
......Max and Grace part......
Max hanya menatap Grace yang ada di samping nya..dia tidak tau kenapa ada wanita seperti Grace yang bahkan tidak tau akan seperti apa kedepan nya.
Apa Grace akan terus melajang sampai tua..ya tuhan seperti nya ada sesuatu yang membuat Grace menutup hati untuk para pria yang ingin masuk kedalam hati nya.
Max bisa melihat dari tatapan mata Grace dan dia yakini ada sesuatu yang Grace alami perihal masalah pria..dia tak mau menebak-nebak karena perkiraan nya masih abu-abu.
"Apa yang membuat mu tak yakin Grace?" tanya Max lagi perlahan mendekat pada Grace.
"Aku tak tau..hanya saja hatiku masih belum bisa menerima kehadiran seseorang" jawab nya masih menatap kosong hamparan bunga di taman itu.
Max masih setia menatap lekat wajah Grace yang tampak menyimpan sesuatu yang membuat nya mungkin tidak bisa menerima kehadiran orang baru di hati nya.
"Grace" panggil Max dan membuat Grace menoleh pada nya.
Pandangan mata kedua nya bertemu..Grace menatap Max dengan tidak nyaman namun berbeda dengan tatapan Max..dia menatap intens mata Grace demi menemukan sesuatu yang dia cari.
"You ok?" tanya nya sekali lagi.
Grace mengalihkan tatapan nya ke arah lain..dia tidak bisa menatap wajah Max lama-lama..dia tidak sanggup menatap wajah itu terlalu lama.
Mengingatkan Grace akan____ah sudah lah dia tak ingin mengingat itu lagi..dia berusaha menormalkan kembali wajah nya agar Max tak menyadari saat ini dia tengah ketakutan.
Max tampak menyadari raut wajah Grace.. ketakutan..apa yang gadis ini takutkan..sungguh dia ingin sekali mengetahui segala nya tentang Grace agar dia bisa membantu nya.
"Sebaik nya kita pulang" ujar Grace bermaksud mengalihkan pembahasan.
"Hmm..ya kau benar..ayo kita pulang" jawab Max menggandeng tangan Grace namun segera di lepas Grace karena dia tak nyaman.
" Jangan begini kita tak sedekat itu dan aku tak nyaman" jawab Grace berjalan mendahului Max.
Sampai lah mereka di parkiran..Grace meminta ijin ke toilet dulu karena dia harus melakukan sesuatu di sana.
__ADS_1
"Aku ke toilet dulu" ijin Grace meninggalkan Max di tepi mobil nya.
Max menatap Grace dengan tatapan aneh..semakin dia lihat semakin dia teringat sesuatu..dia seakan pernah melihat wajah Grace namun tak hanya wajah dia juga mengingat tangis seorang wanita..tangis yang terus terngiang-ngiang di kepala nya setiap saat.
Dia selalu memimpikan seorang wanita yang tengah menangis..wajah nya tak dia kenali karena samar-samar tertutup cahaya.
Kadang dia juga mendengar suara anak kecil memanggil nya Daddy..siapa mereka hingga membuat nya semakin gila di tambah Grace yang bagi nya begitu familiar.
"Sebenar nya aku kenapa..siapa mereka yang selalu mendatangi ku di mimpi dan kebenaran apa yang ada pada diri Grace..oh ya tuhan aku semakin tidak mengerti semua ini" gumam nya sambil mengacak rambut nya.
Sedangkan Grace dia sudah kembali seperti biasa mode acuh dan cuek..dia berjalan menuju mobil Max.
"Maaf lama" ujar nya sambil masuk kedalam mobil.
Max hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil..dia melajukan mobil nya menuju kediaman Willy ayah Grace.
Selama dalam perjalanan mereka terdiam.. Grace menyandar pada sandaran kursi dengan memejamkan mata nya entah apa yang sedang gadis itu pikirkan hanya dia yang tau.
Max..dia juga diam namun sesekali melirik Grace yang tengah memejamkan mata nya dia penasaran dengan gadis di samping nya itu.. sebenar nya ada apa dengan Grace.
Saat Grace sudah masuk ke dalam rumah tubuh nya lunglai..nafas nya tercekat dan memburu..Willy yang kebetulan baru datang dari atas terkejut melihat anak gadis nya dengan kondisi seperti itu.
"Grace..ya tuhan kau kenapa sayang?" tanya Willy khawatir dengan kondisi Grace.
"Se..ses..ak..da..dad" ujar Grace terbata.
"Kau kenapa sayang..apa yang terjadi" tanya Willy sekali lagi karena tak mendapat jawaban dari anak nya Willy membawa nya ke kamar Grace.
Dia bertemu dengan istri nya Vallery..Vallery terkejut dan panik..dia mengikuti suami nya ke kamar Grace.
"Sayang Grace kenapa?" tanya nya panik dan khawatir.
"Aku tidak tau sayang..sebentar biar aku hubungi dokter dulu" ujar Willy mengatakan sejujur nya.
__ADS_1
"Kita kan dokter sayang kau ini bagaimana sih" kesal Vallery dengan suami nya yang melupakan status nya.
"Astaga benar aku terlalu panik maaf"
Willy ke kamar nya dan mengambil peralatan nya yang memang selalu dia bawa karena takut terjadi sesuatu pada mereka.
Setelah nya Willy kembali ke kamar Grace untuk memeriksakan keadaan anak nya.. Vallery masih setia di samping Grace hingga suami nya datang.
"Cepat lah periksa anak kita sayang" ujar Vallery yang sudah menangis.
"Jangan sedih sayang..aku akan memeriksa nya dulu..tenang lah" Willy memeriksa keadaan Grace dan mengernyit heran.
Vallery melihat raut wajah Willy dan dia pun ikut heran kenapa suami nya memasang wajah seperti itu.
"Kenapa sayang?" tamat Vallery penasaran.
"Aku tidak tau harus berkata apa..sebaik nya kita bawa saja ke rumah sakit untuk memastikan nya..dan tunggu aku harus mengecek sesuatu" ujar Willy.
Willy pun memeriksa sesuatu yang membuat nya semakin yakin akan insting nya..dia memeriksa tas Grace dan menemukan sebuah botol obat di dalam nya.
"Obat apa ini..dari bentuk dan bau nya seperti obat......astaga tidak mungkin kan anak ku mengalami hal itu?" batin Willy tidak ingin percaya sebelum di periksa dokter.
Vallery melihat sikap suami nya..dia melihat sebuah botol obat yang tengah di pegang suami nya..dia melihat dan menciumi aroma obat itu seketika mata nya membulat sempurna.
"S..sayang..ini..ini tidak mungkin kan?" ujar Vallery terkejut mengetahui apa yang di khawatir kan suami nya.
"Hey tenang lah ini masih belum bisa di pastikan..kita ke rumah sakit saja setelah Grace sadar..jangan panik dan bersikap seperti biasa saja di hadapan Grace nanti" ujar Willy menginstruksikan kepada istri nya agar bersikap seperti biasa nya.
"Baiklah" akhirnya Vallery dan Willy meninggalkan kamar Grace dengan pikiran yang melayang entah kemana.
*
*
__ADS_1
"Siapa wanita itu dan suara siapa anak kecil yang selalu menghampiri ku di mimpi..astaga sebenar nya ada apa dengan ku..belum lagi Grace yang selalu membuatku penasaran akan diri nya..tuhan aku benar-benar tidak mengerti" gumam Max yang saat ini tengah kalut akan pikirkan nya.