MY PSYCHOPATH LOVE

MY PSYCHOPATH LOVE
Ep_75


__ADS_3

Mereka masih menunggu para petugas medis yang masih menangani Sashya di dalam sana.. Nichole benar-benar khawatir dengan keadaan Sashya.


Harus nya dia memberikan pengawalan ketat pada Sashya dan Alice tapi seperti nya dia terlalu sibuk dengan urusan lain hingga tak menyadari tanda bahaya.


Dia terlalu lengah dan tidak menjaga mereka dengan baik kini nasi sudah menjadi bubur takkan pernah berubah menjadi beras lagi.


Tak berapa lama kemudian pintu ruang operasi terbuka dan tampak seorang dokter keluar dengan melepas masker dan sarung tangan khusus operasi kemudian menyimpan nya di saku pakaian khusus untuk operasi nya.


"Dokter.. bagaimana keadaan nya?" tanya Nichole bergegas menanyakan keadaan Sashya.


"Pasien saat ini sudah baik-baik saja..tidak ada yang perlu di khawatir kan karena kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien..mungkin pasien akan sadar jika obat bius nya sudah habis..hanya saja tangan dan kaki kanan pasien mengalami cidera patah tulang dan pasien harus menggunakan gips penyangga untuk membantu proses pemulihan nya..selain itu semua nya tampak baik-baik saja" jelas sang dokter mengenai keadaan Sashya.


"Apa tidak ada cidera yang lain dok?" tanya Arny memastikan.


"Tidak ada nyonya..mungkin untuk sementara ini kegiatan pasien harap di bantu karena tangan kanan nya belum boleh untuk di gunakan meski kegiatan ringan sekalipun" jawab si dokter mengingatkan.


"Baiklah dok terimakasih..kapan dia akan di pindahkan dok?" tanya Nichole.


"Tunggu sebentar lagi kami masih harus melakukan observasi terhadap pasien untuk benar-benar memastikan bahwa tidak ada cidera lain pada tubuh pasien" balas sang dokter.


"Baiklah terimakasih dok"


Si dokter pergi menuju ruangan nya meninggalkan keluarga Nichole..brankar Sashya di dorong keluar dari ruang operasi oleh 2 suster.. Nichole dengan sigap membantu mendorong brankar Sashya menuju ruangan observasi.


"Nich mommy dan daddy ke ruangan adik mu dulu ya takut nya Mark kerepotan..kau di sini saja" pamit Arny ingin menemui anak perempuan nya.


"Iya mom tidak apa-apa" balas Nichole tanpa mengalihkan perhatian nya dari kaca jendela ruangan dimana Sashya berada sekarang.


"Baiklah kau istirahat juga ingat jangan sampai kalian bergantian sakit nya" pesan Arny pada sang putra.


"Iya mommy ku sayang"


Arny dan Bastian meninggalkan Nichole sendirian di depan ruangan observasi sedangkan Aldebar menuju ruangan Alice untuk melihat keadaan calon istri nya itu.

__ADS_1


Alice tampak baru sadar dan melihat sekeliling nya..ah iya dia lupa, bagaimana keadaan Sashya ya tuhan.


"Sayang..kau sudah sadar.. syukurlah" ujar Aldebar senang mendekati Alice dan memeluk nya.


"Al bagaimana keadaan Sashya..dia baik-baik saja kan?" tanya Alice langsung menanyakan keadaan Sashya.


"Ssstt tenang lah..dia baik-baik saja..kau bagaimana hm..apa sudah mendingan?" Al bertanya balik ke Alice dengan lembut membelai rambut calon istri nya.


"Aku sudah lebih baik..ayo aku mau melihat nya" ajak Alice tak sabar untuk melihat keadaan Sashya.


"Dia masih harus di observasi dulu untuk memastikan tidak ada cidera yang lain di tubuh nya.. sudah lebih baik kau istirahat dulu nanti jika dia sudah di pindahkan maka kita akan melihat nya" jelas Aldebar menenangkan calon istri nya.


Sementara di bandara tampak seorang pria dan istri nya yang usia nya sudah tidak lagi muda tengah berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke sebuah rumah sakit dimana putri mereka berada.


Deril dan Hanna ya mereka adalah orang tua Alice..mereka mendapat kabar mengenai anak nya yang hampir menjadi korban tabrak lari oleh seseorang merasa sangat khawatir dengan keadaan putri nya.


Beruntung ada teman nya yang menyelamatkan anak mereka hingga anak mereka terlindungi namun sayang teman anak mereka lah yang harus merasakan moncong mobil yang melaju kencang itu.


Sampai lah mereka di rumah tempat teman anak mereka di rawat..Deril dan Hanna langsung menuju ke ruangan dimana teman anak mereka di rawat dan melihat putra dari Bastian tengah duduk di depan ruangan itu.


"Nichole" panggil Deril menghampiri Nichole.


"Uncle..kapan sampai?" tanya Nichole menyambut pelukan kedua orang itu.


"Baru saja.. bagaimana keadaan nya..apa kata dokter..dimana Alice kenapa tidak ada di sini..apa dia baik-baik saja?" tanya Deril memberondong pertanyaan pada Nichole.


Nichole hanya menggeleng dan menyuruh mereka duduk agar lebih santai.


"Duduk lah uncle,aunty nanti aku ceritakan satu-satu" akhir nya Deril dan Hanna duduk di samping Nichole.


Mereka sudah duduk dengan tenang..Nichole menceritakan keadaan Sashya semua nya tanpa di tutup-tutupi..Deril pun menghela nafas nya lega dan berjanji akan memberikan yang terbaik untuk gadis itu.


Jika tidak ada gadis itu mungkin saja anak mereka yang akan terbaring di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Baiklah kami ke ruangan Alice dulu..kau istirahat lah" pamit Deril menuju ruangan Alice.


Mereka menuju ruangan Alice yang tak terlalu jauh dari ruangan Sashya..sampai lah mereka di ruangan Alice berada mereka masuk dan menemukan Alice tengah istirahat sementara Aldebar tampak terlelap di sofa ruangan itu.


Wajah Aldebar tampak pucat karena habis mendonorkan 2 kantung darah untuk Sashya dan lagi lagi Deril dan istri nya sangat bersyukur karena di mudahkan segala urusan nya.


"Mereka tidur sayang..sebaik nya kita duduk saja di sana jangan mengganggu mereka" ajak Deril pada istri nya untuk duduk di sofa sebelah brankar dimana Alice tengah terbaring.


#


#


"Kau sudah sadar.. bagaimana keadaan mu..apa ada yang tidak enak atau apa itu" tanya Nichole pada Sashya yang sudah sadar dari bius nya dan sudah di pindah kan di ruangan VVIP.


Sashya tak mengenal Nichole hanya diam sambil mengamati pria di samping brankar nya..dia teringat pada Alice dan seketika wajah nya berganti gelisah.


"Kenapa..apa ada yang sakit?" tanya Nichole yang menyadari perubahan wajah Sashya.


"A.. Alice" hanya kata itu yang terucap dari bibir Sashya dengan lemah.


"Tenang saja Alice baik-baik saja..dia sedang bersama orangtua nya..nanti juga akan kemari.. istirahat lah kau baru menjalani operasi" titah Nichole pada Sashya setelah menjelaskan keadaan Alice.


"Terima kasih" balas Sashya datar.


"Apa kau butuh sesuatu?" tanya Nichole.


"Tidak" jawab Sashya singkat.


"Jangan sungkan..anggap saja aku seorang perawat" Nichole berusaha mencari cara agar bisa berbicara dan mengobrol dengan Sashya yang dingin.


"Tidak perlu" balas nya masih datar.


"Baiklah..aku ke kamar mandi dulu jika kau butuh sesuatu panggil saja" Nichole menuju kamar mandi setelah berpesan pada Sashya namun Sashya hanya diam.

__ADS_1


__ADS_2