
"Baby..kau sudah sadar sayang..oh God thank you so much baby" ujar Mark yang melihat Nelsy sudah siuman.
Mark bergegas memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Nelsy..dia hanya ingin Nelsy segera di periksa agar tak menduga-duga hal yang tak pasti.
Selesai dengan pemeriksaan kondisi Nelsy..si dokter keluar dan meninggalkan Mark dengan Nelsy di dalam ruangan itu.. Nelsy hanya diam sejak dia membuka mata nya..dia belum berujar sepatah kata pun..hanya jika dokter tanya maka dia akan menjawab jika tidak maka dia akan diam..apa lagi jika Mark yang bertanya dia tak akan menghiraukan nya.
Mengingat kembali kejadian sebelum dia mengalami kecelakaan ini seketika darah nya mendidih bak di panaskan api membara..dia tak bisa mengeyahkan pikiran sialan itu dari otak nya.. pikiran dimana dia melihat Mark tengah menindih tubuh wanita yang di bawa orangtua palsu Mark.
Dia tak bisa menghilangkan begitu saja bayang-bayang itu meski dia sangat ingin..hanya air mata yang mengalir di pipi nya yang dapat mengutarakan isi hatinya bahwa dia sangat sakit.
"Baby..I'm sorry..aku bisa jelaskan semua nya..kau salah paham dengan apa yang kau lihat sebelum nya..listen to me baby" ujar Mark berusaha membujuk Nelsy.
Tak ada respon dari Nelsy..yang ada hanya Isakan kecil yang keluar dari mulut Nelsy..seketika hati Mark sangat sakit mendengar nya..ingin rasa nya dia hajar diri nya sendiri agar diri nya yang sebelum nya bisa enyah dari tubuh nya dan berganti yang baru.
"Pergi lah" kata Nelsy lemah dan lirih menyuruh Mark pergi dari ruangan itu.
"No baby..aku tau aku salah tapi aku hanya ingin kau tau bahwa semua yang kau lihat adalah salah paham..aku mencekik dia waktu kau melihat kejadian itu.. Aku bahkan hampir membunuh nya jika kau tak datang waktu itu..awal nya aku ingin menyusul mu dan baby Grey ke rumah Daddy tapi bodoh nya aku menuruti apa kata wanita sialan itu hingga aku makan bersama mereka dan tanpa ku tau ternyata mereka sudah merencanakan semua ini agar dapat mengambil alih harta ku.. Aku sungguh tidak berbuat apapun seperti yang kau kira baby..aku menjaga tubuh ku hanya untuk mu istriku satu-satu nya dan tidak akan aku biarkan wanita lain menyentuh nya..trust me baby.. Aku tak berbuat macam-macam sayang..aku justru hampir membunuh dengan cara mencekik nya...
Hal yang ku alami hampir sama dengan Nichole kakak mu..beda nya dia dan wanita itu sadar sedangkan aku dalam pengaruh obat laknat yang di berikan wanita sialan itu namun aku bisa bertahan mengingat tubuh ku hanya milik mu..beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tidak akan mengulangi kebodohan ku lagi baby.. pelase" jelas Mark panjang lebar.
Nelsy tak menghiraukan perkataan Mark..dia tak memberikan tanggapan selain air mata nya yang mengalir..Mark mendekati Nelsy dan memeluk nya namun Nelsy bersikeras menepis pelukan Mark namun sia-sia Mark kekeh mengeratkan pelukan nya pada tubuh Nelsy.
__ADS_1
Nelsy belum siap di sentuh Mark karena lagi dan lagi bayang-bayang dimana Mark menindih tubuh lain selain diri nya masih apik terekam dalam memori nya.
Jijik..ya Nelsy sangat jijik mendapatkan sentuhan dari tangan Mark..dia rindu namun jika mengingat kembali kejadian itu dia seketika ingin muntah.
"Lepaskan aku..pleaseee" pinta Nelsy lirih berusaha melepaskan diri.
"No baby..pleaseee percaya pada ku" pinta Mark kekeh tak melepaskan pelukan nya.
" Jangan menyentuh ku,aku jijik pada mu Mark hiks" ujar Nelsy menusuk relung hati Mark yang paling dalam hingga menyebabkan sebuah lubang menganga dalam hati nya setelah mendengar ucapan Nelsy.
Mark melepas pelukan nya dan menatap Nelsy yang melihat nya dengan tatapan menjijikan seolah dia adalah kuman dan bakteri yang harus di hindari.
"B..ba..baby" panggil Mark tercekat tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Sungguh dia merasa jijik melihat dan dekat dengan Mark..entah naluri nya mengatakan bahwa dia tak mau dekat-dekat dengan Mark hingga dia merasakan mual jika berdekatan dengan nya.
Mark yang sangat hancur perasaan nya memilih untuk ke kamar mandi melampiaskan emosi nya dengan memukul dinding kamar mandi dan dapat di dengar oleh Nelsy..Mark juga memaki diri nya sendiri dan meninju kaca kamar mandi hingga pecah.
Nelsy takut jika Mark kenapa-kenapa memilih untuk bangun namun seketika itu kaki nya sakit benar-benar sakit hingga dia tak sanggup lagi menahan nya dan berteriak.
Mark mendengar teriakan Nelsy seketika menghentikan aksi nya dan membilas tangan nya yang berdarah..dia segera membilas nya dengan air panas agar darah nya segera berhenti dan keluar untuk melihat keadaan Nelsy.
__ADS_1
Mark melihat Nelsy sedang kesakitan sambil memegangi kaki nya..Mark mendekati Nelsy dan menenangkan Nelsy sedang benar-benar kesakitan.
"Baby hey kau kenapa sayang..maaf..maafkan aku" kata Mark menenangkan Nelsy.
"Ka..kaki ku..ke.. kenapa?" tanah Nelsy terbata menahan nyut-nyutan di kaki nya.
Mark diam tak sanggup menjawab Nelsy..dia benar-benar dilema antara memberitahu atau diam tapi jika diam maka sama saja dia cari mati.
"Baby..kau yang kuat ya..apapun keadaan mu aku selalu ada bersama mu dan tak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi" ujar Mark semakin menambah kegelisahan Nelsy.
"Jawab..kaki ku..kaki ku kenapa?" tanya Nelsy sekali lagi dengan nada tinggi.
"Kau lumpuh semi permanen baby..tempurung kaki mu retak dan kaki kanan mu patah dan kau sementara ini harus menjalani kegiatan mu dengan kursi roda sembari menjalani pengobatan..aku selalu di samping mu baby.. Aku yakin kau bisa..kau wanita kuat..I love you baby" jelas Mark pelan mengelus rambut Nelsy yang sudah acak-acakan.
Deg.......
'Lumpuh..aku..aku lumpuh' batin Nelsy benar-benar tidak sanggup menerima kabar buruk tentang diri nya ini hingga tak sadarkan diri.
"Baby.. baby bangun sayang..astaga" Mark panik karena Nelsy tak sadarkan diri setelah mendengar kabar mengenai kondisi nya.
Mark membernarkan posisi tidur Nelsy kemudian dia memanggil dokter lagi untuk memeriksa keadaan Nelsy karena dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada istri tercinta nya.
__ADS_1
Mark juga menghubungi Nichole dan mertua nya..dia mengatakan bahwa Nelsy sudah siuman namun kembali pingsan karena sudah tau akan keadaan diri nya.