa Max jika sudah menggila tapi kali ini dia melihat adik ipar nya yang menggila astaga dia benar-benar merinding dengan apa yang Mark tengah lakukan saat ini.